
*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*
Terkadang, kita semua butuh air mata. Bukan untuk menunjukkan diri kita lemah, tapi tersebab kita adalah manusia biasa. Karena memang tak selamanya keadaan akan baik2 saja. Satu waktu memang air mata itu harus jatuh, agar keheningan hati kembali utuh.
Kita memang butuh gagal, butuh kecewa, agar hati kita bisa tertempa menjadi lebih utuh.
Sebab hati yang pernah ricuh, pernah menelan sakit adalah hati yang kelak akan bisa melewati badai kehidupan sesulit apapun itu. Yang terpenting kita selalu memupuk harap, bahwa segala hal pasti punya waktu selesainya, hanya harus bersabar & berikhlas lebih.
Sabar dan ikhlas adalah sebaik2 penyelesaian masalah, karena ujung dari kesabaran dan keikhlasan tdk lain kecuali kebaikan.
Setiap ujian adalah jalan Allah, utk memperkuat pundak2 para hambaNya.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*
Alisha dan Gibran terlihat begitu tercengang melihat sepasang pengantin yang terlihat sedang tersenyum bahagia diatas pelaminannya. Dan disaat mereka masih dalam ke tertegunannya, serta dalam kebingungannya. Tiba-tiba seseorang merangkul pundak keduanya tepatnya orang terdekat berada ditengah-tengah antara Alisha dan Gibran. Dan otomatis keduanya langsung tersadar dan dengan spontan keduanya pun sama-sama menoleh.
"Nenek!!" sentak Alisha dan Gibran secara bersamaan. Tampak sekali keduanya terkejut melihat Syarah yang dengan santainya tersenyum manis pada keduanya.
"Gimana surprise menakjubkan bukan?" ujar Syarah terlihat begitu santai dan tenang.
"Tapi apa maksudnya ini Nek? Kenapa Bapak dan Mbok Suminah kok bisa me..?" tanya Gibran terlihat begitu penasaran. Namun perkataannya langsung di potong oleh Syarah.
"Kenapa emangnya hm? Apakah ada larangannya pasangan yang sudah lanjut usia menikah? Apakah tidak boleh ya mereka bahagia, hm?" tanya Syarah kembali.
"Bukan seperti itu maksudnya Yuda Nek! Hanya saja kok bisa, Bapak sama Mbok Suminah menikah? Kapan ketemuannya coba? Karena seingatnya Yudakan waktu kami disini merekakan belum pernah bertemu? Kok bisa hanya satu bulan saja kami di Singapura mereka menikah?" balas Gibran yang sepertinya ia masih terlihat amatlah bingung.
__ADS_1
"Iya Nek, setahu Icha juga Bapak bukan seperti itu orangnya. Waktu Bapak nikah sama Ibu Santi aja, karena dijebak olehnya. Makanya Lisha, seperti nggak percaya Bapak melakukan hal seperti ini Nek," sambung Lisha yang tampaknya ia juga amat heran melihat sang Ayah saat ini.
"Atau jangan-jangan bapak di jebak.." tebak Gibran. Namun langsung di sela oleh Syarah.
"Huuss! Ngawur kamu!"tegur Syarah, sambil mencubit pinggangnya Gibran.
"AW! Kok di cubit benaran sih Nek! Sakit tau!" keluh Gibran, sambil mengusap-usap pinggangnya yang baru dicubit oleh Syarah.
"Rasain! Makanya kalau ngomong tuh jangan asal jeplak saja! Sembarangan menuduh orang sih! Kamu pikir, Mbok Suminah itu menjebak bapak kamu gitukan?" balas Syarah terlihat kesal.
"Yaa maaf kalau salah! Makanya Nenek ceritakan dong kan biar jelas Nek!" kata Gibran. Dan saat bersamaan..
"Kalau kalian ingin tahu lebih detailnya! Si Mbok sendiri yang akan menceritakannya! Asalkan, kalian, berikan kami doa restunya dulu!" ujar seorang wanita. Membuat Alisha dan Gibran pun langsung menolehkan wajah keduanya ke sumber suara tersebut.
"Si Mbok, Bapak!" sentak Alisha dan Gibran kembali secara bersama. Dan ternyata wanita tersebut adalah Mbok Suminah yang baru saja datang bersama Marwan Ayahnya Alisha.
"Maaf Nak! Semuanya terjadi secara mendadak saja. Dan ini tidak ada direncanakan sama sekali, oleh Bapak Nak," balas Marwan, sambil memandang wajah Mbok Suminah, yang kini telah menjadi istrinya.
