Istriku Bad Girl

Istriku Bad Girl
Bab#65. Mengungkap Tabir.


__ADS_3

Rudy lebih dulu menatap lekat kedua manik mata putrinya yang nampak berbeda sejak ia melepas tanggungjawabnya itu kepada keluarga Zakaria.


Rudy mendapati sosok dewasa itu kini bersemayam di dalam diri Mikha. Sehingga, ia merasa hari ini adalah saat serta momen yang tepat untuk mengatakan serta mengungkapkan hal yang sesungguhnya.


Rudy mengulurkan tangannya untuk menggenggam telapak tangan Putri kesayangannya itu.


"Mikha, sebelumnya Ayah ingin meminta maaf. Karena kelemahanku serta ketidaktegasanku terhadap ibumu maka, semua ini terjadi. Kamu, jadi kekurangan kasih sayang seorang ibu. Kamu, bahkan mengetahui kisah yang salah. Ayah minta maaf, karena menyembunyikan kejadian yang sebenarnya. Semua itu, hanya karena ... agar kamu tidak membenci Sonia," kata Rudy yang tentunya semakin membuat Mikha bertanya-tanya.


"Ayah akan menjelaskannya, karena ku pikir saat ini kamu telah lebih dewasa dan bijak dalam mengambil sikap serta pemikiran. Semoga Ayah tidak salah. Kamu berhak tau semuanya," sambung Rudy lagi.


"Kenapa aku semakin yakin jika selama ini, aku telah membenci orang yang salah. Kenapa aku semakin ragu akan ucapan Nek Sum," batin Mikha.


Gadis itu menghela napas dalam.


"Yah, cerita aja ya. Insyaallah Mikha siap mendengar apapun kenyataannya. Mikha gak mau membenci Ayah selamanya," ucap Mikha jujur.


"Sayang, Ayah ikhlas terhadap apapun perlakuan kamu. Semua itu juga akibat sikap Ayah yang emang gak bisa tegas. Tetapi, setelah ini Ayah sangat berharap kamu juga tidak membenci Sonia, ibumu," ucap Rudy.

__ADS_1


"Iya Yah, Mikha akan menghadapi semua kenyataan ini dengan sikap yang lebih sabar lagi. Lagipula kata Kak Roma, takdir itu tidak harus di tolak ataupun di protes, tetapi sebaiknya di syukuri karena di sanalah letak kebaikan untuk kita. Allah maha tau dari makhluknya," timpal Mikha.


"Masyaallah, putri Ayah sudah lebih bijak dan dewasa dalam menyikapi hidup. Ayah sangat beruntung mendapatkan putri sepertimu. Sosok yang mau belajar dan menerima takdirnya," puji Rudy sehingga Mikha merasakan sesuatu yang hangat mengalir dalam dadanya.


"Mikha bersyukur pada Allah karena pada saat itu di pertemukan dengan Kak Roma meskipun dalam keadaan yang sedikit buruk di mata orang lain," jelas Mikha yang mana hal itu membuat kedua manik mata Rudy bergerak menelisik.


"Jadi, kamu benar di jebak? Maksdnya kalian tidak--"


"Semua berawal dari ulah Janet. Dia memaksakan Mikha untuk mabuk agar mau menemani Om-om tua gendut. Tetapi, aku kabur dan entah bagaimana bisa berakhir di atas ranjang bersama Kak Roma. Pria yang tidak pernah Mikha kenal sebelumnya," potong Mikha dengan penjelasan berikutnya.


"Enggak dong, Yah. Kan main lagi kecil aja. Pas besar aku ikut Nek Sum. Bahkan aku sering ikut ibu ngumpul sama temannya si klab," jelas Mikha.


"Astagfirullah. Jadi, Sonia pernah mengajak kamu ke klab?" tanya Rudy yang sedikit syok. Bahkan pria itu sampai mengusap wajahnya.


"Ayah, benar-benar bersalah karena telah menyerahkan kamu pada keluarga yang salah," gumam Rudi pelan. Akan tetapi Mikha masih bisa mendengarnya.


"Yah, cepat katakan. Kemana sebenarnya ibu pergi? Mikha janji tidak akan membencinya maupun Nek Sum," desak Mikha seraya menggoyangkan lengan ayahnya itu.

__ADS_1


"Mikha, ingat satu hal. Bahwa apapun yang Sonia lakukan semua karena sikap Ayah yang kurang tegas padanya. Kamu jangan membenci ibumu itu. Bahkan, saking tak sanggup marah padanya, Sonia lah yang menggugat cerai Ayah. Sungguh, semua ini kesalahan yang sangat Ayah sesalkan," tegas Rudy sekali lagi.


"Percayalah, Yah. Mikha gak akan benci siapapun lagi," sahut Mikha dengan penuh keyakinan.


"Ibumu, selingkuh dengan pria lain ... karena keadaan Ayah yang tidak bisa memenuhi kebutuhan biologisnya. Bahkan, Sonia pergi dengan pria itu dan meninggalkan kamu. Tapi, Nak ... cukuplah kamu tau saja dan Ayah mohon jangan sekalipun membenci dia," jelas Rudy dengan tatapan memohon.


Tenggorokan Mikha tercekat, kedua manik matanya membulat. Selama ini yang ia tau ayahnya lah yang telah berkhianat. Sehingga, Mikha sangat patah hati dan membenci figur Rudy bahkan hampir semua laki-laki.


Karena yang selama ini Mikha tau sosok sang ayah adalah pria yang penyayang Keluarga dan penuh perhatian. Tetapi ternyata, selama ini ia telah melakukan hal yang sia-sia, yaitu membenci sosok yang salah.


Mikha berakhir dengan membekap mulutnya. Menahan teriakan maupun tangis itu keluar. Tatapannya dengan mata basah mengarah pada sang Ayah.


"Ayah, maafkan Mikha ...," lirihnya.


"Oh putri Ayah. Kamu tidak salah, Nak. Ayah yang bersalah di sini," sambut Rudy akan raga putrinya yang menghambur kedalam pelukannya itu.


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2