
*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*
Hidayah itu mahal dan berharga. Sangat beruntung orang yang mendapat hidayah. Dia merasakan kebahagiaan di dunia-akhirat Kebahagiaan hati, ketentraman jiwa dan ketenangan yang sejati
.
Hidayah itu bukan ditunggu. Menunggu waktu tua dahulu. Menunggu sukses dunia dahulu
Menunggu anak dewasa dan mandiri dahulu
.
Hidayah itu dijemput dengan segera. Karena taubat tidak menunggu ajalmu. Bukan lambat asal selamat. Tapi cepat agar selamat di akhirat
Karena Hanya orang yang bersungguh-sungguh lah yang mendapatkan hidayah. Allah berfirman,
“Orang-orang yang bersungguh-sungguh (berjuang) di jalan Kami, sungguh akan Kami berikan petunjuk (hidayah) kepada mereka untuk istiqamah di jalan Kami. (QS. Al-Ankabut: 69).
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*
Gibran benar-benar dikejut akan permintaan istrinya yang menginginkan gado-gado buatan dari Mbok Suminah. Apalagi saat ini waktu sudah menunjukkan waktu jam tengah malam. Rasanya nggak mungkin bila ia harus menurutinya. Karena sudah pasti, saat ini warung Mbok Suminah sedang tutup karena pastinya pemiliknya saat ini juga sedang tidur.
"Sayang, besok aaja ya makan gado-gadonya? Soalnya saat ini pasti Mbok Suminah sedang tidur sayang! Jadi nggak mungkinkan hanya keinginan kamu itu, kita harus mengganggu Ia tidur kan kasihan sayang." ujar Gibran, yang terlihat ia sedang berusaha mengalihkan keinginannya Alisha.
"Humm... Tapi Lisha, sudah kepingin banget tau Mas! Rasa sudah tidak bisa ditunda lagi tau Mas! jadi ayo dong Mas! Kita ke rumah Mbok Suminah sekarang!" balas Alisha, yang tampaknya ia masih terlihat Keukeh dengan ke inginannya itu.
__ADS_1
"Ya Allah Sayang! Kenapa kamu jadi seperti ini sih? Masa kamu nggak kasian apa sama Mbok kamu itu? Pasti saat ini beliau sedang kecapean karena disiang harinya dia harus bekerja lagi Sayang. Jadi ayolah tahan sebentar keinginanmu dulu ya?"
Setelah mendengar perkataan suaminya, seketika mata Alisha langsung berkaca-kaca, dan tak berapa lama kemudian, air matanya pun langsung terjatuh. Membuat Gibran langsung tersentak heran melihat kelakuan istrinya yang saat ini sudah membuatnya kebingungan.
"Sayang kamu kok malah nangis sih? Emangnya ada ya? Perkataan Mas yang sudah membuat kamu tersinggung ya Sayang? Sampai-sampai kamu jadi menangis seperti ini?" tanya Gibran bermaksud ingin menghapus air matanya istri kecilnya itu. Namun dengan spontan Alisha langsung menepisnya.
"Jangan sentuh Icha! Hiks..hiks.. Mas tega! Icha juga ingin berusaha mengalihkannya! Hiks.. hiks . tapi tetap saja rasa ingin itu malah semakin kuat! Hiks.. hiks... huhuhu..hiks.."
Tangis Alisha semakin pecah membuat Gibran semakin bingung menghadapi istrinya yang semakin lama semakin aneh saja, "Maaf Sayang! Ya sudah kalau begitu ayo kita ke rumah Mbok Suminah! Semoga nanti beliau mau membikinin kamu Gado-gadonya ya?" ujar Gibran, yang akhirnya ia mengalah.
mendengar perkataan suaminya dengan spontan Alisa pembangun dari tempat tidurnya. Bahkan ia langsung turun dari sana, "Hu'um! Aamiin! Ya udah ayo cepat kita pergi sekarang!" katanya seraya ia menghapus air matanya dan sambil melangkahkan kakinya menuju ke pintu dengan cepat. Membuat Gibran langsung terpelongoh melihatnya.
"Haa? sebegitu inginnyakah dia sama gado-gado? Sampai-sampai dia mengangis sedih, dan begitu Mendengar aku mengajaknya dengan cepat juga dia menghentikan tangisannya dan pergi begitu saja? Benar-benar aneh banget deh!" gumam Gibran, yang terlihat ia masih terpaku di tempat tidurnya. Sehingga Alisha yang tadi sudah keluar dari kamarnya, kini terpaksa kembali lagi.
