JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur

JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur
CANTIK.


__ADS_3

*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*


Allah tahu engkau mampu..


Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah membebani engkau kecuali Allah tahu engkau mampu menghadapinya, mampu melewatinya..


Allah Ta’ala berfirman :


لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا


“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Qs. Al-Baqarah 286).


Rasulullah ﷺ pun menganjurkan kita untuk senantiasa meminta pertolongan pada Allah.


Beliau ﷺ bersabda :


“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Akan tetapi, keduanya tetaplah memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. minta tolonglah pada Allah, dan jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau mengatakan, ‘Seandainya aku berbuat demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah engkau mengatakan: ‘Ini sudah menjadi takdir Allah. Setiap apa yang Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan ‘seandainya’ dapat membuka pintu syaiton.” (HR. Muslim 2664)


Semoga Allah mudahkan kita dalam kebaikan, keberkahan serta kemudahan..


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*

__ADS_1


Alisha, masih terlihat begitu cemas dengan keadaan kaki suaminya yang semakin membengkak. Dan karena sedikit mengetahui, tentang obat-obatan yang alami, ia membubuhi kaki Gibran dengan dedaunan yang tadi ia tumbuk hingga halus. Setelah itu ia bungkus kaki Gibran dengan daun Bakung yang diyakini bisa mengempiskan kaki Gibran yang bengkak itu. Disaat ia sedang membalut kaki Gibran, tiba-tiba saja Gibran tersentak dan langsung terbangun.


"Aah..! Apa yang kamu lakukan dengan kaki hah?" tanya Gibran, seraya ia berusaha ingin duduk. Namun entah mengapa tubuhnya terasa lemas, dan akhirnya terhempas lagi kepalanya ke bantalnya yang tadi.


"Tidak saya apa-apain kok, hanya saya kasih obat saja kok biar bengkaknya mengempis," balas Alisha, tanpa melirik sedikit pun pada Gibran. Karena ia memang terlihat begitu fokus.


"Obat apa yang kamu berikan itu?" tanya Gibran lagi. Namun ia terlihat sedang tak berdaya, sehingga ia hanya bisa terbaring pasrah saja.


"Ini hanya obat tradisional biasa, hanya orang kampung saja yang tahu," balas Alisha lagi. Yang tampaknya ia telah selesai mengobati kakinya Gibran. Setelah itu ia pun melirik wajah Gibran, yang ternyata ia sudah memejamkan matanya lagi. Akan tetapi saat melihat wajah suaminya, Alisha merasa ada keanehan pada rautnya. Karena merasa begitu janggal akhirnya Alisha pun menyentuh dahinya Gibran.


"Astaghfirullah, panas banget! Anda demam Tuan?" ujar Alisha yang kini wajahnya terlihat semakin cemas. Lalu ia pun langsung beranjak dari sana. Dan tak berapa lama ia kembali lagi dengan membawa baskom kecil berserta handuk kecil.


Setelah ia meletakkan baskom tersebut di atas nakas, Alisha pun langsung membasahi handuk kecil tersebut dan langssung memerasnya, lalu setelah itu ia lipat dan kemudian handuk kecil itupun ia letakkan di dahinya Gibran. Disaat ia menunggui Gibran, tiba-tiba Alisha teringat pada kotak P3K yang tadi ia letakkan di atas nakas yang berada di sisi ranjang Gibran yang berbeda.


"Paracetamol dan ibuprofen inikan obat penurun panas? Ya sudahlah aku berikan Paracetamol obat inikan bukan hanya penurunan panas saja. Tapi Obat ini juga bisa menghilangkan rasa desut pada luka. Jadi paskan untuk Dia?" gumam Inayah lalu ia pun mengambil obat yang dikatakan tadi. Lalu setelah itu ia mengambil air hangat untuk Suaminya. Setelah kembali ia langsung menghampiri Gibran kembali.


