
*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*
DIRIMUKAH MANUSIA YANG BERUNTUNG ITU?
Ketika cuma Allah saja tempatmu bergantung, berserah, dan meminta, yakinlah sesungguhnya tiada manusia yang lebih beruntung darimu.
Hati tidak akan gundah dan resah karena yakin pada Allah. Semua hal tidak akan terjadi tanpa izin Allah dan segala keburukan hanya terjadi jika Allah menghendaki.
Jiwa tentram dan damai. Sebab tidak ada kekhawatiran akan dirimu dan hidupmu. Semua milik Allah, dan pasti Allah tidak pernah mengabaikan semua milik-Nya tanpa pemeliharaan dan penjagaan terbaik.
_Ummi Santy Andriani Hafidzahallah_
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*
"Hah? Itu benaran, dia bini Lo? Berarti Dia jandanya bokap gue dong!"
DEGH!!
__ADS_1
Mendengar perkataan dari Ramlie, seketika jantung Alisha berdegup kencang. Dan dengan spontan matanya langsung menatap ke wajahnya Ramlie, yang ternyata ia juga sedang menatap wajahnya dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Dan melihat tatapan itu, seketika perasaan takut langsung menyeruak dihatinya. Bahkan kini tubuhnya tampak bergemetaran.
Gibran yang dapat merasakan tubuh kita istrinya bergetar. Ia pun langsung menarik tubuh istrinya kedalam pelukannya, sambil menatap wajah Ramlie dengan tatapan yang terlihat begitu dingin. Sehingga Ramli yang melihatnya langsung berdidik.
"Apa maksud dari perkataan Lo hah?!" tanya Gibran terdengar begitu dingin.
"Dengarkan gue Gibran. Gue memang tidak mengenal bini lo, karena sedari gue masih remaja gue sudah dikirim Bokap gue keluar negeri untuk melanjutkan pendidikan Gue! Dan tidak pernah pulang! Tetapi tiga bulan yang lalu, gue diberi kabar kalau Bokap gue meninggal, makanya gue pulang ke tanah Air. Nah sesampainya gue ditanah air, ibu tiri Gue yang kedua bercerita, kalau Bapak gue meninggal dunia karena overdosis obat kuat. Karena dia baru menikah lagi dan istrinya yang keempatnya itu adalah bini Lo Bro! Dan otomatis dialah penyebab kematian bokap gue! Untuk itu gue akan menuntut bini Lo!" jelas Ramlie, sambil menatap Alisha dengan penuh kebencian.
Mendengar penjelasan dari Ramlie, tiba-tiba Linda tersenyum tipis, "Aah.. takdir sedang bersahabat denganku! Ini bisa jadi kesempatan ku untuk memiliki Gibran. Diakan memiliki kekayaan yang melebihi dari Ramlie! Lagian aku sudah bosen padanya! Ya sudah lebih baik Aku berpura-pura menaruh perhatian deh. Biar Gibran bersimpati denganku," batin Linda. Lalu ia pun memulai aksinya, dengan cara berpura-pura terkejut setelah mendengar cerita dari Ramlie.
"Hah? Apa? Jadi istrinya Gibran termasuk ibu tiri kamu dong Beb? Ya ampun, kasian banget kamu, Gibran. Pasti kamu tidak tahu ya? Kalau istri kamu itu seorang janda?" sambung Linda dengan memasang wajah yang terlihat ia sedang bersimpati pada Gibran. Lalu ia juga memasang senyuman yang sinis pada Alisha.
Namun ternyata pemikiran Linda salah. Karena tiba-tiba saja Gibran langsung membentaknya dengan lantangnya, " Hai..Diam mulut kamu!! Berani-beraninya kamu mengatakan istriku Wanita ******! Bukankah yang pantas di sebut Wanita ****** itu kamu ya?!" potongnya dengan tatapan mata yang terlihat sudah dipenuhi dengan amarahnya.
"Eh! Woy..woy! Kenapa Lo jadi marah-marah sama Linda, hah? Padahal yang dia katakan benar bro! Dia itu ibu tiri gue, yang ke empat! Padahal dia tahu, kalau Bokap gue beristri tiga! Tapi tetap saja dia mau dinikahi bokap gue! Hei Bro! Hanya wanita jalanglah yang suka menggoda suami orang lainkan? Bahkan dia juga menjadi penyebab kematian bokap gue! Jadi sudah seharusnya dia mendapatkan ganjarannya!" hardik Ramlie, yang tampaknya ia juga sudah ikut terbakar emosi. Karena melihat Gibran membentak calon istrinya.
