
Tempat pertama yang gue tuju adalah rumah uwak Madin. Lupakan dulu soal design yang sudah dekat deadline. Gue harus mencari kejelasan apa hubungannya oma Sarah dengan ibu.
"Uwak." gue mencium punggung tangan uwak Madin.
Uwak Madin yang ada didepan gue sedang santai bermain ponsel sambil menikmati secangkir kopi.
"Wak, sebenarnya apa hubungan Ibu sama nyonya Sarah." Uwak menatap gue sekilas. Meletakan ponselnya disofa.
Uwak tidak langsung menjawab, ia menyadarkan punggungnya membuat dirinya lebih santai.
"Dia istri pertama ayahmu."
"Istri pertama? Maksudnya ibu madunya nyonya Sarah?" uwak menggeleng.
"Mereka sudah resmi bercerai lama sebelum ayahmu bertemu dengan ibumu. Tapi Sarah tidak terima Paulo menikah dengan ibumu. Selama menikah banyak ancaman dan bahaya untuk ibumu. Jadi dengan terpaksa ayahmu mengikuti kemauan Sarah."
"Memang Nyonya Sarah minta apa?"
"Meninggalkan ibumu dan kembali padanya." jawab uwak singkat.
JDEERRR!
"Jadi ayah bukan penjudi?' lagi - lagi uwak menggeleng.
__ADS_1
" Berita itu Paulo sendiri yang menyebarkan. Dia gak mau Lina jadi gunjingan orang karena di tinggal suami pada saat hamil besar."
"Paulo tetep mengawasi ibu mu tanpa sepengetahuan Sarah. Mereka bertemu diam - diam. Bahkan saat melahirkan ayahmu ikut menemani Lani."
"Ibu seperti simpanan ayah."
"Kalau lu bukan ponakan uwak, mulut lu udah uwak robek." uwak memang sangat sensitif soal keluarga. Jiwa melindungi keluarganya sangat besar.
"Lanjutin wak ceritanya." gue gak perduli kekesalan uwak Madin.
"Sampai akhirnya Sarah tahu. Dia datang ke rumah Lina saat Paulo tidak di rumah Membawa beberapa orang. Ibu lu disiksa." gue bisa dengar kemarahan di suara uwak.
"Ibu lu disiksa sampe dia koma." lanjutnya. Uwak menunduk sambil mengusap air matanya.
"Dengan susah payah, akhirnya Paulo berhasil memberi kabar ke uwak. Tapi kabar yang uwak dapet saat itu Lani sudah meninggal."
"Kenapa ayah gak cari abi? Kenapa ayah biarin abi sendiri?" sekarang gue ikut marah, mata gue berembun, suara gue bergetar.
"Dia gak mau kamu celaka kayak Lina. Orang suruhan Paulo bilang, Paulo dikurung sama Sarah juga disiksa. Jadi dia gak mau lu bernasib sama."
"Uwak ga cari ayah? Kenapa uwak diem aja ga berbuat apa - apa?" gue berteriak.
"Lu pikir gak gue lakuin?! Paulo itu salah satu orang gue di Italia. Gue tahu kemampuan dia. Tapi Sarah itu licik!"
__ADS_1
"Dia selalu berpindah - pindah. Dan hanya ada sedikit orang yang membantu Sarah, soalnya orang - orang itu setia sama dia. Terakhir yang uwak tau dia bawa Paulo ke Myanmar. Sampe uwak denger Paulo meninggal."
DEG!
Gue menengadah keatas, menahan air mata gue biar gak tumpah. Menahan sakit dihati gue akibat kisah rumit orang tua gue.
"Jasmin, apa Jasmin saudara abi?" tiba - tiba pikiran konyol dan bodoh itu melintas dikepala gue. Uwak menggeleng. Gue bernapas lega.
"Tapi uwak denger, Paulo punya anak angkat. Anak angkat yang nemenin dan ngurusin dia selama dikurung."
"Sekarang dia dimana?" gue mau ketemu saudara angkat gue. Denger cerita tentang ayah. Dia beruntung bisa dekat dengan ayah.
"Meninggal." lagi - lagi gue merasa sakit. "Uwak punya datanya." uwak bangun dari duduknya dan masuk ke ruang kerja. Tidak lama, uwak keluar dengan membawa map merah.
Gue menerima map dari uwak. Gue merasa gak asing dengan wajah gadis yang ada difoto.
Tangan gue gemetar, jantung gue berdegup kencang saat jari telunjuk gue berhenti dinama gadis kecil anak angkat ayah. Rosaline.
"Richard tau?" suara gue tercekat ditenggorokan tapi gue yakin uwak bisa denger. Uwak menggeleng.
"Kecelakaan itu, apa benar kecelakaan?"
"Uwak akan minta orang buat periksa." uwak menghubungi seseorang dengan ponselnya.
__ADS_1