Istriku Bad Girl

Istriku Bad Girl
Last Chapter - Happy Ending


__ADS_3

Dua tahun sudah gue di Seoul. Semuanya lebih baik sekarang. Gue sudah mulai bisa beradaptasi dengan keadaan Seoul, dengan cuaca dan orang - orangnya.


Karena gak ada usaha yang mengkhianati hasil. Enam bulan pertama gue kerja keras buat belajar bahasa Korea, akhirnya sekarang bisa berkomunikasi dengan tetangga dan orang tua murid di sekolah Angel.


Gue juga sudah biasa dengan makanan Korea walau kadang - kadang gue suka kangen makanan Indonesia. Sambelnya, kerupuknya, jengkolnya.


Richard mengelola perusahaan milik keluarga Lee, ayah sambungnya dan juga memimpin kelompok Gustav yang ada di Korea dan Jepang.


Angel sudah jauh lebih baik. Dia sudah kembali ceria. Hanya saja sekarang dia begitu takut dengan laki - laki asing. Sedikit membuat gue khawatir tapi gue harap dengan berjalannya waktu dan bertambahnya usia, Angel bisa melupakan trauma nya.


"Appa, kamu sudah siap?" gue kembali ke kamar setelah memastikan Angel siap.


Richard menyodorkan dasinya ke gue sambil tersenyum. "Bagian mu sayang."


"Ck! Kenapa tidak melakukannya sendiri. Aku sudah kesulitan menjangkau mu," Maklum saja perut gue sudah membesar, tinggal menunggu hari sebelum gue melahirkan.


Richard mendudukan dirinya di kursi meja rias agar aku bisa lebih mudah memasangkan dasi. "Boy, Appa sudah tidak sabar ingin melihatmu," Bisiknya sambil mengelus perut gue.


"Sayang, lihat dia bergerak," baby sepertinya sangat menyukai Richard. Dia brgerak sangat aktif saat ada Richard dan selalu memberikan respon saat Richard bicara.


Gue mulai mengatur napas. Inhale exhale


Sejak semalam memang gue sudah merasakan kontrasi, tapi sejak pagi tadi jaraknya sering.


"Sayang?" Richard berdiri dan membantuku duduk. "Apa sudah waktunya?" Gue hanya mengangguk sambil terus berusaha mengatur napas.


"Boy, jangan membuat eomma mu kesakitan keluarlah dengan cepat. Oke?" Richard mengelus punggung gue, membuat gue lebih rileks.


"Appa... Ke... tubanku... pecah..." gue sudah sulit berkata - kata karena menahan sakitnya.


Richard terlihat lebih tenang dari gue. Gue panik walaupun saat senam hamil gue sudah banyak belajar tetap saja, kenyataan tidak selalu sama dengan teori.


Richard mengambil tas yang memang sudah gue siapin. Membantu gue berdiri dan berjalan. "Inhale exhale sayang," katanya sambil memperagakan.


"Rich, Alana sudah mau melahirkan?" Eomma Eun Hye nampak khawatir.


"Eomma dan Angel menyusul saja. Aku dan Alana ke rumah sakit sekarang."

__ADS_1


Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit perut gue semakin sakit, untuknya Richard tidak panik melihat gue yang kesakitan.


"Boy, kita akan bertemu sebentar lagi. Sabar ya... jangan buat eomma mu kesakitan," Rich mengelus perut gue sambil menyetir.


"Sayang, kamu bisa. Kita akan bertemu baby boy kita," Richard berdiri disamping gue yang sudah terbaring di ruang persalinan.


"Aku mencintaimu Alana." Berkali - kali dia mencium gue, memberikan semangat ke gue.


"Appa, sakit... "


"Aku tahu, aku tahu,"


Gue menggengam tangan Richard lebih kuat ketika dokter memberi aba - aba untuk mengejan.


"Ayo sayang, kamu ingin melihat putra kita bukan? Berusahalah sedikit lagi sayang,"


Gue mengejan untuk yang kedua kali setelah mendapatkan aba - aba dari dokter.


Oooeeekkk!!


Oooeeekkk!!


"Terima kasih sayang. Terima kasih," Richard juga menangis haru.


Dokter melakukan prosedur inisiasi menyusui dini. Meletakan baby merah itu diatas dada gue.


"Hai boy," Sapa Richard.


"Jadi siapa namanya, appa?"


"Keenan. Keenan Rivera Lee."


"Bagus, aku suka,"


 


Tahun berganti dengan cepat, tidak terasa sudah empat belas tahun gue di Seoul. Hari ini gue, Richard dan Keenan ada di bandara untuk mengantarkan Angel.

__ADS_1


Dia memutuskan untuk ke Jakarta, berusaha untuk menyembuhkan trauma nya dan juga ikut dengan Blue di Pandawa.


"Hati - hati sayang. Kabari Eomma jika kamu sudah sampai," Gue memeluk Angel.


"Tentu, Eomma."


Richard tentu saja berat melepas anak gadisnya ke negeri orang. Tapi mengingat ada Uwak dan Blue dia merelakan Angel pergi.


"Putriku sudah besar sekarang" Richard menatap kepergian Angel. "Dia tumbuh dengan baik," Richard memeluk gue dan juga Keenan yang berumur dua belas tahun.


"Terima kasih sayang, Terima kasih tetap berjalan bersama ku. Terima kasih sudah memberikan keluarga yang begitu sempurna,"


"Aku yang harus berterima kasih, Terima kasih karena meminta ku menikah, Terima kasih menerimaku yang seperti ini,"


"You're the best." Richard mencium gue tanpa ragu dan malu.


- The End -


.


.


.


.


.


.


.


.


Auwww


Terimakasih semua yang udah mampir.

__ADS_1


Terimakasih buat like, komen, mawar dan vote buat emak yang cuman penulis abal - abal 😘🙏🙏


see u the ISTRIKU BAD GIRL 2 yah


__ADS_2