
Jangan tanya apa hukuman yang Richard kasi ke gue. Sunggu gue malu buat mengingat itu apalagi cerita.
Richard mengajarkan gue gimana caranya jadi pemuas suami level tinggi. SUAMI! Gue sebut suami loh ya... jadi kalao lakik lu masih d leber pacar, jauh - jauh dari pelajaran Richard.
Semalam Richard benar - benar berhasil membuat gue mewujudkan segala fantasi liarnya. Aarrgghh... kalau Richard jadi menenggelamkan diri dilaut karena pake gaun tidur, gue akan ikut dia.
Semalam gue baru tahu ada cara lain itu pelepasan selain perkutut masuk sangkar. Dan benar Richard menjadi rajanya selama. Karena cuman gue yang kerja, Richard hanya mengerang nikmat dibawah gue.
STOP! Jangan dibayangin! Puasa!
Bibir gue bengkak, rahang gue kaku tangan gue pegel. Udah ngerti kan arah pembicaraan gue?!
Ampun, abis ini gue gak akan minta macem - macem lagi ke Richard.
Sinar matahari mulai menembuat gue mengerjakan mata. Meraba wilayah ranjang disebelah gue. Kosong. Kemana mantan rajaku?
Mata dan pendengaran gue langsung beralih ke kamar mandi. Sepi. Tidak ada suara air. Gue pakai kaos Richard yang kebesaran di badan gue menuju ke kolam renang karena slidding dong sedikit terbuka.
Richard sedang berenang. Pagi - pagi mata gue udah dimanjakan dengan pemandangan indah.
"Sayang, kamu sudah bangun?" Richard menyadari kehadiran gue yang sedang bersandar di pintu menikmati pemandangan indah yang hanya milik gue.
Aaiissh ini pasti gara - gara ajaran Richard semalam.
__ADS_1
"Berenang?" tawarnya.
"Tidak. Aku akan merapikan koper." gue melarikan diri masuk ke dalam kamar.
"Apa semua sudah siap, sayang?" Richard sudah rapi dan wangi.
"Aku akan mandi." gue dan Richard harus segera ke bandara jika tidak mau ketinggalan pesawat.
Richard memeluk dari belakang, menyandarkan kepalanya dipundah gue. "Kamu bahagia?"
"Selain kekonyolanmu yang melarang mengunjungi tempat jauh, aku bahagia appa. Terima kasih. " satu kecupan sebagai rasa Terima kasih.
"Baiklah. Ayo kita pulang. Angel dan eomma menunggu."
*****
Sudah seminggu ini rutinitas gue kembali seperti semula. Mengurus Angel dan rumah alis apartemen.
Eomma sudah kembali ke Seoul dan akan datang lagi menjelang gue melahirkan.
Setelah Angel masuk kelas, gue meninggalkan sekolah karena ada beberapa design yang harus segera selesai.
Tapi ternyata diparkiran mobil gue udah dijaga sama Om Sarah. "Nyonya Sarah? Anda menunggu saya?"
__ADS_1
"Tinggalkan Richard. Ceraikan dia, biarkan Jasmin menjadi istrinya." katany dengan nada perintah.
"Sehingga anda bisa menguasai asuransi yang diwariskan Rosaline?" Gue menegakan posisi berdiri gue, memberikan gesture gue gak takut dengan ancamannya.
"Saya punya hak juga atas asuransi itu. Rosaline anak saya.'
" Maaf nyonya, anggaplah saya bodoh. Sebodoh nya saya, saya masih tidak habis pikir bagaimana anda bisa berpikir anda punya hak?"
"Rosaline mengumpulkan uang untuk asuransi itu dengan keringatnya sendiri, tidak minta bantuan anda. Bagaimana bisa ada hak anda?"
"Lagipula bukannya anda tidak pernah mengakui Rosaline bagian keluarga anda?"
"Kamu jangan ikut campur! Cukup ikuti perintah saya!" Oma Sarah mulai naik darah.
"Saya bukan pelayan anda."
"Jangan salahkan saya kalau saya bertindak kasar!" ancam nya.
"Silahkan. Anda pikir saya takut? Rupanya anda belum mengenal saya, nyonya."
"Kamu sama saja dengan ibumu. Perebut! Benalu!"
Gue dorong Oma Sarah hingga membentur mobil. "Jaga bicara anda! Saya tidak akan pernah sungkan menghajar anda."
__ADS_1
"Dasar preman!" Hardik nya.
"Kalau begitu anda harus hati - hatinya, sebelum preman ini melukai anda." gue masuk mobil. BRAGH! menutup pintu mobil dengan keras.