
*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*
Hal yang membuat kita kuat itu adalah karna motivasi diri, semangat dan keinginan yang kuat untuk tetap bertahan di tengah menderasnya ujian dan banyaknya masalah.
Kadang di titik terlemah kita, kita berpikir menyerah dan pasrah dengan keadaan yang berulang, lupa bahwa semua yang terjadi adalah karena ada campur tangan Allah, Allah sebaik - baik Yang Maha Pengatur. Mintalah kepadanya agar dikuatkan dan diberi jalan terbaik.
Seringkali yang membuat masalah itu bertambah adalah diri kita sendiri dalam menyikapi masalah dan ujian dengan pesimis dan menyerah. Padahal sudah ada janji Allah yang telah mengatakan "sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah ayat 6)
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*
Hari-hari berlalu begitu cepat, dan kita usia kandungan Alisha, juga sudah memasuki empat bulan. Dan sudah pasti yang paling ingat akan usia kandungannya Alisha adalah Gibran. Pasalnya karena ia selalu mendapatkan peringatan dari sang Nenek, untuk tidak boleh menyentuh istrinya selama tiga bulan. Dan hal menjadikan ia setiap harinya harus memberikan tanda silang pada kalender duduknya, yang berada di meja kantornya.
"Eh, Alhamdulillah..ternyata sudah lengkap silangnya di bulan ketiga ini! Apakah itu artinya nanti malam Aku sudah boleh menyentuhnya kan?" gumamnya Gibran, ketika ia sedang duduk di kursi kebesarannya. Yang kebetulan saat ini ia sedang berada di perusahaannya.
"Aaah.. menyebut kata sentuh pikiranku kok jadi mengarah ke sana? Hah! Gawat kayaknya Aku sudah tidak bisa menahannya kalau sampai malam, deh! Haiiis.. ini mungkin karena si entong sudah terlalu lama menganggur kali ya? Jadi dia langsung beraksi ketika teringat itu," gumam Gibran, seraya matanya menatap organ tubuhnya yang bagian bawah, yang ternyata sedang mengeras.
"Haiis ..gimana ini? Kalau aku nekad pulang, yang ada pasti nenek akan curiga. Apalagi sekarang Nenek sering banget berada didekat Icha. Hah! Pasti akan sulit untuk mendekatinya!" gumamnya lagi, terlihat bingung dan serba salah.
"Aaah..iya kenapa tidak meminta Icha kemari saja ya? Bilang saja untuk membawakan dokumen yang tertinggal di ruang kerja. Aah, iya sepertinya seperti itu saja!" Gibran pun langsung mengambil benda pipihnya, lalu ia pun langsung mencari kontak dan langsung mengklik salah satu nama yang tak lain adalah nama Alisha. Dan tak berapa lama kemudian.
"Assalammu'alaikum,?" ucap Gibran, tatkala sambungannya telah terhubung.
"Wa'alaikumus salam, Mas Yuda. Ada apa ya Mas?" balas Alisha dari seberang.
"Sayang, bisakah kamu antarkan dokumen Mas yang ada di meja kerja, ke kantornya Mas? Soalnya itu sangat penting Sayang?" kata Gibran, terdengar dari suaranya ia seolah-olah sedang membutuhkan dokumen tersebut.
"Ooh, baiklah, tapi tunggu sebentar, Icha keruangan Mas dulu ya?"
"Iya Sayang." Sambungan pun hening sesaat. Namun tak berapa lama.
__ADS_1
"Mas, filenya berwarna apa yang harus Icha bawa?" tanya Alisha dari seberang.
"Yang warna kuning Sayang, bisakan kamu bawa kemari?" balas Gibran terdengar sangat berharap.
"Baiklah, akan Icha bawakan. Oh iya apakah ada yang lainnya, yang harus Icha bawa Mas?"
"Untuk sekarang hanya itu saja Sayang. Karena itu sangat penting. Jadi cepat ya Sayang?"
"Baiklah Mas, ya sudah sekarang Icha tutup ya? Assalammu'alaikum?"
"Iya Sayang, hati-hati ya dijalan, Wa'alaikumus salam." balas Gibran. Dan tak berapa lama kemudian sambungan pun terputus.
"Aah.. akhirnya! Semoga tidak ada halangan lagi!" gumam Gibran lagi, "Hmm... sebaiknya Aku selesaikan dulu pekerjaan ini, biar nanti Icha datang, pekerjaanku sudah siap!" lanjutnya, lalu ia pun kembali fokus pada pekerjaannya dan layar laptopnya.
...*****...
Sementara disisi lain.
