
Janet menggebrak wastafel berkali-kali demi meluapkan rasa kesalnya. Entah apa lagi yang harus ia lakukan agar hidup Mikha itu hancur.
Harapannya semakin kecil pada saat mengetahui jika gadis yang masih sepupunya itu ternyata memiliki kemampuan beladiri.
"Kapan tuh anak belajar berantem kayak gitu? Apa gue aja ya yang gak ngeh. Kan Mikha dari SMP seorang banget pulang tengah malem. Dan, gue gak terima banget karena tuh anak masih perawan sampe sekarang!" gumam Janet seorang diri.
Gerahamnya beradu dengan tatapan matanya yang merah memantul dari cermin di hadapannya.
"Beberapa kali rencana gue gagal. Sebenarnya pake jimat pelindung apa sih tu anak! Pokoknya dia juga harus pergi sama kayak ibunya dulu! Karena, dengan begitu maka rumah nenek bakalan jadi milik gue dan juga kalo tuh anak udah gak ada, nenek pasti cuma sayang sama gue dan gak bakalan membandingkan kita lagi," racun Janet dengan seringai jahatnya.
Gadis itu pun tertawa tergelak di dalam toilet yang kebetulan sepi tersebut. Akan tetapi ternyata ada seorang tukang bersih-bersih yang melihat dan mendengar kelakuannya.
"Hiii, anak jaman sekarang banyak yang udah sinting!" ucapnya seraya bergidik.
Janet adalah anak dari adik sang ayah yang nyatanya secara tak langsung membuat Rudi kerja banting tulang. Karena Janet di tinggal oleh papanya sejak gadis itu masih menginjak bangku sekolah menengah pertama.
__ADS_1
Usianya yang hanya selisih bulan dengan Mikha membuat Rudi menyekolahkan keduanya di sekolah yang sama sejak saat itu.
Akan tetapi, otak serta kepintaran keduanya yang tak sama membuat sang nenek selalu membandingkan antara Mikha dan juga Janet.
Apalagi, paras Janet nyatanya tidak secantik Mikha, tubuhnya juga cenderung kurus. Sementara Mikha berisi dan membentuk indah di beberapa bagian.
Banyak hal pada Mikha yang membuat Janet iri dan dengki setengah mati. Padahal Mikha selalu menganggapnya saudari yang baik. Apalagi mereka seumuran. Sehingga Mikha telah menganggapnya sahabat ketika di rumah.
Bahkan Mikha dapat menceritakan apapun pada Janet. Mikha juga selalu membela Janet ketika sang nenek membandingkan keduanya.
Semakin Mikha membelanya maka Janet semakin membenci sepupunya itu. Bagi Janet Mikha hanyalah mencari muka dan perhatian saja dengan pencitraan baik dirinya ketika di rumah.
Sementara Mikha akan menjadi perempuan yang liar ketika berada di luar. Sekalipun, Janet juga tak tau dengan pasti apa yang Mikha lakukan ketika di luar sehingga selalu pulang larut malam.
Satu hal lagi yang membuat Janet semakin tak terima adalah ketika dirinya harus hamil dan menggugurkan kandungannya. Lalu pada saat sang nenek ingin mengusirnya Mikha lah yang membela sehingga ia tetap bisa berada di dalam rumah itu.
__ADS_1
Kejadian tersebut membuat sang nenek nyatanya semakin tak suka pada Janet dan semakin sayang pada Mikha.
Puncaknya sang nenek pun hendak mewariskan semua hartanya untuk Mikha dan harta sang kakek baru akan di bagikan pada anak dan cucunya uang lain.
Itu artinya rumah besar yang mereka tempati akan menjadi milik Mikha sementara kandang sapi dan kebun milik kakek yang akan dibagi-bagi.
Tentu saja Janet merasa tak terima karena hatinya sudah menghitam.
Janet pun keluar dari toilet dengan rencana baru yang telah ia susun.
"Gue gak akan biarin Lo yang sok suci itu kuliah di tempat ini dengan tenang. Gue yang akan di wisuda dan bikin nenek bangga sementara Lo bakalan ancur," batin Janet dengan pikiran jahatnya.
Padahal, dia bisa sampai kuliah di tempat ini tak lain atas bantuan dari Rudi, ayah Mikha yang tak lain adalah pamannya.
...Bersambung ...
__ADS_1