
*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*
Manis atau pahitnya kehidupan pada hakekatnya sama yaitu sama sama ujian, sebagai mana firman Allah Ta'ala :
*كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ*
_"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan."_ (QS. al Anbiya : 35)
Banyak yang lulus ketika diuji dengan benturan, pahit getirnya kehidupan, namun sebaliknya banyak yang gagal dan tidak lulus manakala diuji dengan kelapangan dan kesenangan.
Maka bersabarlah dikala duka serta bersyukurlah dikala suka, karena keduanya adalah ujian.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*
Keesokan harinya.
Sesuai yang dititahkan oleh Bosnya, Reno pun langsung mendatangi warung Mbok Suminah, yang didepannya masih ada dua buldozer yang masih terparkir di tempat semula. Tampaknya sang Supir masih menunggu perintah dari orang yang menyewanya, siapa lagi kalau bukan Gibran. Namun tampaknya Gibran belum memberikan responnya lagi, setelah mendapatkan teguran dari Alisha. Makanya penggusuran sedikit tertunda.
"Assalamu'alaikum" ucap Reno saat ia sudah berada di depan pintu warung.
"Wa'alaikumus salam! Ada apa? Apakah Anda suruhan Pria sombong juga hah?" balas salah satu pekerjanya Mbok Suminah. Dengan nada terdengar ketus.
"Eh, Bukan kok Mbak! Saya kesini ingin bertemu dengan Mbok Suminah, apakah beliau ada Mba?" tanya Reno, sambil matanya mencari disekitar dalam warung. Dan baru saja, ia hendak melangkah masuk, tiba-tiba seorang wanita paruh baya menghadang langkahnya.
"Ada apa kamu mencari saya Anak Muda?" kata Wanita itu, yang tak lain adalah Mbok Suminah. Membuat Reno sedikit terkejut melihat kedatangannya yang secara tiba-tiba.
"Eh! Si Mbok! Anu Mbok saya diperintahkan oleh Bu Presdir Syarah, untuk menyerahkan ini pada si Mbok," balas Reno, seraya ia menyerahkan sebuah map berwarna biru tua pada Mbook Suminah.
"Apa ini?" tanya Suminah, tak langsung mengambilnya. Ia hanya memperhatikan saja, sambil mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Sebaiknya, Anda lihat saja sendiri Mbok," balas Reno, yang terlihat masih menyodorkan map tersebut pada Mbok Suminah.
Karena rasa penasarannya begitu kuat, akhirnya Mbok Suminah pun mengambil map tersebut, dari tangannya Reno. Setelah itu ia pun langsung membukanya. Dan seketika matanya langsung. membulat tatkala ia membaca isi didalam map tersebut.
"Apa maksud surat ini, anak muda? Apakah kamu tidak salah orang, hm?" tanya Suminah, yang tampaknya ia masih belum percaya pada apa yang ia lihat.
"Tidak Mbok! Saya tidak salah orang, kalau si Mbok tidak percaya maukah Anda menemui Bu Presdir Syarah? Karena beliaulah yang memberikan itu pada Anda," balas Reno. yang tampak sekali ia begitu berharap kalau Mbok Suminah mau bertemu dengan Bosnya itu.
"Baiklah, kalau begitu tunggu sebentar! Saya ganti baju dulu," kata Suminah, sambil menyerahkan map tadi pada Reno kembali.
"Silahkan Mbok!"
Setelah mendapatkan jawaban dari Reno, Mbok Suminah pun bergegas masuk kedalam. Dan Lima belas menit kemudian, ia pun kembali lagi dengan pakaian yang sudah berbeda dari yang tadi. Bahkan ia juga sudah memakai tas sandangnya.
"Saya sudah siap! Ayo kita pergi!" katanya seraya ia langsung melangkah keluar dari warungnya tersebut. Namun sebelum ia melangkah lebih jauh lagi, ia menyempatkan diri berpamitan pada salah satu pekerjanya.
"Arni, jaga warung ya, Si Mbok pergi sebentar," katanya pada wanita yang dipanggil Arni tersebut.
"Iya Mbok! Hati-hati di jalan ya Mbok," balas Arni.
"Wa'alaikumus salam Mbok"
Setelah mendapatkan jawaban salamnya, Suminah pun menghampiri Mobil yang terparkir di depan warungnya. Dimana, disana Reno sudah membukakan pintu mobil untuk dirinya.
"Terima kasih Anak muda!" katanya setelah ia berada di dalam mobilnya Reno.
"Sama-sama Mbok!" balas Reno. Lalu ia pun berjalan memutari mobilnya, menuju pintu mobil sebelahnya, yang tepat disisi kemudinya. Setelah ia masuk, Reno pun mulai menyalakan mesin mobilnya, dan tak berapa lama mobil pun mulai melaju dengan kecepatan sedang.