Setelah mendapatkan telpon dari suaminya. Alisha terlihat sedang bersiap-siap. Karena ia tak mungkin pergi dengan berpakaian rumahan. Setelah dirasa semuanya sudah rapih. Alisha pun bergegas keluar dari kamarnya dengan membawa file yang diminta oleh suaminya. Namun saat ia memasuki ruangan keluarga, langkahnya langsung terhenti, tatkala seseorang memanggil namanya.
Merasa namanya disebut, Alisha pun menoleh kebelakang. Dan tampaklah olehnya seorang wanita tua, yang terlihat baru keluar dari kamarnya, yang berada di lantai bawah.
"Eh, Nenek?!" sentaknya, "Ini Nek, tadi Mas Yuda, meminta Icha, untuk membawakan dokumen ini ke kantornya. Katanya sangat penting penting Nek," lanjut Alisha menjawab pertanyaannya Syarah.
"Coba Nenek lihat Nak? Sepenting apa sih dokumennya? Sampai-sampai tega menyuruh istrinya yang sedang hamil!" pinta Syarah, tampak sekali ia sepertinya sedang kesal pada cucunya yang seenaknya saja memperintahkan istrinya yang sedang hamil.
Karena merasa tak ingin membantah nenek dari suaminya. Alisha pun langsung menyerahkan file yang saat ini ia pegang, "Baik Nek, ini," balasnya seraya ia menyerahkan file yang ia pegang, pada Syarah.
Syarah pun langsung membukanya dan langsung melihat isi didalam file tersebut, "Hah? Inikan..?" katanya terlihat sedikit terkejut. Namun ia langsung menghentikan perkatanya, "Hmm.. sepertinya ada udang di balik rempeyek ya?" gumamnya, sambil tersenyum tipis.
Melihat perubahan pada wajahnya Syarah, Alisha pun jadi penasaran, "Ada apa Nek? Kok ada udang dibalik rempeyek sih?" Apa maksudnya Nek?" tanyanya terlihat begitu penasaran.
__ADS_1
"Eh, tidak ada apa-apa kok Nak. Ya sudah biarkan Reno saja yang mengantarkan dokumen ini. Kamu istirahat saja ya? Karena orang hamil itu, tidak boleh capek-capek, jadi sebaiknya kamu beristirahat saja ya Nak?" balas Syarah, seraya memegang dagu Alisha. Dan sekali lagi, Alisha tak ingin membantah pernyataan Neneknya dan akhirnya ia pun menuruti keinginan sang Nenek.
"Baiklah Nek, kalau begitu Lisha pamit ke kamar, ya?" pamit Alisha dengan pasrah.
"Iya Nak, pergilah." Setelah mendapatkan balasan dari Syarah, akhirnya Alisha pun kembali ke kamarnya lagi.
Sedangkan Syarah langsung memanggil Reno Asisten ke percayaannya. Dan memintanya untuk mengantarkan dokumen yang tadi, kepada Gibran. Dan Reno pun langsung pergi setelah mengambil file dari tangannya Syarah.
...*****...
Sementara di sisi lain.
Tampaknya Gibran telah menyelesaikan tugasnya. Dan kini ia terlihat sedang mondar mandir di dalam ruangannya. Ia terlihat seakan sudah tidak sabaran saat menunggu kedatangan istrinya.
"Icha kok lama banget sih? Padahal sudah hampir dua jam aku menunggunya, tapi kok belum sampai juga ya?" gumamnya seraya ia melihat pintu ruangannya berkali-kali. Dan saat bersamaan terdengar suara ketukan pintu.
"Icha!" sentaknya dengan mata yang terlihat berbinar. Lalu dengan langkah cepat ia pun langsung menghampiri pintu di ruangannya. Dan langsung membukanya.
"Sayang kamu suda...? Reno! Kok elo sih yang datang? Dimana istriku?" tanya Gibran dengan wajah langsung berubah dingin.
"Maaf Tuan! Saya tidak tahu, hanya saja, tadi Bu Presdir menyuruh saya, mengantarkan file ini," balas Reno, sambil menyerahkan file yang ia pegang pada Gibran.
Gibran tampak kesal, dan ia pun langsung mengambil file tersebut dengan kasar, "Sudah sana pergi!" seraya ia menutup pintu dengan kasar.
"Huh! Nenek selalu saja ikut campur! Tidak bisa begini terus! Lihat saja aku akan menculik Alisha!" katanya seraya ia mencampakkan file yang ia pegang.
...•••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••••••••...
Terus dukung author terus ya guys dan jangan lupa tinggalkan jejaknya juga oke.
Halla guys sambil nunggu yuk mampir ke karyanya🦋Rahayu Ningtiyas Bunga Kinanti 🦋 Ceritanya keren banget loh guys. Makanya cus buruan, kepoin ya. Dan jangan lupa juga berikan dukungannya juga ya guys 🙏😉
__ADS_1
SYUKRON 🥰🙏