
Mikha mau tak mau mengiyakan dan mereka berdua pun menonton bersama. Ternyata Roma banyak menyimpan film-film bagus. Kedua mata Mikha berbinar kala menemukan beberapa film sci-fi serta super Hero kesukaannya beberapa tahun yang lalu.
"Boleh kita nonton yang ini?" tanya Mikha seraya menunjukkan DVD film jaman ia kecil dulu. Roma mengangguk hingga terciptalah raut wajah senang dari istri kecilnya itu.
Jika pernikahannya sudah diterima oleh Mikha mungkin Roma tidak akan menahan rasa gemasnya untuk mencubit kedua pipi itu.
Mereka benar-benar nonton bersama, dimana Roma hanya bermaksud untuk membunuh waktu saja. Keduanya duduk saling berjauhan, karena ia dan Mikha berada di masing-masing sudut kursi. Hal itu justru semakin membuatnya ingin tergelak.
Akhirnya, tawa itu pun lepas juga. Dimana mendatangkan keterkejutan pada Mikha
"Dia kenapa? Sejak tadi senyum melulu?" batin Mikha heran. Karena film bahkan belum dimulai tetapi Roma sudah tertawa geli.
Tak lama kemudian mereka diam untuk bersiap menonton film Spiderman klasik sampai sekuelnya. Dimana super Hero ini akan bertarung dengan sahabatnya sendiri yang menjadi villain.
Roma berdiri dan meninggalkan Mikha yang nampak serius menatap layar televisi di hadapannya. Apalagi ketika super Hero berpakaian ketat itu bergelantungan dari gedung satu ke gedung lainnya.
Roma ternyata membuat minuman dan membawa aneka cemilan dan meletakkannya di atas sofa.
Mikha mengambil salah satu botol minuman tanpa menoleh sedikitpun. Roma langsung mengambil alih pada saat istrinya itu terlihat kesulitan membuka tutup botol.
Roma juga membuka beberapa kemasan keripik kesukaan Mikha. Setelah itu lelaki berhidung mancung ini kembali menggeser duduknya agak jauh. Pada saat itulah Mikha menoleh.
"Apa setakut itu duduk dekat aku? Atau dia memang masih memegang konsekuensi perjanjian?" batin Mikha. Akan tetapi setelah ia kembali abai dan memilih untuk menikmati tontonan serta berbagai macam makanan ringan yang telah tersedia.
Roma sampai tertidur di pinggiran kursi karena Mikha sempat beberapa kali menyambung dengan film lainya.
Kali ini Mikha memilih untuk menonton film sebuah penduduk planet Pandora yang berwarna biru. Mereka adalah bangsa Na'vi, dari planet yang menyerupai bumi.
Mikha nampak sangat menyukai film tersebut terlihat dari antusiasmenya.
__ADS_1
Tanpa terasa waktu telah menginjak tengah malam. Roma sampai beberapa kali melenggut ketika rasa kantuk itu menghampirinya.
Akan tetapi, pada saat ia menoleh Mikha masih nampak bersemangat. Alan tetapi Roma cukup senang dan tenaga karena Mikha seperti terlupa akan rencananya yang ingin keluar malam ini
Hingga jarum jam menunjukkan angka satu dini hari pun televisi masih menyala. Mikha nampaknya sudah lama sekali tidak menonton film. Karena memang ia justru lebih sering mengabiskan waktunya di arena balapan dan juga di lokasi latihan bela diri.
Tak ada yang tau, selain kedua kawannya si kembar manis.
Beberapa saat kemudian ketika jarum jam telah menunjukkan angka dua dini hari. Bukan kedua manusia ini lagi yang menonton layar televisi akan tetapi sebaliknya.
Tanpa sadar Mikha bahkan terlihat bersandar di bahu Roma. Laki-laki yang berstatus suami namun sangat di jauhinya.
Keduanya terlelap hingga film habis dan bergaunglah gema adzan dari masjid yang tak jauh lokasi apartemen tersebut.
Mikha yang terlihat lebih dulu bangun kemudian mengerjapkan kedua matanya. Gadis ini tengah menelaah posisinya saat ini. Karena di hadapannya terdapat televisi yang hanya menampilkan garis abu-abu.