"Iiikh Mas Yuda! Kok malah bengong disitu sih?! Cepat dong Mas!" tegur Alisha, dengan wajah yang terlihat begitu kesal. Karena suaminya belum juga beranjak dari tempat tidurnya.
"Pakailah, biar kamu tidak kedinginan saat di jalan nanti," kata Gibran lagi, sambil membantu Alisha memakaikan jaketnya.
"Sudahkan? Sekarang ayo cepat!" kata Alisha terdengar manja. Sambil ia langsung menarik tangan suaminya. Membuat Gibran mau tak mau akhirnya mengikuti langkah kakinya, yang terlihat sedikit cepat.
"Sayang, sebenarnya kamu kenapa sih? Soalnya beberapa hari ini Mas perhatikan tingkah kamu sedikit berbeda deh. Sebenarnya ada apa sih sayang?" tanya Gibran tatkala mereka sudah berada di dalam mobil mereka.
"Berbeda? Maksudnya Mas berbeda bagaimana sih? Orang Icha rasanya biasa-biasa aja pun," tanya Alisha balik, ia juga merasa heran mendengar pertanyaan suaminya.
"Yaa beda aja Sayang! kamu itu sekarang lebih sensitif dan suka marah-marah tidak jelas membuat Mas kadang bingung melihat kamu sayang?" balas Gibran berkata apa adanya.
"Huh! Kata siapa Icha seperti itu! Orang Icha biasa-biasa aja pun! Itu perasaan Mas aja kali?" ucap Alisha terdengar ketus. Melihat istrinya sudah mulai berbeda lagi. Gibran pun memilih untuk tidak melanjutkannya lagi.
__ADS_1
"Iya kali ya? Itu hanya perasaan Mas aja ya sudah kalau gitu Mas minta maaf ya sayang?" balas Gibran yang akhirnya mengalah lagi dan bahkan ia memilih untuk diam.
Sehingga kini suasana didalam mobil mereka menjadi hening, hingga disepanjang perjalanan mereka menuju rumah Mbok Suminah. Dan selang dua puluh lima menit kemudian mobil Gibran pun memasuki area pertokoan. Dan tak berapa lama mobilnya pun berhenti tepat di depan sebuah Ruko yang bertuliskan Warung Gado-gado Mbok Suminah. Akan tetapi warung tersebut terlihat sedang tutup. Namun hal itu tak menjadi masalah buat Alisha. Bahkan ia langsung menggedor-gedor pintu rukonya tersebut.
"Sayang, mungkin si Mbok sedang tidur Sayang. Apa sebaiknya besok pagi saja ya kita kemari lagi?" ujar Gibran dengan lembut.
"Tidak! Pokoknya Icha maunya sekarang Mas!" seru Alisha, dengan tatapan mata yang terlihat sedang marah.
"Tapi Sayang.." baru saja Gibran bermaksud ingin merayu lagi istrinya lagi. Namun kata-katanya langsung terhenti tatkala ia mendengar suara pintu yang sepertinya hendak dibuka. Dan benar saja tak berapa lama kemudian akhirnya pintu pun dibuka oleh seorang wanita paruh baya. Ia tampak begitu terkejut saat melihat Gibran maupun Alisha.
"Kalian?" sentak wanita tersebut.
"Assalamu'alaikum Mbok!" ucap Alisha dan Gibran secara bersamaan.
"Wa'alaikumus salam! Ini ada apa Nak? Kok tengah malam begini kalian kemari, hm?" tanya Wanita itu yang ternyata ia adalah Mbok Suminah.
"Maaf kami telah mengganggu tidurnya si Mbok! Tapi ini karena Lisha, tiba-tiba saja ingin makan gado-gado buatan si Mbok. Dan tak bisa ditunda lagi. Makanya terpaksa saya mengantarnya kemari Mbok," jelas Gibran merasa tidak enak hati.
"Aah.. benarkah itu?" tanya Mbok Suminah dengan mata terlihat langsung berbinar. Dan dengan spontan Alisha pun mengangguk.
"Alhamdulillah.. Itu artinya kamu sedang ngidam nak!" kata Suminah, membuat Gibran maupun Alisha terkejut mendengarnya.
"Apaan? Ngidam?"
...•••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••••••...
Jangan lupa dukung Author ya, dan jangan lupa juga tinggalkan jejaknya oke. Dan Author tunggu VOTE juga ya🙏😉 Syukron 🙏
__ADS_1