
*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*
Dear Readers ♥️
Dalam hidup ini akan ada saat di mana kita bisa tertawa bahagia, Dan ada saatnya pula kita menangis karena masalah. Cukup Allah saja yang menjadi pendengar kita Di kala itu manusia hanya bisa mengucapkan kata turut bersedih Tanpa memberi solusi.
Sahabatku...Jalani saja semua proses hidup ini dengan ikhlas dan sabar serta penuh keyakinan Bahwa Allah selalu bersama kita. Jika kita memiliki banyak masalah Dan itu membuat kita semakin dekat kepada Allah. Maka percayalah bahwa itu bukanlah masalah, Melainkan itu adalah Anugrah Rahmat dari Allah. Tidak perlu berusaha menjadi lebih baik dari siapapun, Cukup menjadi lebih baik bagi diri kita sendiri.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*
Hari pertemuan pertamanya Alisha dengan Suminah menjadi hari yang mengharu bagi Suminah, setelah Azis menceritakan semuanya pada Suminah sang kakaknya itu. Dan Suminah pun menjadi iba setelah mengetahui kisahnya Alisha. Apalagi setelah ia mengetahui umur Alisha yang terbilang masih di bawah umur. Namun sudah menyandang status seorang Janda diusianya yang masih belia itu.
"Owalah, Ndok-ndok.. kasihan banget sih kamu? Di usia yang masih belia ini sudah menjadi Jamur," ujar Suminah, seraya ia mengusap kepala Alisha yang tertutupi oleh hijabnya.
Mendengar kata Jamur, membuat Azis mengerenyitkan dahinya, yang menandakan ia tak memahami perkataan Kakaknya itu, "Jamur? Apa maksud Mbayu, mengatakan Lisha menjadi jamur?" tanyanya yang terlihat sekali ia amat penasaran.
"Huh! Dasar wong deso! Jamur saja tidak tahu kue leh-leh! Jamur itu janda dibawah umur tau!" jelas Suminah, dan dengan spontan semua mata mengarah ke Suminah maupun Alisha. Apalagi saat ini pengunjung sedang lumayan ramai. Sehingga perkataan Suminah, membuat mereka jadi penasaran.
__ADS_1
"Hah? Gadis kecil itu sudah menjadi Jamur Mbok?' tanya seorang pria, salah satu pengunjung yang terlihat sedang memakan gado-gado buatan anak buahnya Suminah.
"Eh, Pak Dion! Giliran mendengar ada Jamur langsung meper! Awas saja kalau kamu macam-macam sama anak wedokku ini yoo? Maka jangan salah si Mbok, mengulek kamu di cobek besar si mbok itu!" balas Suminah, terdengar sedikit mengancam.
"Yaelah si Mbok, ancamannya ngeri banget sih? Padahal akukan cuma bertanya doang, nggak maksud apa-apa juga Mbok," ujar Pria itu. Namun tatapannya terlihat masih mengarah ke Alisha.
"Huh! Cuma tanya doang! Kamu pikir si Mbok nggak tahu siapa kamu apa? Semua yang disini juga pada tahu, kalau kamu tuh cowok playboy! Jadi awas saja kamu dekat-dekat dengan anak wedokku ini yoo? Kamu tahukan siapa si Mbokkan? Kalau si Mbok ini sudah marah maka, kalian semua bisa si mbok buat jadi kapas yang bisa terbang ke sana kemari! Jadi camkan itu," ancam Suminah lagi, membuat semua yang ada di sana pada bergidik mendengarnya.
"Waduh! Seram banget ya? Iiikh.. hati-hati pak Dion, jangan sampai mengusik jawara wanita ini! Bisa-bisa Anda jadi tempe mendoan di buat Mbok Sumi loh," celetuk salah satu Pria yang duduknya tak berapa jauh dengan Pria yang bernama Dion tersebut.
"Cih..! Diam Lo Heri! Suka banget sih ikut campur urusan gue!" sergah Dion yang terlihat ia seperti tidak suka pada pria yang dipanggilnya Heri itu.
"Eeeeh..apaan sih kalian berdua! Kok jadi pada sewot gitu sih! Udah ayo kita kembali ke Kantor! Jangan sampai kalian berdua kenak pecat oleh Pak Gibran! Kalian tahukan? Kalau CIO baru kita orangnya bagaimana? Dia bukan Seperti Pak Bahri, yang bisa mentolerir setiap karyawannya melakukan kesalahan. Jadi kalian berdua jangan sampai bernasib sama seperti seperti Pak Idris yang dipecat karena berbuat kesalahan kecil. Jadi berhati-hatilah kalian!" ujar seorang wanita cantik, yang kebetulan duduk di satu meja yang sama pada Dion dan Haris.