Mendengar perkataan dari Ramlie, apalagi saat mendengar ia menyalahkan Alisha sebagai penyebab kematian Ayahnya. Membuat rahang Gibran mengeras. Tampak jelas, ia begitu marah pada Ramlie maupun Linda yang menyalahkan istri kecilnya itu.
"Heh Lie! Jaga ucapan Lo! Apa Lo pikir gue nggak tahu hah?! Dan apa Lo berpikir kalau gue ini bodoh hah? Sehingga gue menikahi bini gue tanpa mengetahui latar belakangnya, gitu?" balas Gibran, sambil menatap tajam kearah Ramlie. Terlihat sekali ia kini sudah menaruh kebencian terhadap temannya itu.
__ADS_1
"Huh! Ternyata Lo belum mengenal gue banget ya? Cukup disayangkan kalau begitu ya? Pertemanan selama dua belas tahun, ternyata Lo belum sepenuhnya mengenal gue! Tapi tidak mengapa! Karena setelah ini gue tidak akan pernah lagi mengakui kalau Lo teman gue! Dan anggaplah kita tidak pernah saling mengenal! Lo paham!" Lanjut Gibran lagi. Membuat Ramlie langsung terkejut mendengar perkataannya.
"Oh iya, tadi Lo bilang apa? Mau menuntut bini gue? Hmm.. Oke gue tunggu tuntutan Lo itu! Tetapi sebelum itu gue kasih saran, sebaiknya Lo selidiki dengan benar dulu. Karena gue nggak mau Lo menyesal di kemudian hari, karena harus menyaksikan ibu kandung Lo yang harus berdekam dipenjara karena ulah Lo sendiri!" pungkas Gibran terdengar ketus. Lalu ia kembali merangkul pinggang istrinya.
"Ayoo, Sayang kita pergi dari sini!" katanya lagi pada Alisha. Seraya ia membimbing istrinya untuk pergi dari sana. Dan meninggalkan Ramlie yang terlihat masih tertegun, setelah mendengar kata-kata dari sahabatnya itu.
"Beb! Kamu kok diam saja sih? Sayang loh kalau kamu membiarkan teman kamu itu memutuskan pertemanan kalian! Masa sih hanya karena wanita seperti ibu tiri kamu itu, kalian tidak bertemanan lagi sih? Ayo dong Beb, kejar mereka, dan kamu pura-pura saja minta maaf, Beb!" ujar Linda, yang sepertinya malah dia yang tak rela kalau Ramli dan Gibran memutuskan pertemanannya.
"Hah! Sudahlah Honey! Bukan hari ini saja Gibran berkata seperti itu kok! Karena dulu juga kami pernah seperti ini, tapi buktinya kami tetap aja berteman kok! Jadi untuk sekarang biarkan seperti ini dulu! Nanti kalau amarahnya sudah mereda pasti dia akan kembali seperti semula, kok!" balas Ramlie, terlihat begitu yakin. Kalau hubungan mereka akan segera membaik.
"Ooh.. gitu ya Beb? Hmm..oh iya Beb, ngomong-ngomong, kamu jadikan menuntut ibu tiri kamu itukan? Ingat loh Beb, dia itu yang menyebabkan bapak kamu meninggalkan? Jadi sudah sepantasnya kamu sebagai anak menuntutnya. Biar arwah bapak kamu tenang Beb, karena melihat wanita yang menyebabkan kematiannya telah dihukum. Makanya kalau kamu ingin arwah bapak kamu tenang, kamu tuntut ya Beb?" ujar Linda, yang terlihat ia sedang berusaha mempengaruhi calon suaminya itu.
"Tahulah! Akan aku pikirkan nanti saja masalah itu! Sebaiknya kamu pulanglah sendiri! Karena aku ada urusan yang harus aku kerjakan!" pungkas Ramlie, dan ia pun langsung bergegas pergi meninggalkan Linda begitu saja.
"Loh Beb? Bukankah kita mau makan ya di restoran ini? Kok kamu malah pergi sih?!" teriak Linda, namun tak direspon oleh Ramlie.
"Huh! Sialan! Dasar laki-laki plin-plan! Lihat saja nanti! Setelah Aku menguasai hartamu, maka aku akan menendangmu ke neraka!" gumam Linda terlihat kesal.
...••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••...
__ADS_1
Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 🙏🥰