Istriku Bad Girl

Istriku Bad Girl
Bab#52. Curhat Dong By!


__ADS_3

"Dari nek Sum," jawab Mikha singkat.


Entah kenapa kali ini ia ingin mengungkap semuanya. Mikha merasa ia harus mencari tau kebenaran yang selama ini membuatnya bingung. Ia tak mau membenci orang yang salah.


"Apa kamu pernah, menanyakan hal ini langsung pada Rudy, ayahmu?" tanya Choki dan Mikha pun menggeleng.


"Nanti, setelah liburan sebelum rencana resepsi kalian di laksanakan. Kamu, harus menemui Rudy terlebih dahulu dan tanyakan hal ini dari sisi ayahmu itu. Setelahnya, kamu yang akan menilai dan menimbang. Mana penjelasan yang lebih masuk di akal. Karena, setau Aby, selama kamu berdua menjadi sahabat karena Allah. Rudy gak pernah sekalipun berbohong apalagi berkhianat. Dia adalah anak buah pertama Aby yang hijrah. Bukan maksud Aby untuk membela ayahmu di sini. Tetapi, alangkah baiknya jika kamu bersikap bijaksana dan adil dengan mendengarkan kisah dari kedua belah pihak," jelas Choki panjang lebar.


Mikha pun mengangguk tanda mengerti.


"Iy, By. Insyaallah nanti Mikha minta antar Kak Roma untuk menemui ayah. Terima kasih atas nasihat dan sarannya. Setidaknya Mikha cukup merasa tenang saat ini," katanya dengan tatapan yang tak lepas dari wajah berkharisma dihadapannya ini.


Sangat teduh dan menenangkan.


Begitu pun pada saat dirinya memandang wajah suaminya itu. Ada sebuah rasa dan kehangatan yang mengalir begitu saja kedalam hatinya.

__ADS_1


"Sama-sama, sayang. Kamu itu putri Aby dan umma. Sehingga jangan memandang kami ini adalah mertua kamu, jangan. Kami adalah orangtuamu meskipun tidak melahirkan maupun membesarkan kamu. Akan tetapi, pada saat ini kami memiliki kewajiban yang setara dengan kedua orang tua kandungmu. Karena itu, katakan dan ceritakan apa kegundahan hatimu. Jika ra macam-macam, datang ke Aby biar nanti kamu yang akan memberikan nasihat dan hukuman kepadanya. Besok, kita juga akan bertemu dengan Oma dan Opa dari Roma dan Adiba," kata Choki.


"Pasti akan sangat menyenangkan. Mikha rasa tak sabar menanti esok," ucapnya antusias dengan kedua mata yang berbinar.


"Hemm, pantesan lama benget. Ternyata dia curhat," celetuk Roma yang tau-tau muncul dari belakang Mikha.


"Maaf, Kak," kata Mikha dengan raut wajah malu-malu.


Tetapi, Roma justru menghampiri dan mengacak pucuk kepalanya.


"Kita pulang yuk, besok ketemu lagi di Lombok kan," ajak Roma pada istrinya itu.


"Wa'alaikumussalam."


____________

__ADS_1


Malam ini Janet berkali-kali ingin mengajak bicara nek Sum dan selalu saja gagal. Wanita tua itu seakan tak mau bahkan hanya untuk menatapnya pun tak sudi.


"Nek, beri Janet yang waktu sebentar saja," punya Janet di depan kamar sang nenek.


Akan tetapi, Sumiyati berteriak dari dalam.


"Jika kau datang untuk menjelekan Mikhaela maka kau salah besar Janet. Sampai kapanpun kamu gak akan dapat hak waris sedikitpun. Karena selama ini uangku sudah habis untuk menanggung hidup kalian!"


"Tapi, Nek. Mana bisa begitu. Selama ini kan yang membantu hidup kami om Rudi bukan nenek!" balas Janet berteriak di depan pintu kamar.


"Heh!" Sumiyati mau tak mau membuka juga pintu kamarnya dengan kedua tangan si pinggang dan mata yang mendelik tajam.


"Memang selama ini kau pikir tinggal dimana? Air, listrik dan udara yang kau rasakan itu darimana? Semua aku yang bayar! Lagipula Rudy itu wajib berbakti padaku bukan kalian!" pekik Nek Sum pas barengan dengan adzan isya.


"Jika kau tau kelakuan dari cucu kesayanganmu itu kau pasti akan terkena serangan jantung. Sepertinya aku harus menciptakan momen agar lebih dramatis lagi dari ini," batik Janet kesal bukan main.

__ADS_1


Semakin lama kebenciannya terhadap Mikha pun bertambah.


...Bersambung ...


__ADS_2