
*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*
Hidup identik dengan masalah, kesusahan, dan beragam ujian. Maka, setiap yang hidup pasti mendapatkan ujian. Maka, saat masalah datang menghampiri, keep calm dan jangan mengeluh.
Karena bila mengeluh, kita akan mendapat dua kerugian: (1) aneka kesulitan tidak hilang dengan keluhan, (2) kita tidak dapat pahala sabar dari hadirnya ujian.
Maka, ridhakan hati, terima apa yang sudah Allah Ta'ala tetapkan. Bukankah Allah tidak menghadirkan suatu, kecuali sudah terukur berat dan ringannya, pasti ada hikmahnya didalamnya, pasti bermanfaat dunia akhirat apabila kita menyikapinya dengan benar.
Salah satu cara terbaik untuk menyikapi ujian adalah segera "lari" kepada Allah, melalui zikir dan doa. Semakin banyak kita berzikir dan memohon kepada-Nya, aneka solusi pun akan semakin cepat menghampiri kita.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*
Karena begitu khawatir melihat Alisha yang sempat mengeluarkan darah. Gibran pun langsung membawanya ke rumah sakit. Dan sesampainya di rumah sakit, Alisha langsung di bawa keruangan bersalin, untuk melakukan pemeriksaan. Sedangkan Gibran lebih memilih menunggu diluar. Karena ia tak sanggup bila melihat Alisha yang sedang kesakitan. Dan disaat ia sedang cemas menunggu di depan ruangan bersalin tiba-tiba seseorang menyentuh bahunya, seraya berkata.
"Nak, gimana keadaan Lisha?"
Gibran langsung tersentak, dan ia pun langsung menoleh kebelakang, "Nenek!" sentaknya saat melihat wajah orang tersebut yang ternyata ia adalah Syarah. Dan Gibran pun langsung memeluknya, "Apakah Lisha akan baik-baik saja Nek?" tanyanya dengan suara yang terdengar bergetar.
"Insya Allah dia akan baik-baik saja, Nak. Sekarang sebaiknya kamu tenangkan diri kamu dulu. Setelah itu berdoalah agar istri dan anakmu selamat, ya Nak," balas Syarah dengan lembut, seraya ia mengusap punggung cucu laki-lakinya itu.
"Iya Nek! Kalau Yuda ke mesjid dulu ya, karena sebentar lagikan Isya. Jadi sekalian Yuda mau mendoakan Lisha," ujar Gibran seraya ia menyalami tangannya serta mengecupnya.
"Pergilah Nak, semoga setelah kamu kembali dari mesjid, Anak kamu juga sudah lahir ya?"
__ADS_1
"Aamiin ya Allah.. iya Nek. Kalau begitu Yuda pamit ya Assalamu'alaikum," pamit Gibran.
"Wa'alaikumus salam Warahmatullahi wabarakatu."
Setelah mendapat kan jawaban salamnya dari salah Gibran langsung bergegas pergi, untuk melaksanakan kewajiban terhadap Rabb nya. Dan tiga puluh menit kemudian Gibran sudah kembali lagi. Dengan dibarengi terbukanya pintu ruang bersalin. Melihat hal itu Gibran langsung berlari menghampiri seorang wanita berjas putih yang baru saja keluar dari ruangan tersebut.
"Bagaimana keadaan istri dan anak saya Dok?" tanya Gibran dengan wajah yang terlihat begitu tegang dan penasaran.
"Alhamdulillah keduanya dalam keadaan baik Pak. Selamat ya Pak, anak Anda berjenis kelamin laki-laki," balas Sang Dokter sambil mengulurkan tangannya pada Gibran.
"Alhamdulillah..." ucap Gibran dan Syarah secara bersamaan. Karena memang sudah sejak tadi Syarah berada di depan pintu Ruang bersalin.
Setelah mengucapkan rasa syukurnya Gibran pun langsung memeluk sang Nenek, sembari berkata, "Nenek dengarkan? Anakku laki-laki Nek!" ujar Gibran penuh rasa haru sekaligus rasa bangga dan juga bahagia.
"Iya Nak, Nenek dengar kok! Selamat ya akhirnya sekarang kamu jadi seorang Ayah," balas Syarah saat di dalam pelukannya Gibran. Dan sama halnya Gibran, Syarah pun terlihat begitu terharu.
