
Mendengar ucapan Annisa, sontak keduanya melerai aksi berpelukan tersebut. Mikha bahkan langsung pindah ke tempat duduk yang lain.
Mikha kembali menunduk demi menutupi malu yang merebak melalui kedua pipinya. Sekelebat timbul rasa tak enak hati pada sosok wanita keibuan yang cantik ini.
"Maaf ya Umma. Mikha peluk Aby gak ijin dulu sama Umma," kata Mikha polos.
"Ih, emangnya kenapa harus ijin dulu sama Umma. Kan kamu putrinya Aby," sahut Annisa sehingga membuat Mikha berani mengangkat wajahnya itu.
Bibir gadis itu pun melengkungkan senyum.
"Kamu gak minta maaf sama aku?" bisik Roma pelan di telinga Mikha yang berada tepat di sebelahnya.
"Kenapa?" heran Mikha. Gak mungkin kan Roma ini cemburu terhadap ayahnya sendiri.
"Aku iri," jawab Roma kembali berbisik.
Mikha semakin heran dengan menambah kerutan pada keningnya.
"Aby di peluk, aku aja belom pernah," sungut Roma lagi dengan raut wajah yang belum pernah Mikha liat sebenarnya. Sungguh lucu dan kekanak-kanakan.
"Apa itu dia pak dosen? Bagaimana bisa semanis ini kelakuannya. Kalau anak-anak tau, bisa makin tergila-gila mereka," batin mikha.
"Ck, kirain apa!" Mikha hanya tersenyum miring menanggapi protes dari suaminya itu.
"Hei, kalian berdua! Gak baik loh bisik-bisik di depan orang lain," tegur Choki.
Hal tersebut langsung membuat pasangan suami istri ini duduk tegak tanpa saling bicara lagi. Tak menyangka jika sang Aby memperhatikan mereka.
Malu gak tuh?
Yaiyalah, malu banget.
Annisa menyembunyikan tawanya saat melihat ekspresi tegang campur malu dari anak dan menantunya itu.
Tetap meneruskan kegiatannya menyendokkan nasi untuk sang suami. Annisa melirik kepada Mikha agar menantunya itu melakukan hal yang sama dengannya. Akan tetapi, nampaknya Mikha yak paham akan kode darinya barusan.
Justru, Roma yang maju mengambil alih sendok nasi dari tangan sang Umma. Kemudian lelaki itu memasukkan nasi beserta lauk ke dalam piring kosong, yang kemudian ia letakkan dihadapan Mikha.
"Terimakasih," ucap Mikha.
Akan tetapi seketika Mikha teringat bahwa kini yang berada di meja makan bukan hanya dia berdua dengan Roma aja. Tentu saja perlakuan sang suami padanya barusan mendapatkan tatapan heran dari kedua mertuanya.
__ADS_1
"Mampus gue. Ketauan kan kalo selama ini, gue yang di layani bukan justru melayani," batin Mikha penuh kekhawatiran seketika.
"Kakak mau makan apa biar aku yang--"
"Gak usah, ini aja kita makan bareng," potong Roma, yang mana ucapannya seketika mengehentikan pergerakan tangan Mikha di udara.
Glek.
"Di–dia mau ngapain. Kenapa sepiring berdua? Makanan sebanyak ini masih sih mau di irit?" batin Mikha kembali bingung dengan perlakuan Roma.
Annisa dan Choki yang melihat kelakuan putra mereka hanya bisa tersenyum sambil menggeleng pelan.
"Anakmu, apa dia sedang meniru gayaku?" kata Choki pelan pada Annisa.
"Maybe," sahut Annisa dengan senyum terbaiknya.
"Meleleh aku dapet senyum manis dari kamu sepagi ini," kata Choki lagi yang mampu di dengar oleh pasangan di depan sana.
"Yuk makan, By!" ajak Roma. Menghentikan serangan gombal sang Aby yang mana membuat dirinya ingin melakukan hal yang sama pada Mikha. Tapi, sayang, hubungan mereka belum senormal itu.
Chiko yang memang biasa makan sepiring berdua dengan istrinya itu, biasa saja melakukan aksinya di depan anak dan juga menantunya.
Sementara, Roma sedang berusaha mengikuti jejak romantisme ala Aby zakaria. Ia akan mulai mempraktekkan hal itu hari ini.
Roma pun mulai menyodorkan nasi ke depan mulut Mikha dengan suapan dari tangannya. Mirip seperti apa yang saat ini tengah di lakukan oleh sang Aby.
Sang Umma membuka mulutnya sambil menatap hangat ke arah Aby-nya. Sementara, Mikha snag istri justru kini sedang menatap aneh dengan sorot mata melotot ke arah Roma.
