JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur

JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur
HARUS MENJADI WANITA TANGGUH.


__ADS_3

*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*


"Ketika kamu ikhlas atas semua hal yang mengecewakan, Allah akan mengganti kecewamu dengan banyak kebaikan.” (Anonim)


Di dalam hidup, ada saja hal-hal yang membuat kita gundah dan kesal. Berbagai strategi dan upaya telah dilakukan untuk menekan dan menghilangkan gangguan-gangguan hati ini.


Namun seakan ujian-ujian ini tak kunjung habis.


Lelah fisik dan mental. Asa tergerus, nyaris lenyap ditelan tumpukan kekecewaan.


Jangan menyerah. Sabar, ikhlas dan pantang menyerah itu adalah keutamaan dan memiliki derajat yang tinggi di mata Allah. “Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan Bumi Allah itu luas.


Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.” (QS. 39:10). Nabi ﷺ bersabda, "Allah SWT berfirman: "Hai anak Adam, jika kamu bersabar dan ikhlas saat tertimpa musibah, maka Aku tidak akan meridhai bagimu sebuah pahala kecuali surga." (HR. Ibnu Majah: 1586)


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*


Pagi menjelang subuh, di rumah Mbok Suminah, sudah terlihat begitu sibuk. Dan semenjak ada Alisha warungnya Mbok Suminah begitu ramai. Sehingga ia harus merekrut dua wanita pekerja baru untuk membantu mereka. Dan kiniMbok Suminah memiliki empat pekerja dan itu termasuk Alisha. Sehingga kini setiap sebelum subuh Rumah Mbok Suminah terdengar ramai, dengan suara-suara mereka ataupun suara yang ditimbulkan dari alat-alat masaknya. Mengapa sebelum subuh mereka sudah memasak?


Itu karena dipagi harinya, mereka akan disibukan oleh pelanggan yang terkandang pagi-pagi sudah pada berdatangan karena mereka takut akan mengantri panjang. Makanya mereka akhirnya harus rela bangun sebelum waktunya subuh. Tapi tetap setiap Adzan subuh berkumandang. Ia pasti memperintahkan para pekerjanya untuk meninggalkan kerjaan dahulu dan harus mengutamakan ibadah mereka.

__ADS_1


Apalagi pada Alisha, yang terbilang umurnya paling termuda di antara para pekerja lainnya. Jadi Suminah benar-benar ingin mendidiknya seperti anaknya sendiri agar ia menjadi wanita yang tangguh dan sholehah.


"Lisha! Apa yang kamu kerjakan Nduk? Nggak dengar apa, dimesjid ngaji-ngaji gitu? Itu tandanya sebentar lagi mau Adzan loh Nduk!" tegur Suminah saat melihat Alisha yang sepertinya sedang membantu teman satu kerjanya.


"Iya Mbok, sebentar nanggung nih, Lisha lagi bantu Mbak Arni, metikin kacang panjang, Mbok," balas Alisha tanpa menoleh sedikitpun pada Suminah.


"Eh-eh-eh..! Anak ini sudah pintar membantah si Mbok ya? Kamu pikir itu pekerjaan nanggung ya? Noh lihat noh! masih ada lima bal kacang panjang yang belum dipetik! Apa kamu mau menghabiskan itu dulu baru kamu pergi ke pondok hah?" ujar Suminah seraya ia berkacak pinggang didepan Alisha, yang terlihat sedang duduk sambil memetiki kacang panjang. Mendengar perkataan ibu Angkatnya, tatapan Alisha, pun beralih pada Suminah.


"Hah! Hari ini Lisha harus kepondok lagi Mbok?" tanya Alisha, yang tampaknya ia tak menyukai kata Pondok.


"Ya iyalah! Ingat Lisha! Si Mbok sudah membayar pondok tersebut! Sampai kamu pintar! Kamu masih ingatkan perkataan si Mbok tempo hari hm?" balas Suminah balik bertanya. Namun wajah Alisha seperti sedang lupa sehingga ia hanya melirikkan matanya keaatas seperti sedang mengingat sesuatu. Namun belum lagi, ia ingat, Suminah sudah membeberkan yang pernah ia ucapkan pada Alisha.


"Baiklah Nduk, si Mbok ingatkan kembali biar kamu ingat! Jadi dengar baik-baik dan juga disimpan didalam hati dan ingatan mu ya;" ujar Suminah terdengar penuh penekanan.


