Istriku Bad Girl

Istriku Bad Girl
Bab#67. IBG.


__ADS_3

Janet segera pergi dari tempat tersebut dengan senyum liciknya.


Keesokan harinya, Mikha dan Roma kembali pada rutinitas mereka seperti hari-hari sebelumnya. Belajar dan mengajar.


Cuti selama tiga hari membawa perubahan yang begitu besar terhadap hubungan keduanya. Sikap Mikha perlahan berubah meskipun Roma tak pernah menuntut hal itu padanya.


Roma sengaja menurunkan Mikha di parkiran tanpa sembunyi-sembunyi lagi. Toh sebentar lagi mereka akan sebar undangan untuk meratakan resepsi pernikahan keduanya.


Pernikahan yang terjadi beberapa waktu lalu pun telah di simpan di ponsel masing-masing sebagai bukti jika ada hal-hal yang tidak diinginkan.


Roda ban telah berhenti sempurna dan Roma pun mematikan mesin mobil tersebut. Menoleh sebentar ke arah Mikha kemudian tersenyum karena lagi-lagi istrinya itu terlihat kesusahan acap kali membuka seat belt.


"Sini," kata Roma, seraya mengulurkan tangannya untuk membantu mikha.


Wanita di hadapannya ini tersenyum, meskipun Mikha sebenarnya tengah merasakan degup tak beraturan dalam dadanya. Hal itu masih kerap terjadi dan ia rasakan setiap kali berdekatan dengan suaminya yang tampan ini.

__ADS_1


"Makasih, Kak. Mikha turun ya," pamitnya seraya mencium punggung tangan suaminya itu.


"Iya, sampe ketemu di kelas ya, Sayang," goda Roma, yang mana ucapannya itu langsung membuat kedua pipi Mikha bersemu merah.


"Um, Kakak jangan lupa nanti dimakan bekalnya," sahut Mikha yang justru malah membahas perbekalan.


"Ya pasti dong, apalagi ini pertama kalinya kamu buatin bekal untuk aku. Pasti aku makan sampai tak bersisa," ucap Roma yang justru semakin membuat pipi Mikha kesemutan dan perasaan hangat seketika mengisi relung jiwanya.


Apakah ini yang namanya jatuh cinta? Mungkin tepat tapi belum terlambat bukan?


Mikha pun turun dari mobil dan langsung berlari untuk menuju bangunan kampus. Roma hanya bisa menggeleng dengan senyum gemas, setelah itu ia pun ikut turun. Tak langsung ke kelas namun menuju ruang kerjanya terlebih dulu.


"Its show time!" kata Janet dengan tawanya yang menunjukkan raut wajah puas.


"Kalian bahkan berani terang-terangan ya sekarang. Nantikan saja apa yang terjadi pada lu Mikha. Awas nangis," gumam Janet kembali melanjutkan tawanya. Gadis itu pun berlalu untuk menonton apa yang telah ia ciptakan.

__ADS_1


Sepanjang koridor, Mikha yang memang sejak awal telah menjadi sorotan dari beberapa mahasiswa kini telah menjadi sorotan dari para mahasiswi. Akan tetapi, tatapan mereka sangat lain dari biasanya. Tajam dan penuh kemarahan. Bahkan sebagian dari mereka tak segan untuk berbisik-bisik.


"Ada apa ini sebenarnya? Kenapa mereka semua melihatku seperti itu?" heran Mikha berbicara dalam hatinya.


Terlebih ketika ia masuk kedalam kelas. Tatapan lebih aneh lagi ia dapati dari semua penghuni ruangan tersebut.


"Nih dia nih gadis sok suci!"


"Pantes aja makin kesini dandanannya berubah sopan. Ternyata ada maunya!"


"Ternyata mau tebar pesona dan mengambil hati dosen kita!"


Tuduhan dari beberapa mahasiswi pun mulai dilemparkan ke wajah Mikha.


Ichi dan Ocha langsung menghambur dan menarik Mikha keluar kelas. Si kembar manis itu membawa sahabat mereka ini ke tempat yang lebih sepi.

__ADS_1


"Lu gila ya pake masuk kelas segala!" seru Ichi dengan napas yang memburu lantaran menahan kesal.


...Bersambung ...


__ADS_2