Istriku Bad Girl

Istriku Bad Girl
Bab#63. IBG. Perhatiaan Roma.


__ADS_3

Lagi-lagi, Mikha kena di kerjain oleh suaminya yang tak lain dan tak bukan adalah dosen tampan, dimana beberapa hari ini pria itu sangat memanfaatkan waktu serta kedekatan mereka berdua dengan mengerjai istrinya.


Roma akhirnya puas, pada saat dirinya mampu membuat si bad girl berada di bawah kendalinya. Dalam artian, Mikha kini telah menyerahkan seluruh jiwa dan raganya untuk sang suami. Tinggal perlahan dengan sabar Roma menunggu Mikha memiliki perasaan yang sama dengannya.


Pagi harinya mereka semua telah bersiap-siap untuk mengemas barang kembali karena siang nanti semuanya akan meninggalkan kota yang indah ini.


Tiga hari sudah keluarga besar Alberto merangkai kenangan indah, merajut kebersamaan serta mempererat perasaan masing-masing. Termasuk, Roma dan Mikha. Satu-satunya pasangan pengantin baru.


Mereka sudah puas bermain di bawah air terjun, hingga mengarungi arung jeram di sungai yang panjang dan berkelok.


Sungguh pengalaman yang sangat berkesan terutama bagi Mikhaela Gonzales.


"Mikha, Aby sudah mengabarkan pada Rudy jika kalian akan mengadakan resepsi. Karena itu Aby memerintahkannya untuk pulang dan menemui kami nanti di apartemen," kata Choki yang mana hal itu membuat wajah Mikha berseri-seri.


Belum pernah ia merasa sebahagia ini ketika akan menemui pria yang merupakan ayah biologisnya itu.


"Iya, By. Nanti Mikha akan menemui ayah. Meminta penjelasan dari segala hal yang terjadi dalam hubungan kami selama ini," sahut Mikha.


"Semoga, kamu mendapatkan jawaban yang memang diinginkan," kata Choki. Berharap hal baik menghampiri keluarga dari sahabat sekaligus besannya ini.

__ADS_1


Mikha hanya mengangguk dan mengaminkan dalam hati mengenai perkataan mertuanya itu.


Tiga pasang pasutri serta remaja sholihah dengan pakaian syar'i serta niqob yang menutupi sebagian wajahnya. Mereka bertujuh, mulai bersiap keluar dari resort tersebut.


Lajur dari jalur kepulangan mereka ternyata lebih menguji adrenalin ketimbang pada saat pergi tadi. Karena jalanan yang berkelok-kelok tersebut lumayan curam.


"Untung saja kita pulang siang. Entahlah kalau sore dan cuaca keburu berkabut. Bisa pindah ke alam lain kita," kata Mikha yang mendapat bekapan dari telapak tangan Roma di mulutnya.


Seketika gadis ini melirik kan matanya ke samping untuk menatap tajam suaminya itu.


Roma tersenyum lalu membuka bekapannya. "Alangkah baiknya, ungkapkan kalimat yang baik-baik saja. Karena ucapan itu adalah sebuah energi yang positif dan juga bisa menjadi sebuah doa," jelas Roma dengan suara yang rendah dan lembut tapi mengena.


"Bukan salah sayang, tapi kurang baik," kata Roma lagi, dengan sepenggal kata yang mana mampu membuat kedua pipi Mikha berubah ungu eh, kemerahan.


Annisa yang tak sengaja mendengar bisik-bisik anak dan menantunya itu hanya bisa tersenyum bahagia di balik niqob-nya. Wanita cantik yang terlihat hanya kedua mata indahnya itu langsung menoleh ke arah sang suami.


Choki yang paham langsung meraih tangan Annisa lalu membawanya ke dalam genggaman.


"Kamu tuh gak mau kalah banget sama anak sendiri," bisik Choki yang duduk di kursi baris kedua, tepatnya di sebelah Annisa dan di belakang Eliana.

__ADS_1


Kendaraan roda empat tersebut bukanlah mobil biasa karena mampu menampung orang banyak. Bentuknya panjang dan besar dengan sebuah bar mini kecil.


Kebanyakan orang menyebutnya car of Van.


Mikha hanya bisa mengangguk mendapatkan peringatan seperti itu dari sang suami.


Tak lama mereka semua sampai di bandara dan Mikha sengaja membuat video pendek untuk mengenang liburan mereka di tempat itu.


"Aku gak kan pernah lupain ini," gumam Mikha pada saat minat foto-fotonya.


Keesokan harinya di mansion miliki Roma, pria itu menawarkan dirinya untuk mengantar sang istri menuju kediaman kedua orang tuanya.


"Apa kamu deg-degan, tegang?" tanya Roma.


Mikha mengangguk dengan senyum tipis mengarah pada suaminya itu.


"Sini!" Roma pun meraih serta menggenggam erat tangan halus Mikha. Kemudian pria itu berjalan beriringan dengan istrinya.


Mikha tersenyum karena Roma selalu menunjukkan perhatian untuknya.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2