Istriku Bad Girl

Istriku Bad Girl
Bab#42. Menahan Yang Bergejolak.


__ADS_3

Mikha pun mengangguk dan bertanya dengan wajah polosnya. "Boleh Mikha peluk lagi?" tanyanya, yang mana langsung dijawab cepat oleh Roma.


"Boleh dong," jawab Roma tenang tetap mempertahankan kharismanya. Padahal mah dalam hatinya sudah bersorak dan jejingkrakan bagaikan kuda lumping yang sedang menari di atas bara api.


"Ya Allah akhirnya dapet pelukan juga," batin Roma senang bukan main. Akan tetapi pria ini tetap mempertahankan egonya dengan membiarkan Mikha saja yang merengkuhnya.


Meski sejujurnya ia ingin sekali memeluk erat dan menguasai Mikha sepenuhnya. Sekali lagi dirinya harus sabar bukan.


Tak lama Mikha kembali melepaskan dirinya. Menunduk malu karena mengingat permintaannya sendiri. Awal dia yang menolak dan meminta agar Roma menjaga jarak agar tak menyentuhnya, tapi kini dia sendiri yang minta peluk.


"Gantilah pakaianmu sebentar lagi kita berangkat ke kampus," titah Roma.


Pada saat inilah Mikha paham apa yang Roma harapkan darinya sejak awal mereka menikah.


"Iya Kak," jawab Mikha singkat.


"Eh, kamu manggil apa tadi?" tanya Roma yang kembali berbalik dan mendekat ke arah Mikha berdiri.


"Kakak," jawab Mikha lagi malu-malu kodok eh kucing.


"Serius, kamu mau manggil aku dengan sebutan itu?" tanya Roma memastikan. Tangannya berada di atas bahu Mikha dan tatapannya begitu hangat merasuk kedalam bola mata gadis yang berdiri mematung ini.


Tentu saja Mikha hanya bisa mengangguk lemah seraya menahan napasnya.

__ADS_1


Roma tersenyum lebar hingga menampilkan jejeran giginya yang rata dan putih itu.


"Baiklah, Kakak ya. Aku suka," kata Roma dan kembali berlalu dari depan Mikha untuk masuk ke dalam ruangan ganti.


Setelah Roma berlalu dari hadapannya barulah Mikha dapat menguasainya napasnya.


Huft.


"Lo kenapa Mikha. Sejak kapan Lo jadi cewek imut begitu," rutuk gadis barbar ini dalam hatinya.


Roma tak kunjung keluar dari ruang ganti, karena itulah Mikha memilih berganti pakaian di depan lemari kaca.


Dengan cepat gadis ini mengganti celananya. Tak lama kemudian Mikha membuka pakaian bagian atasnya. Akan tetapi, dirinya lupa belum mengelurkan kemeja flanelnya dari dalam koper.


"Astagfirullah!" kaget Roma yang mana mau tak mau melihat penampakan kedua bukit yang bulat berisi di balik bra berwarna merah tersebut.


Dengan cepat Mikha dan Roma sama-sama berbalik untuk membelakangi. Lalu, gadis itu mengenakan pakaiannya dengan kondisi detak jantung yang berdebar tak karuan.


"Bodoh ku Mikha!" rutuknya sekali lagi.


Bagaimana dengan Roma?


Pria itu sudah setengah mati melupakan kejadian dini hari yang mana ia harus kembali menidurkan Joni susah payah tanpa harus bersolo karir.

__ADS_1


Karena menurut agamanya, onani tidaklah diperbolehkan dan termasuk salah satu perbutan dosa.


Masturbasi ataupun onani di larang agar manusia terhindar dari perbuatan zina serta perlakuan atau kegiatan seksual yang menyimpang.


Sungguh Allah hendak menjaga kemuliaan seorang hamba-nya dengan segala peraturan yang dibuat.


Karena itulah Roma akan memilih olah raga, oleh napas dan juga emosi.


Roma memilih untuk segera berwudhu dan mengucapkan istighfar juga bersholawat berkali-kali. Jika tak ada waktu untuk membaca Al Qur'an. Demi menetralkan kembali gejolak birahinya.


________


Saat ini, keduanya telah berada di kampus dan melakukan kegiatan dalam porsi mereka masing-masing. Sementara itu, Annisa dan Choki telah ijin pulang berbarengan dengan keduanya keluar dari apartemen.


Sebelum pulang, Choki kembali berbicara pada Roma agar memastikan secepatnya waktu agar mereka bisa liburan bersama.


Pelajaran hari ini lancar bagi Mikha. Bahkan ia lebih sering tersenyum kepada dua kawannya itu.


Satu hal yang membuat perasaan Mikha mendadak buruk adalah pada saat melihat Roma memberikan senyumnya pada Janet.


"Kenapa, Kak Roma tersenyum pada Janet? Apa yang mereka bicarakan?" gumamnya pelan, dengan tatapan yang tak bergeser sedikitpun dari pergerakan sepupunya yang licik itu.


"Mi, lu diem aja gitu liat kelakuan si Janet? Emangnya lu gak kesel?" cecar Ocha sambil menaik-turunkan alisnya.

__ADS_1


...Bersambung ...


__ADS_2