JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur

JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur
SEMAKIN GENIT.


__ADS_3

*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*


Ternyata SESUATUMU tampak indah karena belum kita miliki…


Kapankah kebahagiaa​n akan didapatkan​ kalau kita hanya selalu memikirkan​ apa yang belum ada, tapi mengabaikan​ apa yang sudah kita milik.


Jadilah pribadi yang SELALU BERSYUKUR…


dengan rahmat yang sudah kita miliki…


Mungkinkah selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini??


Menutupi telapak tangan saja sulit. Tapi kalau daun kecil ini nempel di mata kita, maka tertutupla​h “BUMI” dengan Daun,


Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apapun, maka kita akan melihat keburukan dimana-mana. Bumi inipun akan tampak buruk.


Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil. Jangan menutupi hati kita, dengan sebuah pikiran buruk, walau cuma seujung kuku.


SYUKURI apa yang sudah kita miliki, sebagai modal untuk meMULIAkan-NYA.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*


Dua minggu sudah Gibran dan Alisha berada di villa yang letaknya, berada di pulau S. Dan semenjak Gibran meraih mahkota Alisha, ia jadi semakin perhatian pada Alisha. Bahkan ia sangat memanjakan Alisha. Apalagi umurnya Alisha memang terpaut lumayan jauh dengan dirinya. Jadi wajar kalau ia begitu memanjakannya dengan penuh kasih sayangnya.


Sementara Alisha yang terbiasa dengan kemandiriannya sedari kecil, sedikit terkejut. Ketika ia mendapatkan perhatian yang lebih dari suaminya. Bahkan ia tampak kebingungan menghadapi sikap Suaminya, yang menurutnya sangat berlebihan. Saking berlebihannya Alisha tak biarkan hal-hal yang memang sudah menjadi kewajibannya. Seperti saat ini ia bermaksud ingin membuatkan sarapan untuk Suaminya. Namun langsung dicegah oleh Gibran.


"Sayang, apa yang kamu lakukan?" tanya Gibran saat ia melihat istrinya yang sedang berada di dapur.


"Ini Loh Mas, Lisha mau masak nasi goreng," balas Alisha, sembari ia meracik bumbu-bumbu untuk nasi goreng.

__ADS_1


"Ya sudah sini biar Mas saja yang masak! Kamu duduklah dikursi makan sana," kata Gibran, bermaksud mengambil alih, yang sedang dilakukan oleh istrinya.


"Eh? Nggak akh, biar Lisha aja! Mas aja sana yang duduk! Inikan tugas Lisha Mas," balas Alisha, bersikeras ingin ia yang mengerjainya sendiri. Gibran yang melihat itu, tanpa berkata apapun ia langsung mengangkat tubuh Alisha. Membuat Alisha terpekik saking terkejutnya.


"Kyaaaak!! Mas Yuda! Apa yang kamu lakukan!" protes Alisha, seraya ia melingkarkan tangannya di leher suaminya.


"Menyuruh kamu duduk disini! Dan diamlah disini! Atau Mas bawa kamu kekamar! Taukan apa jadinya kalau sudah dikamar hm?" balas Gibran, seraya ia menurunkan tubuh Alisha, dikursi makan. Mendengar kata kamar, Alisha pun tak berani lagi protes.


"Eh! Iya iya Lisha duduk disini saja!" katanya, dengan sigap.


"Bagus! Anak pintar! Sekarang perhatikanlah, gimana cara Suami kamu ini, memasak nasi gorengnya, oke?" balas Gibran, seraya ia mengecup lembut puncak kepala Alisha dengan Sayang.


"Hu'um!" balas Alisha, singkat. Setelah itu mendapatkan jawaban dari istrinya, Gibran pun meneruskan pekerjaan Alisha yang hendak memasak nasi goreng untuk mereka sarapan. Dan Alisha hanya memperhatikannya saja tanpa bisa berbuat apa-apa.


"*Kenapa Mas Yuda sekarang lebay banget sih! Semua yang aku kerjakan, pasti langsung diambil alih olehnya! Hum..iya sih, dia emang begitu cepat dan sigap dalam melakukan apapun. Lihat aja tuh, cara ia merajang-rajang bawang, dan yang lainnya, sangat cepat banget deh. Aku saja sampai kalah !" batin Alisha, sambil memperhatikan wajah suaminya yang terlihat begitu serius dalam melakukan pekerjaannya.


