
"Eemm, Appa hentikan." gue kegelian, karena sejak tadi Richard tidak berhenti memainkan jarinya diatas perut gue.
"Bangun, sayang. Ini sudah sore." Sekarang dia mulai mengecup. Kecupan memang cing di air keruh, karena Richard memulai mengecup perut terus sampai keatas dan memberikan sesapan di salah satu gundukan itu.
"Appa... berhenti..." pinta gue lagi.
"Sayang, setelah anak kita lahir aku tidak akan bisa melakukan ini, jadi biarkan sampai aku puas." rayunya.
"Apa?! tidak. Aku mau mandi, appa." gue menggeser tubuh Richard dan menuju kamar mandi.
Aaiisshh bisa - bisa aku gak turun dari kasur. Gue masih bisa mendengar Richard terkekekh ketika gue masuk kamar mandi.
Richard memilihkan gue dress selutut berwarns putih, dia sendiri juga memakai kemeja putih dengan lengan yang digulung hingga siku dan celana linen putih.
"Kamu tampan, Appa." kami berdua sedang berdiri di depan cermin memandangi pantulan diri kami.
"Apa kamu baru menyadarinya sayang?" jawabnya penuh percaya diri. Bisa narsis juga dia. "Ayo"
Richard menautkan jari kami, menuntun gue keluar kamar. "Kita mau kemana?" Dia diam tidak menjawab.
Kita tiba di depan restoran, tapi sebelum masuk Richard menutup mata gue dengaan kedua tangannya.
Setelah berjalan masuk beberapa saat, "Kamu siap, sayang?" bisiknya ditelinga gue. Gue mengangguk.
"Kejutan." katanya sambil melepaskan tangan yang menutul mata gue. "Suka?"
__ADS_1
"Masih nanya lagi..." mata gue panas. Hari Richard so sweet banget dari pagi. Richard menyiapan candle light dinner di teras restoran dengan pemandangan candi Borobudur.
"Jangan nangis, malu sama tato." godanya sambil menarikan kursi untuk gue.
Rupanya Richard sudah memesan makanan untuk kami. Saat kita duduk, pelayan mulai bekerja, menuangkan red wine digelas Richard dan memberikan gue segelas mocktail.
Dinner berjalan dengan sangat baik, gue menghabiskan banyak stok senyum hari ini. Dan gue bersyukur waktu itu setuju untuk menikah dengan Richard.
Kami kembali ke villa dengan perut kenyang dan senyuman di bibir.
DI villa lagi - lagi Richard memperlakukan gue seperti ratu. Dia membantu gue membersihkan diri, memakaikan gue piyama dan membawa
gue ke ranjang tanpa melakukan apapun.
"Istirahat lah." Richard masuk di dalam selimut, memberikan gue pelukan dan membelai punggung gue.
-
Hari ini adalah jadi touring day.
Kalau kemarin Richard sangat romantis, hari ini sangat menyebalkan. Karena overprotective -nya.
Coba aja bayangin, tour yang harusnya seharian Richard potong jadi setengah hari. Gak boleh tour di tempat terbuka, gak boleh ke tempat yang jalan jauh, gak ada wahana - wahana seru. Sebel gak? Belum lagi makan malam yang harusnya di luar, dia ganti jadi di hotel. Nyebelin
Padahal gue udah ngebayangin serunya hari ini. Akhirnya hari ini hanya berakhir dengan beli oleh - oleh bakpia doang, karena perjalanan kesana aja udah makan waktu.
Gue dan Richard udah di hotel lagi. Gue masih cemberut, masih kesel, masih ga mau ngomong. Richard? Dia santai banget, kayak gak terjadi sesuatu, kayak gak sadar kalau gue kesel.
__ADS_1
Bikin gue tambah KESEL!!
Sampai mau jam makan malam, gue masih di kasur selimutan, sampe kepala. Gue masih gak mau ngomong sama Richard. Masa jauh - jauh ke Jogja cuman beli Bakpia doang?
"Sayang... " gue denger suaranya, gue makin merapatkan selimut.
"Ayo kita makan malam." ajaknya. Gue masih diem. Masih ngambek
"Sayang, ayo kasian baby kelaparan."
Kkrrriiiiuuukkk
Richard dapat Sekutu. Kayaknya baby lebih senang sama appa nya. Gak mendukung gue yang lagi ngambek.
Gue bisa denger kekeran Richard. "Sayang, ayo. Aku mandikan?"
Gue menggeleng didalam selimut. "Lalu apa? Katakan kamu mau apa? Aku akan mengabulkan. Sebagai permintaan maafku."
Gue langsung , ngeliatin Richard dengan serius. "bener?" Dia ngangguk.
"Aku mau romantik dinner di kamar, deket kolam." Dia tersenyum, setuju dengan ide gue.
"Dann... kamu harus mau pakai apapun yang aku siapkan."
Dia ngeliatin gue dengan tatapan curiga. Tapi gue pasang puppy eyes andalan Angel kalau lagi ngerayu appanya.
Dia narik napas berat, "Okey... As you wish, sayang." katanya kemudian dengan terpaksa. Dia kayaknya curiga gue punya ide 'brilliant'
__ADS_1