
Liburan Roma dan Mikha benar-benar manis dan penuh kehangatan. Karena merasa telah memiliki sang isteri seutuhnya maka Roma tak sungkan lagi untuk menunjukan rasa cintanya lewat verbal maupun lisan.
Bahkan kemarin malam, Mikha sudah di buatnya kesemutan di kedua pipi karena Roma terus saja memanggilnya zaujati di depan keluarga besar Alberto.
Karena kata Roma, panggilan sayang sudah di sematkan oleh sang Aby kepada Umma-nya. Honey sudah di pakai oleh opa dan Oma. Sehingga lelaki itupun memutuskan untuk menggunakan panggilan lain. Intinya panggilan tersebut baik dan bisa menambah kecintaan kit kepada pasangan itu sendiri.
Karenanya Islam mengharuskan panggilan yang bagus dan baik kepada pasangan. Seperti Rosulullah yang memiliki panggilan tersendiri dan khusus untuk istrinya Sayyidah Aisyah Rodiallahu anhu, yaitu Khumaira ( dimana artinya pipi yang kemerahan. )
Tadinya Roma ingin memanggil Mikha dengan panggilan mata indah bola pingpong, tapi kepanjangan.
Malah kata istrinya itu kayak judul lagu.
Mereka tiga pasangan dan satu remaja ini berjalan-jalan di sekitar bukit mendaki demi menemukan spot yang bagus yaitu air terjun dan pemandian air hangat.
Tempat ini lumayan privat dan sedikit pengunjung karena jarang ada wisatawan yang mau naik hingga bukit paling atas. Sebeb itulah Roma menginginkan agar Mikha menjaga kondisi tubuhnya.
Ketika hampir di ujung bukit Mikha terus saja merengut. Suaminya iningila, setelah seharian membuatnya bergoyang malah sekarang di paksa naik gunung.
"Sini aku gendong!" seru Roma yang tak tega melihat wajah lelah Mikha.
__ADS_1
"Gak usah, aku bisa jalan sendiri!" jawab Mikha ketus seraya menepis tangan Roma yang habcaj membantunya naik. Sementara yang lainnya sudah berada di atas bukit.
Ya gimana gak terlambat, setiap berapa meter mikha berhenti untuk istirahat.
"Ya maaf. Aku kan gak tau kalau rencana kita mau naik bukit buat liat air terjun. Kalo tau gitu, mainnya aku kurangin satu ronde," kata Roma yang sama sekali tak terlihat penyesalan karena pria itu sambil senyum-senyum saat bicara.
"Udah deh, diem. Kamu mah cuma ngeledek kan bukan menyesal!" ketus Mikha lagi.
Dia nampak kesal dan gemas dengan ekspresi Roma yang seakan merasa menang dari dirinya.
"Ih asal aja deh nuduh suami. Aku nyesel Lo ini makanya mau tanggung jawab sama kamu. Ayok naik!" titah Roma lagi yang sudah berjongkok di depan Mikha.
Tanpa sadar Mikha menarik sudut bibirnya ke atas.
Apalagi, seharian kemarin di habisi oleh Roma.
"Yakin, kamu kuat gendong aku sampai atas sana?" tanya Mikha dengan nada remeh.
"Hem, kamu ini ya ngeremehin aku," jawab Roma dengan senyum penuh arti yang tercetak di wajahnya.
__ADS_1
Ia pun berjalan dengan gagah seakan tak ada benda berat yang dipikulnya saat ini. Padahal bobot Mikha lumayan.
"Hebat juga dia. Padahal jalannya makin menanjak ini," batin Mikha takjub.
"Kuat banget sih kamu Kak. Kayak bawa kapas aja. Padahal kan mau berat loh, secara lima puluh tiga kilo," kata Mikha jujur mengenai berat tubuhnya.
"Pantes aja enteng. Aku biasa bawa beban seratus kilo lebih setiap nge-gym," sahut Roma yang terus melangkah sambil mengolah napasnya.
"Waw, Kakak nge-gym ternyata. Pantes aja ototnya bagus," kata Mikha kaget campur kagum. Berkelebatlah bayangan semalam yang membuatnya senyum-senyum sendiri.
"Iya dong, makanya kamu betah tuh di bawah selimut sama aku," goda Roma yang berujung mendapat cubitan di bahunya.
"Aw!"
"Allahuakbar, Mikha. Itu jari apa capit kepiting sih!" protes Roma yang hanya bisa meringis merasakan perih akibat cubitan sang istri.
"Makanya kalo ngomong jangan asal. Aku bukannya betah tapi gak bisa berkutik!" kilah Mikha.
Dalihnya itu ternyata mampu menciptakan gelak tawa yang kencang pada Roma.
__ADS_1
Kira-kira mereka berdua sampe ke puncak bukit jam berapa 🤣
...Bersambung. ...