"Apa-apaan sih dia? Segala niru kelakuan Aby Zakaria," heran Mikha yang hanya bisa menggerutu dalam hati.
Gadis itu tetap membuka mulutnya menerima apa yang Roma lakukan padanya. Setelah menyuapinya maka Roma akan menyuapkan nasi itu ke dalam mulutnya sendiri.
"Ih, apa dia gak jijik ya. Kan itu jadinya kena liur aku," batin Mikha lagi.
Dia pun menoleh ke arah mertuanya yang menikmati kebersamaan mereka. Karena Aby Zakaria melakukan hal yang sama dengan apa yang di lakukan Roma padanya.
Satu suap ke mulut Umma dan satu suap ke mulut Aby sendiri.
Mereka berdua saling melempar senyum dengan tatapan mata penuh cinta.
Siapapun yang melihatnya pasti akan trenyuh dan meleleh.
__ADS_1
Melihat Mikha malah fokus kepada Aby dan Umma. Roma yang sudah siap menyuapi Mikha lagi pun sontak menarik dagu istrinya itu agar menatap ke hadapannya.
"Aa ...," kata Roma agar Mikha membuka mulutnya.
Lalu Mikha pun menyambar suapan yang ada di ujung tangan Roma dengan cepat.
"Dih, udah kayak ikan arwana aja nyosor pas liat jari," ledek Roma yang mana langsung mengundang tawa dari Choki dan Annisa.
"Eh!" Roma dan Mikha pun sontak menoleh. Tak mengira jika kedua orang tua mereka ini juga turut memperhatikan.
Kan jadi mau malu ya Mikha.
Emang udah malu banget kayaknya. 🤣
Seketika itu juga Mikha merasa kesulitan menelan makanannya.
Roma hanya bisa menyembunyikan senyum simpulnya. Sebenarnya ia bahagia karena pagi hari ini adalah momen yang paling hangat dan hidup dalam sejarah pengalamannya di setiap sarapan.
Sebab, biasanya dia akan kenyang duluan pada saya melihat keromantisan kedua orangtuanya yang memang selalu mengumbar kemesraan di depan anak-anak mereka.
Akan tetapi sang Aby tidak pernah sekalipun mengumbar kemesraannya di depan orang lain dalam artian publik.
Karena menunjukkan kemesraan serta kasih sayang antara orangtua di depan anak adalah sebuah contoh dan bukti agar anak dapat mengambil pelajaran bahkan mencontoh serta mengimplementasikannya dalam kehidupan mereka dengan pasangannya kelak.
Ketika sang anak melihat perlakuan dan kelakuan kedua orang tuanya yang selalu penuh kasih sayang serta mesra dalam tanda kutip tetap sesuai koridor dan tidak berlebihan. Karena menunjukkan tanda sayang terhadap pasangan di depan anak itu tidak boleh dengan cara yang vulgar. Tetapi, dalam batas sewajarnya saja.
Karena itu, Choki terbiasa bersikap romantis dengan melakukan hal-hal kecil untuk menunjukkan pada anak-anaknya bahwa Annisa itu sangat berarti bagi dirinya. Dia saja menghormati dan mengagungkannya maka tak ada alasan bagi anak untuk tidak memperlakukan hal yang sama terhadap Umma mereka.
Inilah cara Choki mengajarkan bakti serta cara menghormati orang tua kepada kedua anaknya tersebut. Karena itulah secara tak langsung maka Roma tau bagaimana cara mengistimewakan sang istri dengan perlakuan yang manis serta pengertian.
Roma sungguh sangat belajar setiap hal dari kedua orang tuanya tanpa Choki dan Annisa menyuruh atau memerintahkannya untuk begini dan begitu.
Karena Roma tau bahwa apa yang kedua orangtuanya lakukan pasti atas dasar ajaran Islam.
Sebab, Islam itu begitu memuliakan perempuan.
Roma tetap melakukan hal yang sama dengan yang sang Aby lakukan hingga piring mereka kosong. Setelahnya ia dan Aby beranjak ke belakang dengan membawa piring kotor tersebut lalu mencucinya di wastafel.
Mikha baru tersadar bahwa apa yang selama ini Roma lakukan ternyata mencontoh dari orangtuanya.
Hatinya kembali menghangat dengan kedua pipi bersemu kemerahan.
__ADS_1
"Kebaikan apa yang telah gue lakuin, sampe Tuhan ngirim mereka semua dalam hidup gue?" batin Mikha, yang secara diam-diam menyusut air matanya.
...Bersambung ...