Istriku Bad Girl

Istriku Bad Girl
Bab#64. IBG. Bertemu Rudy.


__ADS_3

Mikha membulatkan kedua manik matanya pada saat visualnya itu mendapati sosok yang ternyata sangat ia rindukan. Hal yang tak mungkin dapat Mikha pungkiri tengah ia rasakan dalam hatinya.


"Ayah," sapa Mikha seraya berjalan mendekat lalu meraih telapak tangan Rudy dan mencium punggung tangan pria tersebut dengan takzim.


"Masyaallah, putri Ayah semakin cantik saja," puji Rudy mengusap sebentar pucuk kepala Mikha.


"Ayah apa kabar?" tanya Mikha dengan tatapan penuh binar.


"Alhamdulillah, Ayah sehat berkat Rahmat Allah. Kamu gimana? Apakah bahagia?" cecar Rudy berani karena ia melihat binar kebahagiaan itu di kedua mata putrinya laksana kembang api.


"Insyaallah, bahagia, Yah. Mikha sudah mendapatkan harmoni keluarga yang selama ini aku impikan," jelas Mikha jujur karena memang itu kenyataannya.


"Syukurlah, Nak. Ayah ikut bahagia dan bersyukur mendengarnya. Lagipula, semua itu terlihat jelas di wajahmu yang berseri-seri. Keluarga bang Jack memang selalu baik sejak dulu," bisik Rudy pelan.


Mikha hanya mengangguk dengan seulas senyuman.


Mereka pun berbicara serius, memperbincangkan mengenai rencana resepsi yang akan di adakan tujuh hari ke depan. Dengan uang serta kekuasaan yang Alberto miliki tak ada hal yang rumit. Apalagi jika hanya untuk mendapatkan jasa Wedding organizer yang dapat menyanggupi rencana mereka yang terkesan begitu cepat.

__ADS_1


Sebab, Eli dan Alberto tidak mau menunggu terlalu lama. Lagipula, Alberto mampu mengerahkan banyak tenaga, bahkan membayar jasa Wedding organizer tersebut dua kali lipat.


Setelah semua sepakat maka dua hari lagi akan di adakan tasyakuran yang mana akan memanggil anak yatim piatu serta kaum dhuafa di sekitar lingkungan belakang perumahan mereka.


Mikha dan Roma yang akan turun langsung mencari anak yatim-piatu serta para kaum dhuafa tersebut.


Tak perlu pusing, Mikha sudah mempunyai target. Rudy tersenyum karena bagaimanapun sikap dermawan serta kepedulian sosial dari putrinya itu tak hilang. Mikha selalu peduli akan keadaan orang susah sejak putrinya itu kecil.


Setelah semua pembicaraan selesai, dan Rudy menyerahkan segalanya pada besan serta anak dan menantunya saja. Karena, ia tak memiliki banyak waktu senggang. Ada tanggung jawab terhadap pabrik usaha basreng yang kini ia kelola.


"Kau tenang saja, Rud. Aku dan Papa yang akan mengurus semuanya. Kau cukup memberi ijin serta doakan acaranya berjalan lancar serta kamu semua sehat. Itu saja," kata Choki menenangkan perasaan Rudy yang sempat galau.


"Saya hanya ingin memiliki andil untuk pesta pernikahan putriku satu-satunya, Bang," kata Rudy.


"Iya, aku paham. Percayakanlah ini pada kami. Karena Mikha sudah menjadi tanggung jawab dari keluarga Alberto Zakaria," tegas Choki yang sama sekali tidak bermaksud membuat Rudy seakan tak berguna. Tetapi, ia justru ingin membuat sahabatnya itu tenang.


"Masyaallah. Putriku sangat beruntung masuk kedalam keluarga Abang. Setidaknya saya kembali melihat kebahagiaan terpancar dari kedua mata terangnya. Cahaya yang telah lama tidak nampak dan dapat kulihat semenjak ia tinggal dengan neneknya, ibuku," kata Rudy.

__ADS_1


"Jelaskan apa yang harus kau jelaskan, dan jujurlah. Sudah saatnya putriku mengetahui semuanya. Mikha sudah dewasa, ia bisa menilai dan menerima sepahit apapun masalah yang melatar belakangi perpecahan Keluarganya. Percayalah," pesan Choki yang hanya di angguki oleh Rudy.


Setelahnya Choki menepuk pelan bahu sahabatnya itu lalu berlalu menuju ruang kerjanya.


Tak lama kemudian Mikha mendekat, lalu mengajak sang ayah untuk berbicara berdua di suatu tempat yang terletak di belakang apartemen mewah milik Annisa tersebut.


Karena memang Choki telah memberikan bangunan tersebut atas nama Annisa, istrinya tercinta.


Mikha mengajak sang ayah duduk di pinggir kolam renang.


"Yah, boleh Mikha tanya kenapa ibu pergi?"


Seketika itu juga Rudy tercekik udara bahkan sampai tersedak air liurnya sendiri.


"Mengenai itu--"


...Bersambung. ...

__ADS_1


__ADS_2