"Terima kasih juga anak. Alhamdulillah.. di umur Nenek, yang setua ini, Nenek masih bisa melihat anak kamu Nak," ucap Syarah, penuh rasa syukur dan ia juga terlihat begitu terharu tatkala Gibran menyebutkan kata cicit. Setelah saling mengucapkan selamat, Gibran kembali mengalihkan pandangannya pada sang dokter yang masih berada di sana
"Oh iya Maaf Dok, saya jadi mengabaikan Anda," ucap Gibran pada sang Dokter.
"Iya tidak apa-apa kok Pak! Saya maklum," balas sang Dokter.
"Oh iya Dok. Apakah sekarang saya sudah bisa melihat istri Saya?" tanya Gibran lagi. Tampak ia terlihat sudah tidak sabaran ingin melihat istrinya.
"Silahkan Pak! Saat ini istri dan Anak Anda juga sudah kami pindahkan ke ruang rawat inap. Jadi sekarang Anda sudah bisa langsung menjenguknya," balas Sang Dokter dengan ramah
__ADS_1
"Terima kasih Dok! Kalau kami Permisi ya Dok,"
"Sama-sama Pak! Iya silahkan!"
Setelah mendapatkan jawaban dari sang Dokter Gibran dan Syarah pun langsung bergegas keruang rawatnya Alisha. Sesampainya mereka disana, tampaklah oleh mereka, Alisha yang sedang memandangi bayinya yang kebetulan sedang berbaring di sisinya. Namun ketika ia melihat kedatangan Gibran berserta Neneknya, Alisha langsung tersenyum.
"Mas Yuda, Nenek. Sekarang Lisha punya anak," katanya dengan suara yang terdengar masih lemah.
"Iya Sayang. Sekarang kamu sudah menjadi Ibu, selamat ya Nak. Semoga setelah ini kebahagiaan akan selalu menyertaimu," ujar Syarah, yang kemudian ia pun memberikan kecupan sayang di dahinya Alisha.
"Aamiin, terima kasih Nek," ucap Alisha penuh rasa haru. Setelah itu pandangan Alisha langsung beralih ke wajah suaminya.
"Mas, lihatlah, anak kita mirip banget sama kamu, iyakan?" katanya, sambil kembali memandang wajah bayinya.
"Iya Sayang, dia mirip banget sama Mas. Terima kasih ya Sayang, kamu sudah memberikan hadiah yang begitu berharga buat Mas," balas Gibran. Lalu ia juga memberikan kecupan lembut pada dahinya Alisha, "Terima kasih, karena kamu sudah berjuang demi anak kita. Sekali lagi terimakasih ya Sayang," ucap Gibran lagi dan kembali ia mengecup dahi istrinya, yang kali ini sedikit lama.
"Eeeh.. Nak, mau sampai kapan kamu nyium istri kamu begitu hm? Ingat loh anak kamu belum di adzani loh Nak. Jadi sebaiknya kamu Adzankan dulu Nak," ujar Syarah, membuat Gibran akhirnya mengakhiri ciumannya.
"Aah, iya Yuda lupa! Ya sudah kalau begitu Yuda Adzankan dulu deh," balas Gibran, lalu ia pun menggendong buah hatinya. Kemudian ia pun langsung menghadap kiblat dan tak berapa lama terdengarlah suara merdu Gibran yang sedang mengumandangkan adzan untuk buah hatinya. Setelah Adzan selesai, ia langsung menyambung dengan komatnya. Setelah selesai Gibran pun memberikan kecupan lembut pada dahi sang buah hatinya.
"Selamat datang Baby Boy ku. Semoga kamu kelak menjadi anak yang Sholeh, serta pembawa kebahagiaan untuk Papi dan Maminya," ucap Gibran dengan suara yang terdengar bergetar. Mendengar selipan doa singkat Gibran, Alisha dan Syarah langsung menyambungnya dengan kata..
"Aamiin ya Allah," ucap keduanya secara bersamaan. Dan disaat bersamaan..
"Assalammu'alaikum," ucap seorang pria dan wanita yang baru saja masuk.
__ADS_1
...••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••...
Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 🙏🥰