
*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka diuji lagi?” (QS: al-‘Ankabuut: 2)
Banyak yang berhenti hijrah hanya sampai penampilan saja, atau bahkan ia kembali lagi ke kehidupan jahiliyahnya. Seperti kita ketahui ada orang yang telah berhijrah menuju jalan Allah, namun di tengah jalan ia kembali lagi ke masa kelamnya. Seseorang tidak akan bisa _survive_ sampai ia bisa menata hatinya.
“Jika kamu ada di jalan yang benar menuju Allah, berlarilah. Jika itu berat untukmu, berlari-lari kecil lah. Jika kamu lelah, berjalanlah. Dan jika kamu tidak bisa, merangkaklah, tapi JANGAN PERNAH berhenti atau berbalik arah.” -Imam Syafi’i
Semangat untuk terus berubah menjadi lebih baik. Jangan lelah berjalan menuju Allah. Walaupun terseok-seok, jangan berhenti ataupun berbalik arah.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*
Karena mendapatkan paksaan dari Syarah, mau tak Mau, Gibran akhirnya mengikuti keinginan sang Nenek. Dan kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil yang sama dengan Reno sebagai supirnya. Reno yang sepertinya sudah diberitahu duluan, oleh Syarah arah dan tujuannya. Ia pun langsung melajukan mobilnya tanpa bertanya apapun lagi. Hal itu malah membuat Gibran jadi penasaran.
"Sebenarnya kita mau kemana sih Nek? Kenapa arahnya menuju taman kota?" tanya Gibran dengan wajah penasarannya.
"Emang kita mau kesana," balas Syarah dengan singkat.
"Hah..? Mau ngapain kesana Nek?" tanya Gibran lagi, makin penasaran.
"Kan sudah nenek bilang, mau menemui calon istri kamu, Nak!" balas Syarah dengan santai. Membuat dahi Gibran langsung berkerut, menandakan ia semakin penasaran.
"Calon istriku? Siapa calon istriku? Apa tidak bisa nanti-nanti saja ya Nek? Kan Gibran belum siap Nek," pinta Gibran, dengan wajah berharap sang Nenek mau mendengarkan permintaannya.
"Tidak bisa! Ingat perjanjian kita, tinggal beberapa hari lagi loh sama sepupu kamu! Jadi kamu tidak boleh menunda-nundanya lagi! Kalau kamu masih mau menjadi CEO diperusahaannya Nenek, Kamu paham!" balas Syarah terdengar tegas. Dan seketika Gibran pun teringat akan perjanjian antara ia dan neneknya serta sepupunya juga. Sehingga ia tak bisa berkutik lagi.
__ADS_1
"Haiis..! Kenapa harus ada perjanjian seperti itu sih! Bikin repot orang saja!" gumamnya, namun masih terdengar oleh sang Nenek.
"Itu salah kamu sendiri! Kenapa diumur yang hampir memasuki kepala tiga, masih saja tidak memikirkan untuk menikah! Emangnya mau sampai kapan Nenek harus menunggu kehadiran cucu dari kamu hah? Jadi jangan protes lagi!" ujar Syarah, membuat Gibran akhirnya hanya diam dalam kepasrahannya. Dan tak berapa lama mobilnya Syarah pun berhenti, tepat didepan sebuah Ruko.
Gibran langsung tersentak tatkala ia melihat Ruko tersebut, "Hah! Mau ngapain kita berhenti disini Nek! Jangan bilang nenek mau beli Gado-gadonya si Embok-embok itu lagi!" tanyanya dengan wajah yang kini terlihat sudah berubah menjadi masam.
"Lebih dari itu! Dan ingat jangan bikin malu Nenek! Kalau tidak kamu akan menyesal seumur hidup karena kepergian Nenek!" ujar Syarah, sedikit mengancam membuat Gibran begitu terkejut mendengarnya.
"Apa! Nenek mengancam Yuda?" tanyanya dengan wajah terlihat sedikit kesal.
"Iya! Maka dari itu kamu jangan membuat sesuatu yang bikin Nenek merasa malu! Dan ingat akan janji kamu untuk memenuhi permintaan Nenek, apapun itu! Sekarang turunlah!" kata Syarah, membuat Gibran langsung mendengus kesal. Namun ia tak berani membantahnya. Dan hanya mengikuti apa yang sang Nenek katakan.
Syarah, Gibran serta Reno akhirnya turun dari mobilnya. Dan mereka langsung memasuki Ruko yang diatasnya terdapat tulisan Warung Gado-gado Mbok Suminah. Warung tersebut terlihat sedikit lengang, mungkin karena hari, masih terbilang pagi. Dan hanya ada beberapa orang saja yang terlihat sedang menikmati Gado-gadonya pesananya.
