ISTRI YANG TERBUANG

ISTRI YANG TERBUANG
KELUARGA KECIL YANG BAHAGIA


__ADS_3

Sinar matahari pagi menyentuh wajah polos Olivia, berikut tubuhnya yang masih polos juga tersentuh sinar itu. Rambut hitam tebal Olivia terlihat kusut. Namun tak mengurangi kecantikan wanita itu, malah membuatnya nampak semakin seksi.


Olivia merentangkan kedua tangannya. Sementara kelopak mata itu terbuka sempurna dan Olivia menolehkan wajahnya ke samping, menatap tempat tidur Oliver. Tak terlihat lagi keberadaan Oliver.


"Oli pasti sudah bangun. Huh...aku kesiangan. Untung sekarang hari libur, Oliver tidak pergi kekantor", ucap Olivia menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya dan bangkit dari peraduan.


"Sebaiknya aku mandi sekarang, tubuh ku lengket semua. Oli membuat ku kelelahan, ia tidak bisa bermain hanya sekali selalu membuat ku terjaga semalaman".


Oliv langsung melangkahkan kakinya kekamar mandi yang ada di kamar bernuansa silver dan putih itu.


Sesaat di kamar mandi, netra Olivia menatap tubuhnya di depan cermin. Banyak tanda merah yang sudah berubah warna menjadi kebiruan di sekujur tubuhnya terutama di bagian dada.


"Oli selalu saja meninggalkan tanda seperti ini di tubuh ku. Untung saja ia tidak meninggalkan tanda di leher ku juga. Aku tidak bisa keluar kamar kalau banyak tanda di leher ku. Huh", gumam Olivia sambil menelisik tanda-tanda kepemilikan ulah suaminya semalam.


*


Tiga puluh menit berlalu...


Olivia sudah berganti pakaian santai. Ia milih dress dengan motif floral pagi ini untuk membalut tubuhnya. Penampilan Olivia nampak sederhana namun tetap meninggalkan kesan elegan. Kecantikan alami yang ia miliki kian memancarkan pesonanya. Apalagi wajah cantik itu selalu berseri-seri sepanjang hari. Tak ada lagi wajah sendu yang selama ini selalu terlihat.


Olivia baru saja selesai menyapukan lipgloss berwarna merah muda ke atas bibirnya ketika terdengar ketukan di pintu.


"Masuk!"


Ceklek..


Olivia menolehkan wajahnya kearah pintu. "Ada apa Ema?"


"Maaf nona mengganggu anda, di bawah ada dokter Hillary akan memeriksa kondisi tuan muda Asley", ucap seorang pelayan muda yang bernama Ema dengan sopan.

__ADS_1


"Suamiku dimana?"


"Tuan Oliver sedang berada di ruang fitness", jawab Ema lagi.


"Antarkan saja langsung dokter ke kamar anak ku sekarang. Sebentar lagi aku dan suamiku menemui nya di kamar Asley".


"Baik nona. Kalau begitu saya permisi".


"Iya, lanjutkan saja pekerjaan mu", jawab Olivia sambil berdiri dari kursi meja hias yang ada di kamar nya hendak memberi tahu Oliver bahwa Hillary sudah datang.


Olivia sangat tahu, aturan yang di berlakukan Oliver di rumah ini. Tidak ada seorang pun yang boleh menggangu nya jika sedang berada di ruang fitness atau pun sedang melakukan aktivitas berenang. Aturan itu Olivia tahu sejak dulu. Yang Oliv tahu, tak ada satu orang pekerja pun yang boleh masuk ketempat privasi Oliver tanpa seizinnya termasuk ruang kerjanya.


Beberapa saat kemudian, Olivia memutar handle pintu ruang fitness yang berada satu lantai dengan kamar tidur mereka.


Nampak Oliver sedang mengelap keringat yang membasahi wajah dan tubuhnya. Sesaat Olivia tercekat menatap tubuh suaminya, sangat maskulin.


Tubuh atletis itu nampak mengkilat karena keringat. Oliver baru menyadari kehadiran Olivia beberapa saat kemudian.