"Benar apa yang dikatakan oleh Bapakmu, Nduk. Karena memang si Mbok duluan, yang ngajak bapakmu Nikah," kata Suminah. Seraya ia merangkul tangannya Marwan, sambil matanya menatap wajah dengan lembut.
Gibran dan Alisha langsung terperangah mendengar perkataan Mbok Suminah, "Haah..?! Berarti si Mbok dong yang melamar Bapak?" tanya Gibran heran.
"Hehehe.. Ho'oh!" balas Suminah dengan gaya malu-malu meongnya.
"Kok bisa sih? Bukankah si Mbok baru mengenal Bapakkan?" tanya Gibran, yang tampaknya ia yang paling penasaran.
"Mas, Bapak sama si Mbok, dulunya satu kampung kok. Jadi sudah pasti mereka sudah kenal lama dong," timpal Alisha. Karena memang ia telah mengetahuinya dari Adiknya Suminah, ketika pertama kalinya ia baru datang dari kampungnya.
__ADS_1
"Benar yang dikatakan Lisha, Nak Yuda. Si Mbok sudah lama mengenal bapaknya Alisha. Bahkan sedari kecil, si Mbok sudah mengenalnya. Dan jujur saja, sebenarnya Bapak kamu, adalah cinta pertamanya si Mbok," ujar Mbok Suminah masih terlihat malu-malu.
"Cinta pertama? Terus kenapa..." Gibran bermaksud ingin bertanya Mengapa ayahnya Alisha malah menikahi sama ibunya. Namun belum lagi Gibran menyelesaikan pertanyaannya Suminah sudah lebih dahulu menjawabnya.
"Kamu pasti ingin bertanya mengapa kami dulu tidak menikahkan?" tanya Suminah balik, dan Gibran teman mengangguk.
"Itu karena orang tua si Mbok tidak setuju. Dan si mbok akhirnya dijodohin sama mereka. Sedangkan Mas Mawan menikahi teman karibnya si Mbok yaitu ibunya Alisha," sambung Suminah lagi, yang akhirnya ia pun menceritakan kisahnya, semasa ia muda dulu, yang ternyata sangat menyedihkan. Hingga tanpa terasa air matanya langsung berlinang begitu saja.
Melihat Suminah menitikkan air matanya syarat pun langsung menyelanya, "Eh-eeh.. Lagi jadi Pengantin kok malah nangis sih Sumi? Sudah-sudah jangan di ingat lagi! Yang penting walaupun agak terlambat, tetapi Allah masih menjodohkan kaliankan? Makanya sekarang kalian harus banyak-banyak bersyukur sama Allah. Karena pada akhirnya kalian tetap bersatu kan?" ujar Syarah, sambil memberikan selembar tisu ke Suminah.
"Iya Mbok, benar kata Nenek. Jadi si Mbok jangan lagi mengingat masa lalu. Karena sudah waktunya si Mbok dan bapak bahagia. Tapi yang paling bahagia disini adalah Icha, karena sekarang Icha merasa sudah memiliki keluarga yang utuh," timpal Alisha, seraya ia memeluk tubuh Suminah, dengan rasa haru, "Selamat ya Mbok, semoga Bapak sama si Mbok akan selalu bahagia," lanjutnya masih di dalam pelukannya Suminah.
"Aamiin ya Allah.. terima kasih ya Nduk. Tapi kamu tidak kecewakan sama Si Mbok?" ucap Suminah, yang sepertinya ia takut kalau Alisha tidak menyukai pernikahannya dengan Bapaknya.
"Kok kecewa si Mbok? Kan tadi Lisha bilang, kalau Lisha itu sangat bahagia, malahah paling bahagia, karena sekarang si Mbok jadi ibu Lisha benaran," balas Alisha, terlihat sumringah.
"Alhamdulillah terima kasih ya Nduk?"
"Sama-sama Mbok, Icha juga terima kasih, karena si Mbok mau menemani Bapak Icha di masa tuanya," balas Alisha penuh rasa syukur.
"Permisi.. Apakah acara pelukannya belum selesaikah? Kapan ganti acara makan-makannya ya?" timpal Gibran, dengan tampang culunnya membuat mereka akhirnya tertawa lucu melihatnya.
"Huh! Dasar tukang makan! Ingatnya pasti ya makan!" celetuk Syarah, membuat mereka kembali tertawa lagi.
...••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••...
Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 🙏🥰
__ADS_1