"Tuan bangunlah Sebentar untuk minumlah obat ini," kata Alisha, seraya ia menggoyangkan tubuhnya.


"Ugh.. Aku lemas banget nih. Nggak bisa bangun," balas Gibran, dengan suara yang terdengar begitu lemah.


"Sini saya bantu," Alisha pun berusaha membangkitkan tubuh Gibran agar ia bisa duduk. Namun karena memang tubuh terasa lemas membuat ia tak bisa bertahan duduk lama. Hal itu membuat Alisha sedikit kesulitan. Dan jalan satu-satunya adalah memakai tubuh Alisha sebagai sandarannya.


Dengan posisi memeluk Gibran dari belakang Alisha pun langsung memasuki obat Paracetamol tersebut ke mulutnya Gibran. Setelah itu ia juga memberikan air hangat kepadanya. Setelah usai, dengan perlahan Alisha kembali membaringkan tubuh suaminya lagi di atas ranjangnya. Dan kembali lagi ia memasang kain kompres ke dahinya.

__ADS_1


Begitulah terus-menerus yang Alisa lakukan di sepanjang malamnya mengompres dahi Gibran bila kain handuk kecil tersebut kering. Maka ia pun langsung membasahinya kembali. Hingga tanpa sadar ia pun akhirnya ketiduran dengan posisi duduk dilantai. Namun tangannya menempel di ranjangnya Gibran, sebagai bantalan untuk kepalanya.


...*****...


Hari pun menjelang pagi.


Tampak Gibran langsung tersentak dari tidurnya. Tatkala ia tangannya memegang handuk yang berada di dahinya, "Eh!? Apa ini?" gumamnya sambil ia mengambil handuk tersebut diari dahinya. Dan disaat bersamaan ia pun teringat pada Alsha yang membantu, dirinya


"Aah.. iya tadi malamkan jamur yang merawatku," gumam Gibran, seraya ia bermaksud ingin mengembalikan handuk tersebut kedalam baskom. Namun tak sengaja matanya melihat Alisha yang sedang tertidur.


"Eh! Kenapa dia ketiduran di sini sih? Kalau masuk angin gimana?" gumam Gibran, masih memperhatikan Alisha yang tertidur, "Aah.. kayaknya dia kelelahan karena merawat Aku deh? Kasian, Aku pindahin sajalah keatas ranjangku," gumam Gibran, sambil ia menyibak selimutnya. Sehingga tanpa sengaja tatapan matanya mengarah ke kakinya yang sedang sakit.


"Ay, kakiku sudah tidak bengkak lagj rupanya?" gumam Gibran, terlihat begitu senang. "Aah...ini semua berkat Dia, yang begitu tulus merawat aku, padahal Akukan selalu menyakitinya," gumam Gibran, seraya ia kembali menatap wajah istrinya yang masih terlelap dalam tidurnya.


"Kasian Dia! Ya sudah aku pindahkan sajalah Dia," gumam Gibran, lagi seraya ia turun dari ranjangnya dengan perlahan-lahan. Setelah itu ia pun langsung mengangkat tubuh mungilnya Alisha,


"Eh! Ringan banget sih Dia? Apa dia kurang makan ya? Kok sampai kurus begini sih tubuhnya?" gumam Gibran lagi, sambil ia meletakkan tubuh istrinya disisi sebelah kirinya. Lalu ia juga menyelimuti tubuh kecil itu hingga batas bahunya. Setelah itu ia kembali membaringkan tubuhnya di sisi ranjang sebelah kanannya tepat disebelahnya Alisha.


Bahkan ia juga menyelimuti tubuhnya dengan selimut ya sama dengan istrinya. Dan kemudian ia kembali menatap wajah cantik istrinya yang masih tertidur itu begitu lekat .


"Cantik!" ucapnya yang tanpa ia sadar ia telah memuji kecantikan istrinya.


...••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••••...

__ADS_1


Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 Syukron 🙏🥰


__ADS_2