Didalam perjalanan Suminah tak banyak bicara, walaupun rasa penasarannya begitu kuat. Ia memilih diam, karena ia tahu kalau Reno sedang fokus pada mengemudinya. Dan Lima belas menit kemudian, mobil Reno pun berhenti tepat disebuah bangunan ruko yang berlantai dua.
"Ayo turun Mbok, kita sudah sampai!" kata Reno, seraya ia membukakan pintu mobilnya untuk Mbok Suminah.
__ADS_1
"Terima kasih Anak muda," balas Suminah, lalu ia pun turun dari mobilnya Reno, seraya matanya memandang bangunan ruko yang ada di depan matanya.
"Bangunan inikah yang tertera dimap tersebut?" tanya Suminah, yang terlihat kini matanya masih mengarah pada bangunan ruko bagian atas. Dan ia amat terkejut, ketika ia melihat sebuah papan yang bertulisan "Warung Gado-gado Mbok Suminah" yang terpasang tepat diatasnya pintu ruko tersebut.
"Eh! Kenapa dipapan itu tertulis namaku?" tanya Mbok Suminah, dengan tatapan mata yang masih mengarah ke papan reklame tersebut.
"Karena memang ruko ini milik Anda Bu Suminah," balas seorang wanita tua yang baru saja, keluar dari ruko tersebut. Mendengar perkataan wanita tersebut. Mbok Suminah pun mengalihkan pandangannya pada sumber suara tersebut.
"Hah? Bukan Anda Ibu direktur pemilik perusahaan yang berada didepan warung sayakan?" tanya Mbok Suminah, yang sepertinya ia mengenal wanita itu.
"Benar sekali Bu Suminah! Mari kita berkenalan dulu, saya Syarah Siskha, pemilik perusahaan yang berada didepan warungnya Bu Suminah," ujar Syarah sambil tersenyum lembut pada Suminah. Dan seraya ia mengulurkan tangannya padanya.
"Ooh, saya Suminah, biasanya dipanggil Mbok Sumi, dan saya pemilik warung gado-gado yang berada didepan perusahaan Anda," kata Suminah, sambil menyambut uluran tangannya Syarah.
"Senang berkenalan dengan Anda Bu Sumi. Kalau begitu mari kita masuk, Bu, biar lebih nyaman kita mengobrolnya," ajak Syarah, seraya ia merangkul tangannya Suminah. Seperti orang yang sudah sangat akrab sekali.
Suminah yang mendapatkan perlakuan seperti itu, akhirnya mengikuti saja langkahnya Syarah. Dan setibanya di dalam Ruko tersebut, Suminah langsung tercengang tatkala melihat isi didalam Ruko tersebu. Yang terlihat sudah dilengkapi dengan Etalase kaca yang biasa di pakai Warung Makan, jadi lumayan besarnya. Dan dilengkapi juga dengan kursi berserta mejanya.
"Gimana Bu Sumi? Apakah Anda menyukai warung baru Anda?" tanya Syarah membuat Suminah, langsung menatap wajah Syarah, dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
"Maaf Bu Syarah, apa artinya ini? Apakah Anda, bekerja sama dengan pemilik perusahaan yang baru itu?" tanya Suminah dengan tatapan menyelidiknya.
"Hmm.. Dia cucu saya! Memang dia orangnya sedikit keras kepala. Makanya itu atas namanya saya mohon maafkan ketidak sopanannya. Dan karena saya merasa malu pada Ibu, makanya saya ingin menebus dengan warung baru ini. Untuk itu terimalah Bu," ujar Syarah sambil menatap lembut pada Suminah. Seraya ia menggenggam kedua tangannya Suminah.
Mendapatkan perlakuan seperti itu, membuat Suminah, menjadi bingung, "Eh. Saya-saya..tidak.. bermaksud..." balas Suminah, menjadi gugup.
"Sssth... saya tidak mau mendengar apapun Bu! Jadi untuk itu terimalah ini," ujar Syarah seraya ia menyerahkan, sebuah kunci berserta map yang tadi ia lihat. Suminah terlihat terharu hingga ia tak bisa berkata-kata apa-apa lagi hanya ucapan terima kasinya saja yang ia ucapkan.
"Aah, terima kasih Bu, terima kasih banyak!"
•••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 😉🙏
Serta jangan lupa berikan 👉" ⭐⭐⭐⭐⭐ " serta ulasan Oke 😉 Dan tak lupa juga Vote serta Hadiahnya ya 🤭 biar memicu Author update kembali oke guys 😉 Syukron 🥰.