"Aaahh!" pekiknya.
Sontak teriakannya membuat Roma pun seketika terbangun. "Allahuakbar!" ucap Roma, kaget. Dan pria itu pun langsung memisahkan dirinya.
"Ya Allah, ketiduran di sofa," gumam Roma. Menoleh ke arah Mikha yang langsung lari menuju kamarnya.
Senyumnya pun tercetak sempurna. Rencananya berjalan dengan baik dan sesuai apa yang ia inginkan tetapi, hal itu nyatanya sampai membuatnya juga ketiduran. Alhasil Roma melewatkan ritual sepertiga malamnya.
Mikha yang sudah berada di dalam kamar seketika langsung mencari ponselnya. Hingga bibirnya yang sensual itu mengeluarkan umpatan demi umpatan.
"Sial! Ini pasti kerjaan dia yang emang sengaja bikin gue ketiduran!" umpat Mikha. Gadis ini terlihat kesal sekali dengan berjalan mondar-mandir sambil mengacak-acak rambutnya yang panjang tergerai.
Mikha terlihat sangat gusar dan gelisah karena dia baru saja melanggar janjinya. Semalam dirinya telah berjanji pada penantang bahwa ia akan hadir. Tetapi, karena ketiduran semua janjinya pun tak sengaja di ingkari.
__ADS_1
"Gila deh ini mah! Di kata apa si raja malam nanti karena telah melanggar janji. Mana gak ada konfirmasi," racau Mikha sambil membuka pakaiannya satu persatu dan mulai melangkah masuk ke kamar mandi.
Seperti biasa Roma yang selalu berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi keduanya. Karena kesiangan sehingga pria itu hanya menyiapkan nasi goreng sebagai sarapan mereka.
Mikha yang masih kesal hanya sibuk dengan ponselnya saja. Ia tak peduli dengan kesibukan dari suaminya itu.
"Untung masih bisa ganti hari untuk bisa menaklukkan tantangan itu," gumam Mikha. Gadis itu akhirnya bisa menghela napas lega. Karena masalahnya di arena balap motor telah menemukan solusi.
Sementara itu Roma yang sedang sibuk menata piring di meja makan hanya bisa melirik ke arah istri kecilnya itu.
"Mikha, kesinilah!" panggil Roma, tentu saja dengan suara lembut dan senyum. Lelaki ini memanggil istrinya seperti memperlakukan anak kecil. Karena ia faham jika Mikha tak mungkin di perlakukan dengan keras.
Dengan malas Mikha pun menghampiri juga, namun tatapannya yang ketus menatap Roma tanpa kedip. "Kamu sengaja kan bikin aku ketiduran semalam?" ketus Mikha.
"Makanlah dulu sarapanmu. Agar emosi itu bisa teredam. Karena biasanya perut yang kosong akan membuat orang cepat marah dan otak tak bisa berpikir dengan jernih," kata Roma.
Ia tau jika Mikha pasti akan marah. Setidaknya ia kan terus mencari cara agar istrinya ini meninggalkan kebiasaannya yang tidak baik bagi seorang muslimah.
Bagaimanapun segala tindak tanduk Mikha saat ini adalah tanggungjawabnya. Baik dan buruknya sang istri di dunia mengenai segala keburukannya adalah tugas Roma sebagai imam untuk membimbingnya ke jalan yang benar.
Anehnya meskipun kesal Mikha tetap menurut apa kata Roma, sekalipun lelaki itu memerintahnya dengan kalimat yang lembut.
Selepas solat subuh tadi Roma mendapat cara untuk menaklukkan hati Mikha. Karena itu mulai, saat ini Roma akan menekan rendah egonya.
Tak lama Roma meninggalkan meja makan terlebih dulu. "Maaf ya, aku selesai lebih dulu karena harus membuat bekal untuk makan siang kita nanti," kata Roma seraya mengusap pucuk kepala gadis itu lembut.
Mikha hampir saja menjatuhkan sendok dari mulutnya.
...Bersambung ...
__ADS_1