Istriku Bad Girl

Istriku Bad Girl
Bab#25. Ingatan Yang Berkelebat.


__ADS_3

"Aku akan ikut kamu malam ini," ucap Roma seraya memberikan air mineral pada Mikha.


Mikha benar-benar melotot. Ia masih percaya dengan apa yang didengar oleh telinganya. Apa iya Roma pria yang ia tau kalem ini mau ikut dengannya menonton di arena sirkuit liar tersebut.


"Kenapa? Kamu gak percaya?" cecar Roma.


Mikha masih menatapnya tak berkedip menelisik apakah ucapan pria ini sungguhan atau hanya bercanda.


"Sebelum, ke arena ... gimana kalau kamu nemenin aku nonton DVD," tawar Roma. Secara tidak langsung pria ini membuat penawaran tukar tambah. Mikha menemaninya dan ia akan mengijinkan sang istri untuk balapan.


"Oke," jawab Mikha singkat. Tanpa sadar gadis itu membawa piring kotor miliknya dan juga Roma ke wastafel dan mencucinya.


Hal yang tak pernah dilakukan oleh Mikha sebelumnya. Entah apa yang telah merubah kebiasaan serta kemauan dari gadis berambut panjang nan hitam legam itu.


Roma menoleh ke arah dapur, memperhatikan istri kecilnya itu dari jauh. Roma terlihat berkali-kali menarik napas serta menelan ludahnya kasar. Bagiamana tidak, jika di dalam kediamannya sang istri hanya mengenakan piyama dan juga menggerai rambut panjangnya.


Bagaimana juga dia tetaplah seorang pria normal yang akan tergugah jika melihat kecantikan di depan matanya. Apalagi hubungan mereka sudah sah secara agama dan negara meskipun belum di resmikan.


"Sabar Roma, semua pasti akan ada waktunya. Karena kau tidak bisa memaksanya wanita yang belum menerimamu dalam hati dan juga hidupnya," batin Roma menenangkan hati dan juga napsunya.


Mereka berdua pun kembali ke kamar masing-masing hingga waktu salat isya pun tiba. Roma kembali merekahkan senyum di wajahnya karena mika menurut untuk melaksanakan salat berjamaah dengan lagi.

__ADS_1


Di luar sifatnya yang suka membangkang dan seenaknya sendiri ternyata ada kalanya juga gadis itu mau mendengarkan apa kata-katanya. Sehingga Hal ini menyebabkan Roma sedikit berharap di dalam hatinya bahwa perlahan-lahan kesabarannya akan membuahkan hasil. Lambat-laun ia akan dapat merubah tabiat Mikha yang kasar dan tanpa attitude itu menjadi lebih baik.


Sebab, Roma dapat merasakan jika istri kecilnya itu pada dasarnya adalah perempuan baik yang penurut hanya saja terdapat salah asuhan dan juga lingkungan yang berpengaruh jelek terhadap mentalnya.


Roma semakin besar keinginannya untuk mencari tahu latar belakang, serta awal mula bagaimana nikah terbentuk menjadi pribadi yang sekeras ini. Setidaknya setelah dirinya tahu Apa permasalahannya maka, akan lebih mudah dalam memperbaiki apa yang telah rusak itu.


Tanpa Roma sadari perlahan tapi pasti hatinya mulai tergugah dan percikan cinta itu mulai terasa membelai kalbunya.


Meraka melaksanakan salat berjamaah dengan khusyuk seperti tadi. Lagi, Mikha kembali merasakan getaran serta desiran yang aneh menerpa hatinya. Bahkan, kali ini rasa itu membuat hampir seluruh tubuhnya terasa kesemutan dan merinding setelahnya.


Mikha tidak ingin menangis seperti tadi pertama kali dia melaksanakan salat berjamaah di waktu Maghrib. Akan tetapi dirinya justru merasakan sesuatu hal yang membuatnya begitu ringan tanpa beban. Seakan suruh kesedihan yang selama ini menyelimuti hidupnya perlahan-lahan terbang laksana pasir yang tertiup oleh angin.


Mikha yang duduk di belakang Roma nyatanya, tak menggeser sedikitpun pandangannya terhadap pria yang hanya bisa ia lihat punggung lebarnya saja. Karena pada saat ini Roma masih khusyuk berdoa.


Entah apa yang pria itu ucapkan dari mulutnya karena Mikha sama sekali tidak mengerti dan belum pernah mendengar sekalipun dalam hidupnya.


Bahkan, kebiasaan untuk salat lima waktu saja Mikha jarang sekali mengerjakannya. Ia kembali melaksanakan kewajiban umat muslim ini pada saat tinggal bersama dengan Roma.


Seperti ada Dejavu yang menghampirinya. Mikha merasa jika dirinya pernah melakukan hal seperti itu. Karena itulah Mikha perlahan mengingat-ingat bagaimana gerakan serta bacaan dari ibadah salat tersebut.


Untuk gerakannya garis ini masih hafal ternyata akan tetapi untuk bacaannya Mikha dan benar tidak ingat sama sekali.

__ADS_1


Sebab itulah selama beberapa hari belakangan ini mika suka membuka salah satu aplikasi media sosial untuk mencari tahu bagaimana bacaan dalam salat. Akhirnya perlahan-lahan ingatan dari memori masa lalu Mikha terbuka.


Bahkan ia pun terlupa, memori tersebut berasal dari kurun waktu yang mana. Apakah Mikha balita atau kecil?


Akan tetapi pada saat ia mengingat masa-masa kecilnya itu tiba-tiba yang berkelebat dalam kepalanya adalah kenangan di masa remajanya pada saat kedua orang tuanya berpisah.


Bahkan ada beberapa kata maupun kalimat yang terus terngiang-ngiang di dalam kepala Mikha.


Sebuah kalimat setiap perkataan dari sang nenek yang menerangkan bahwa, kepergian sang ibu semuanya berasal dan atas dasar akibat dari ayahnya sendiri.


Kebencian demi kebencian seakan tertanam dalam otaknya.


Mikha berpikir bahwa ia kehilangan ibu dan juga kasih sayangnya semua lantaran perbuatan sang ayah yang egois karena sempat terpincut oleh perempuan lain.


"Apakah pria seperti dia dapat memegang janjinya?" batin Mikha.


mendadak Roma menoleh dan pria itu mendapati gadis di belakangnya tengah memperhatikan dirinya dengan serius.


"Ehem!"


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2