"Assalamu'alaikum" ucap Syarah, ketika ia sudah berada di depan ruko tersebut. Sementara Gibran, hanya berdiri dibelakang Syarah dengan wajah masamnya.
"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatu.. Eh, eeh..Bu Syarah? Ayo Bu silahkan masuk," balas seorang wanita paruh baya yang terlihat ia begitu senang melihat kedatangannya Syarah.
"Ayo Bu silahkan duduk," kata Mbok Suminah lagi, seraya tangannya mempersilahkan kesebuah meja, yang kursinya terlihat masih kosong.
"Terima kasih Bu, ayo Nak kita duduk," kata Syarah pada Gibran, "Oh iya, Bu Sumi masih sudah kenalkan pada cucu saya?" tanyanya lagi pada Mbok Suminah.
"Iya saya kenal Bu, Dia penerus Ibu yang paling Sombong itukan?" kata Suminah, dengan tatapannya mengarah pada Gibran.
"Eh! Anda..." protes Gibran. Namun tangannya langsung diremas oleh Syarah. Dan dengan spontan pandangan Gibran langsung mengarah ke Neneknya, dan terlihatlah olehnya mata sang Nenek yang sedang mempelototinnya. Membuat ia akhirnya tak bisa protes lagi. Namun wajahnya kesalnya masih terlihat jelas dimatanya Suminah. Dan itu membuat Mbok Suminah malah tersenyum tipis.
"Maafkan ketidak sopanannya cucu Saya ya Bu Suminah," kata Syarah pada Suminah.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Bu Syarah! Saya maklum kok. Biasalah, anak mudakan memang seperti itu, Bu," balas Suminah dengan sopan.
"Oh iya, apakah Bu, apakah Anda masih ingat dengan kesepakatan kita tempo hari?" tanya Syarah mengingatkan Suminah, yang tampaknya mereka sudah membuat kesepakatan yang hanya mereka sajalah yang tahu.
"Ya saya ingat kok Bu. Dan Alhamdulilah saya sudah menanyakan hal itu pada Anak wedokku dan Alhamdulilah juga dia sudah setuju kok Bu. Tapi Anda sudah tahukan status, anak wedokku itu Bu?" balas Suminah, dan ia juga balik bertanya pada Syarah.
"Alhamdulillah saya sudah tahu Bu! Lagian status itu juga nggak penting, wong janda kembang kok Bu, ya nggak masalah bagi Saya," balas Syarah terlihat ia begitu Senang, "Oh iya, mana nih Anak wedokmu Bu? Saya ingin melihatnya," lanjut Syarah, dengan tatapan matanya yang seperti mencari-cari Sesuatu.
"Oh iya, sebentar ya Bu. Biar saya panggilkan dulu orangnya," kata Suminah Dan ia pun melangkah masuk dan tak berapa lama kemudian ia pun kembali lagi bersama seorang Wanita yang terlihat masih amat muda sekali.
"Lisha, ayo beri salam pada Bu Syarah," kata Mbok Suminah pada wanita itu yang ternyata ia adalah Alisha.
"Assalamu'alaikum Nek," ucap Alisha seraya ia menyalami tangannya Syarah.
"Wa'alaikumus salam Nak, ma shaa Allah, ayu temen kue Nduk," balas Syarah, yang kemudian ia langsung memeluk Alisha.
"Terima kasih Nek," balas Alisha terlihat sedikit malu.
"Sama-sama Nak. Oh iya, benarkah kamu sudah setuju menerima cucu Nenek Nak?" tanya Syarah, yang terlihat masih berdiri di hadapan Alisha.
"In shaa Allah Nek," balas Alisha dengan lembut.
"Kalau begitu sekarang kenalan dulu pada Cucu Nenek, yaa.. ini cucu nenek Nak," kata Syarah, seraya ia menggeserkan tubuhnya, dan terlihatlah oleh Alisha Gibran yang sejak tadi hanya duduk dengan wajah yang terlihat masam. Melihat itu Alisha begitu terkejut.
"Hah..?! Tuan Sombong ini cucu Nenek?"
...•••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 😉🙏
Serta jangan lupa berikan 👉" ⭐⭐⭐⭐⭐ " serta ulasan Oke 😉 Dan tak lupa juga Vote serta Hadiahnya ya 🤭 biar memicu Author update kembali oke guys 😉 Syukron