"Aah, benar juga yang kamu katakan Tari ! Okelah kalau Begitu, ayo kita segera kembali! Tinggal sepuluh menit lagi, yuk akh balik kantor!" balas Heri, Seraya ia bangkit dari duduknya, lalu ia langsung berjalan ke meja kasir. Begitu juga dengan para pengunjung yang berada satu perusahaan dengan Heri dan Dion, mereka semua satu persatu mulai meninggalkan Warung Gado-gado milik Suminah. Dan kini Warung tersebut mulai lengang.
"Mbayu, Riko pasti udah dengar tentang Marwan nikah lagi sama Adik angkatnya Riantikan? Nah istrinya itu selalu jahat sama Lisha Mbak. Yaitu dia juga yang maksa Lisha Nikah sama Rentenir jahat itu. Eh sekarang dia malah mengusir Lisha. Makanya tak bawa kesini, Mbak," jelas Azis mengulangi ceritanya untuk mengambil simpati Suminah agar semakin merasa iba pada Alisha dan mau menerimanya.
"Huh! Dasar perempuan nggak punya akhlak! Sudah di tolong malah menggigit! Biar aja nanti matinya sama kayak si bandot tua itu! Karena orang jahat biasanya matinya susah!" balas Suminah. Ia terlihat begitu marah pada Ibu tirinya Alisha.
__ADS_1
"Terus gimana Mbayu? Apa Mbak mau menerima Lisha kerja disini? Kasian Mbak, Dia udah nggak punya tempat tinggal lagi soalnya," ujar Azis lagi.
"Ya sudah kalau begitu Lisha tinggal sama Aku saja! Lagian Rianti itukan teman karibku semasa kami gadis. Jadi sudah sepatutnyakan aku menjadi ibunya Lisha, menggantikan Rianti temanku. Benar tidak Leh?" balas Suminah sekali meminta pendapat pada Azis.
"Yaa benar sekali dong Mbak! Lagiankan Mbayu, tidak punya anak perempuan, jadi pas banget ada Lisha, iyakan Mbak?" rayu Azis yang terlihat sekali ia bersemangat, mempengaruhi kakak, agar semakin mau menerima Alisha.
"Iyo juga yo Leh? Punya 2 anak Lanang juga pada diambil istrinya. Yo wes lah, kalau begitu, mulai sekarang, detik ini juga kamu resmi menjadi anak perempuannya Mbok Suminah!!! Tok..tok..tok.." ujar Suminah dengan tegas, lalu diakhiri ia memukul meja dihadapannya dengan sebuah sendok yang kebetulan ada disana. Setelah itu ia pun langsung memeluk tubuhnya Alisha.
"Alhamdulillah..barakallah... semoga Allah memberkahi kehidupan Mbayuku dan Alisha!'' seru Azis yang terlihat ia begitu senang dan begitu bersyukur. Karena pada akhirnya Alisha menjadi Anak angkatnya Suminah. Begitu juga dengan Alisha, ia begitu senang dan terharu. Sehingga air matanya mengalir begitu saja, setelah ia mendengar perkataan Suminah yang kini resmi menjadi ibu angkatnya.
"Terima kasih yaa Mbok! Hiks..hiks..terima kasih karena telah menerima Lisha menjadi Anak si Mbok, hiks..hiks.." ucap Alisha, didalam pelukan sang ibu angkatnya.
"Sama-sama Sayang. Tapi..eeh apa ini? Kenapa jadi pakai acara nangis sih? Si mbok nggak suka melihat air mata! Jadi mulai sekarang kamu, harus menjadi wanita yang tangguh, dan mulai nanti malam si Mbok juga akan mengajarkan kamu ilmu bela diri, biar tidak ada yang bisa meremehkan kamu lagi, paham!" Mendengar perkataan Suminah, Azis langsung tersentak
"Haaah?? Gawat dah nih! Bakalan lama dapat jodoh dah si Jamur!" gumam Azis. Sepertinya ia tahu betul cara Suminah mendidik.
...•••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••...
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 😉🙏
__ADS_1
Serta jangan lupa berikan 👉" ⭐⭐⭐⭐⭐ " serta ulasan Oke 😉 Dan tak lupa juga Vote serta Hadiahnya ya 🤭 biar memicu Author update kembali oke guys 😉 Syukron 🥰.