"Maa shaa Allah, keren banget deh! Cara Mas Yuda masak udah kayak chef-chef yang berada di tv deh! Cepat banget sih?" batin Alisha dengan mata yang terlihat berbinar melihat kelihaian suaminya*.


"Eh! Hehehe.. habis Mas Yuda keren sih cara masaknya. Pokoknya nggak kalah deh, dengan para chef-chef yang terkenal di Jepang," balas Alisha, sambil cengengesan.


"Aah.. masa sih? Emangnya kamu tahu, chef terkenal di Jepang?" tanya Gibran, yang kini ia sedang menata nasi goreng yang sudah Mateng kedalam piring mereka masing-masing.


"Eh, nggak tahu!" balas Alisha dengan singkat.


"Huh! Nggak tahu kok, gaya ngomongnya, kayak tahu banget sih!" kata Gibran yang kini ia sudah mulai menghampiri Alsha dengan membawa dua piring nasi goreng yang sudah tertata cantik didalam piring tersebut.


"Ya kan Lisha lihatnya ditv, cuma sebentar! Dan tidak memperhatikan nama mereka. Yang Lisha perhatikan, cara memasaknya saja Mas," balas Alisha apa adanya.


"Ooh.. ya sudah kalau begitu lupakan saja! Sekarang makanlah, nasi goreng ala chef Yuda," kata Gibran seraya meletakkan salah satu piring berisi nasi goreng kehadapan Alisha.


"Oke! Siapa takut! Cuma makan aja Lisha mah jagonya Mas!" balas Alisha, seraya ia mulai menyendokan nasi gorengnya tersebut.

__ADS_1


"Heh..gaya kamu ngomong udah kayak mau bertempur aja sih Sayang?" protes Gibran sambil ia tersenyum lucu melihat istri kecilnya itu.


"Hehehe.. biar nggak tenggang Mas," balas Alisha, sambil memasukkan nasi goreng kedalam mulutnya sendiri, dan seketika matanya langsung membulat sempurna. Membuat Gibran sedikit terkejut melihatnya.


"Kenapa Sayang? Nggak enak ya?" tanya Gibran dengan wajah penasarannya.


"Umm... Enak! Ini benar-benar Enak Mas!" balas Alisha, dengan mata yang berbinar. Sambil ia menatap suami yang kebetulan sedang duduk disebelah kursi yang ia duduki.


"Masa sih Sayang?" tanya Gibran, seperti tidak percaya.


"Hu'um Mas! Ini benar-benar enak banget tau Mas!" kata Alisha, sambil ia kembali menyuapkan nasi goreng tersebut kemulutnya sendiri.


"Aah.. Masa sih Sayang? Mas kok nggak percaya ya?'" balas Gibran, yang sepertinya ia memiliki sebuah rencana.


"Benaran, tau Mas! kalau tidak percaya, nih cobain deh," balas Alisha, seraya ia menyodorkan sebuah sendok yang berisi kan nasi goreng kemulutnya Gibran.


"Baiklah Mas akan cobain," balas Gibran seraya ia mendekati wajahnya ke wajahnya Alisha, lalu menahan tengkunya Alisha dan tak berapa lama ia langsung menempelkan mulutnya kemulutnya Alisha. Membuat mata Alisha langsung membulat.


"Uumm... kamu benar Sayang, ternyata nasi gorengnya benar-benar enak! Apalagi kalau makannya lewat mulut kamu. hummm pasti semakin enak Sayang!" balas Gibran seraya ia mengedipkan sebelah matanya pada Alisha. Membuat mata Alisha kembali membulat sempurna.


"Eh..! iiis Mas! Kok semakin genit sih!"


...•••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••...


Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 Syukron 🙏🥰


Oh iya selagi menunggu Author update, Yuk akh mampir, ke karyanya Author ♥️AdindaRa♥️ Karyanya sopasti keren abis. Cus Akh kepoin ya guys. Dan jangan lupa juga berikan dukungannya oke 😉🙏



Syukron 🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2