Olivia mendekati Oliver. Oliver langsung menarik pinggang istrinya hendak mencium nya, namun Olivia memberontak sambil memukul dada Oli yang merapatkan tubuhnya pada dirinya.


"Oli, tubuh mu basah. Aku sudah mandi, aku tidak mau kotor lagi karena Hillary sekarang sedang memeriksa Asley di kamarnya. Sebaiknya kita menemui nya, sayang", ujar Olivia melepaskan diri dari dekapan Oliver yang sengaja menggodanya.


Namun pelukan Oliver begitu kuat, Olivia tidak bisa melepaskan dirinya.


"Biarkan saja Lary memeriksa Asley, sementara kita bermesraan. Kau sangat menggoda ku, harum tubuh mu sangat mempengaruhi ku", bisik Oliver sambil mengecup leher Oliv.


"Oli hentikan! Aku tidak mau kau memberi tanda merah dileher ku juga. Kau membuat merah dada ku, Oli. Aku malu kalau ada yang melihatnya", protes Olivia sambil mendorong dada suaminya.


"Sekarang bersihkanlah tubuh mu. Kita harus mengetahui keadaan Asley agar hatiku lebih tenang", pinta Olivia serius.

__ADS_1


"Baiklah aku mandi sekarang, kau duluan saja menemui Hillary. Ryan pasti menunggu di ruang kerja ku sekarang. Aku akan menemui nya", jawab Oliver.


*


"Bagaimana keadaan putra kesayangan ku, Lary?", tanya Oliver ketika melihat Olivia dan Hillary masuk ke ruang kerjanya ketika ia dan Ryan sedang berbincang-bincang.


"Kondisi anak mu semakin baik, Oli. Kau dan Olivia tidak perlu kuatir lagi. Kalian sudah bisa memikirkan untuk segera menambah anak", jawab Hillary menggoda teman baiknya itu.


"Tapi aku sarankan Asley belum boleh melakukan perjalanan jauh yang melelahkan, walaupun menggunakan pesawat terbang", ucap Lary mengingatkan Oliver dan Olivia.


"Anak istriku tidak akan kemana-mana lagi. Mereka akan menetap di Houston bersama ku. Asley akan bersekolah di sini. Namun selagi masa pemulihan, Asley akan mengikuti program homeschooling", jawab Oliver sambil mengusap punggung tangan Olivia yang duduk di sampingnya.


Hillary dan Ryan tersenyum mendengar perkataan Oliver. Mereka tahu saat ini ada saat terindah dalam hidup temannya itu. Bersama wanita yang di cintainya.


"Kami ikut senang melihat mu seperti ini Oli. Namun hidup mu berasa masih ada yang kurang", ujar Hillary tersenyum.


"Jika mau sempurna segera buat istri mu hamil lagi, anak perempuan. Pasti membuat hidup kalian berwarna. Aku sarankan kalian mengikuti program hamil kembar mulai dari sekarang".


..."Yes. Aku setuju dengan saran mu itu, dude. Aku ingin istriku hamil kembar empat sekaligus. Dua laki-laki dan dua perempuan", jawab Oliver antusias....


"Yang benar saja, Oliver. Kau pikir aku ini kucing yang bisa hamil anak sebanyak itu sekaligus?!", spontan Olivia memukul lengan suaminya sambil melototkan kedua matanya.


Sontak membuat Hillary dan Ryan tertawa melihatnya. Namun mereka tahu itu adalah salah satu bentuk keromantisan Olivia dan Oliver.


"Ya mau bagaimana lagi. Bukankah hamil empat sekaligus itu bagus, artinya kau hamil sekali dan kita mendapatkan empat anak. Kemudian baru kita tunda kehamilan mu untuk anak selanjutnya. Kita beri jarak. Bukankah ide ku itu bagus sayang?"


Olivia melebarkan kedua matanya. Manik hitam tersebut seakan hendak keluar tempatnya.


"Arghh...Oliver!!"

__ADS_1


...***...


__ADS_2