"Nduk, kamu masih muda, bahkan masih belia. Dan pastinya suatu saat kamu akan memiliki keluarga yang baru, punya suami, punya Anak. Hari itu pasti akan datang Nduk, jadi sebelum hari itu datang, kamu harus memiliki bekal, yang akan membuat Suami kamu tidak akan pernah menyesal karena telah memiliki kamu. Dan dia akan mencintai serta menyayangi kamu karena Allah Ndok. Begitu juga dengan Anakmu, karena bagi seorang anak ibulah madrasah pertamanya. Nah untuk itu kamu harus berjuang dari sekarang bila ingin memiliki keluarga yang bahagia Nduk, " jelas Suminah lagi seraya ia membenarkan rambut Alisha yang terlihat sedikit berantakan karena bangun tidur ia tak sempat menyisir.


"Tapi Mbok, Lishakan janda, emangnya ada yang mau menerima Lisha dengan tulus? Si Mbok juga tahukan kebanyakan para lelaki yang mendekati Lisha, hanya memandang Lisha janda yang kesepian. Sehingga yang datang pada Lisha hanya menawarkan diri untuk pelampiasan nafs*nya sajakan?" kata Alisha, apa adanya.


"Si Mbok sangat tahu sekali hal itu Nduk! Nah dari itulah, makanya si Mbok mau kamu belajar bela diri karena untuk melindungi kamu sendiri Nduk. Dan menyuruh kamu belajar agama agar kamu tidak diremehkan oleh siapapun. Itu juga akan jadi bekal kamukan Nduk?" balas Suminah masih dengan penuturan yang begitu lembut. Seraya ia tersenyum lembut dan penuh kasih sayang kepada Alisha.


Mendengar perkataan membuat Alisha terharu, hingga tanpa terasa, air matanya mengalir begitu saja dan membasahi pipinya, "Terima kasih Mbok, hiks..hiks..terima kasih atas kasih sayang yang Mbok berikan pada Lisha hiks..hiks.." ucap Alisha seraya ia memeluk ibu angkatnya itu.

__ADS_1


"Yaa ampuun...kok malah nangis toh Nduk? Dasar bocah cengeng! Cup toh Nduk, jangan menangis lagi, kue tuh harus jadi cah wedok yang tangguh! Nggak boleh sedikit-sedikit menangis! Karena itu akan membuat orang senang mendzalimi kamu! Jadi kamu nggak boleh mengeluarkan air matamu yang berharga itu lagi Yo? Ngerti ora kue Nduk?" balas Suminah, seraya ia menghapus air matanya Alisha.


"Hu'um Mbok, in shaa Allah, Lisha nggak akan nangis lagi kok," kata Alisha, kembali memeluk Suminah dengan manja.


'Yoo wes sana! Kamu siap-siap, biar sebelum Adzan subuh, kamu sudah siap. Jadi kamu tidak ketinggalan sholat subuhnya dipondok kamu," kata Suminah lagi.


"Baiklah Mbok kalau begitu Lisha siap-siap dulu ya Mbok,"


"Pergilah Nduk,"


Setelah mendapatkan jawaban dari ibu angkatnya, Alisha pun langsung bergegas pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap. Dan tak berapa lama ia pun sudah kembali, dalam keadaan yang sudah rapih. Terlihat ia sudah memakai baju gamis, berwarna hitam dengan hijab berwarna pink muda. Sehingga wajahnya yang cantik terlihat begitu cerah.


"Mbok, Lisha pamit ya," ucapnya seraya ia menyalami tangan Suminah, lalu mengecupnya.


"Iya Nduk belajar yang benar ya, dan salam sama Ustadzah Saudah Yo Nduk," balas Suminah.


"Iya Mbok in shaa Allah, ya sudah Lisha pergi Assalamu'alaikum,"


"Hati-hati ya, Wa'alaikumus salam," balas Suminah. Setelah mendapatkan jawaban dari Suminah Alisha pun langsung berangkat pergi menuju Kepondoknya tempat ia menimba ilmu.


...•••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 😉🙏


Serta jangan lupa berikan 👉" ⭐⭐⭐⭐⭐ " serta ulasan Oke 😉 Dan tak lupa juga Vote serta Hadiahnya ya 🤭 biar memicu Author update kembali oke guys 😉 Syukron 🥰.


__ADS_2