
*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*
BERSUNGGUH-SUNGGUH MENGGAPAI HIDAYAH
Betapa butuhnya kita terhadap hidayah Allah ﷻ. Sungguh andaikata bukan karena hidayah-Nya niscaya kita tidak akan tahu siapa kita dan untuk apa kita hidup di dunia.
Namun, datangnya hidayah itu tentu ada sebabnya. Salah satunya adalah kesungguhan seseorang dalam berusaha menggapai hidayah itu sendiri. Allah ﷻ berfirman:
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
"Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk mencari keridhaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-Ankabut: 69)
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*
Mendengar penjelasan dari Alisha yang bak seorang Ustadzah itu. Membuat semua orang terkesima melihat kecerdasannya. Dan itu termasuk Suminah para teman sepekerjanya Alisha. Mereka terlihat begitu kagum, melihatnya terutama Mbok Suminah, ia sampai menitikkan air matanya, saat melihat anak angkatnya itu.
"Masya Allah.. Lisha kita sudah seperti seorang Ustadzah, ya Mbok? Nggak sia-sia pengorbanan si Mbok yang memasukkan Lisha, ke pondoknya Ustadzah Saudah, ya?" ujar salah satu teman kerjanya Alisha, yang saat ini sedang berdiri di sampingnya Mbok Suminah.
"Kamu benar Arni, Lisha kitakan sudah seperti Ustadzah dia memang pintar. Jadi tak heran kalau suatu saat dia akan menjadi seorang Ustadzah. Apalagi ini yang diinginkan oleh Si Mbok, iyakan Mbok?" sambung teman Alisha, yang lainnya.
"Aku juga sepemikiran denganmu Yuni. Dari pertama aku melihatnya, Aku sudah merasa, anak ini mempunyai kharisma yang berbeda. Makanya aku sangat mendukung si Mbok saat menyuruh Lisha, belajar ke pondok. Iyakan Mbok?" timpal wanita paruh baya. Dia adalah pekerja Mbok Suminah yang paling lama.
__ADS_1
"Kamu benar Dizah, Si Mbok juga merasakan hal yang sama saat melihat Anak itu. Dan sekarang Alhamdulillah.. sudah terbukti, belum lama dia belajar dipondoknya Ustadzah Saudah. Kini dia sudah bisa menyalurkan ilmu yang dia dapatkan untuk kita semua," balas Suminah, dengan pandangan yang terlihat masih mengarah, ke Alisha dengan tatapan penuh harunya.
...🦋🦋🦋...
Sementara itu disisi lain.
Tampak Alisha masih berada di tempat yang sama, dan masih memberikan sesuatu penjelasan pada Gibran, yang terlihat masih berdiri di atas buldozernya. Ia juga seakan terhipnotis dengan Alisha. Sehingga ia seperti tak bisa melawan gadis kecil yang dihadapannya itu.
"Oh iya, tadi Anda juga bertanya apa itu memotong rezeki orang lainkan, Tuan yang sombong? Baiklah Saya juga akan jelaskan apa itu memotong rezeki orang lain!" ujar Alisha masih dengan lantangnya.
"Tuan Sombong, memotong rezeki orang sama saja dengan mengambil hak orang lain! Tuan, mengambil Hak Orang Lain dalam Islam sangat dilarang! Alasan larangan mengambil hak orang lain, dalam Hadits Riwayat Abu Daud dan Daruquthni menjelaskan "bahwasanya tidaklah halal mengambil hak harta orang muslim, kecuali dengan kerelaan orang tersebut."
Dalam Al-Qur’an Surat Al Baqarah ayat 188 menjelaskan:
وَلَا تَأۡكُلُوٓاْ أَمۡوَٰلَكُم بَيۡنَكُم بِٱلۡبَٰطِلِ وَتُدۡلُواْ بِهَآ إِلَى ٱلۡحُكَّامِ لِتَأۡكُلُواْ فَرِيقٗا مِّنۡ أَمۡوَٰلِ ٱلنَّاسِ بِٱلۡإِثۡمِ وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ ١٨٨
"Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim, dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui." (QS. Al-Baqarah ayat 188).
Jika kita berani mengambil hak orang lain, bukankah itu merupakan hal yang sangat menakutkan? Pasalnya, tidak hanya akan mendapatkan siksa dunia saja, melainkan juga siksa akhirat yang sudah menanti, seperti yang dikatakan dalam Hadits Riwayat Muslim menjelaskan bahwasanya
“Rasulullah SAW bersabda: "Siapapun yang mengambil hak orang muslim dengan sumpahnya, Allah menentukan neraka baginya. Lalu, mengharamkan surga baginya. Ada lelaki yang bertanya kepada Nabi SAW: Walaupun hal tersebut merupakan hal yang sangat sederhana wahai Rasulullah? Kemudian Nabi Muhammad SAW menjawab: Walaupun itu sebatang kayu syiwa dari pohon arak”.
Astagfirullahal’adzim, begitu bahayanya jika kita memakan harta seorang muslim yang bukan menjadi hak kita. Bahkan jika hal tersebut sangat remeh. Oleh sebab itu, jika Anda masih berkeinginan melakukan hal seperti ini! Maka berhati-hatilah mulai dari hati ini!" jelas Alisha lagi, masih dengan suara lantangnya agar semua dapat mendengar termasuk Gibran.
__ADS_1
"Hai anak kecil! Apakah kamu tidak capek hah? Mengeluarkan suara keras seperti itu, sambil meromet-romet nggak jelas begitu hah?" tanya Gibran, seraya memandang remeh pada Alisha.
"Apa?! Anda bilang saya meromet? Hah...? Kasian banget ya Anda? Ternyata Allah sudah membatukan hati Anda! Sehingga apapun yang Saya katakan tidak bisa menyentuh hati Anda! Astaghfirullah..atau jangan-jangan itu karena Anda sudah keseringan mengambil hak orang lain ya?" balas Alisha, seraya ia menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Hei Tuan Sombong! Perlu Anda ketahui bahwasanya sebagian harta yang Anda miliki itu terdapat hak orang lain yang membutuhkan. Fakir miskin, anak yatim, dan yang lainnya. Sudah seharusnya kita memberikan hak tersebut kepada mereka. Bukan malah mengambil haknya. Dosa besar dan jaminannya adalah neraka. Naudzubillahi mindzalik!
"Tuan Sombong lihatlah mereka! Walaupun mereka sederhana, tapi wajah mereka menggambarkan kebahagiaan bukan? Asal Anda mereka itu selalu bersyukur atas pemberian terbaik yang sudah Allah anugerahkan kepada mereka! Yaitu keimanan serta ketaqwaan. Dan itu menjadi kekayaan yang sangat berharga. Jadi berapa pun yang mereka miliki akan berkecukupan.
Jadi harta tidak menjadi kendala bagi seseorang untuk tetap bertaqwa kepada Allah ﷻ. Mereka juga yakin bahwa iman dan taqwa itu adalah nikmat dan karunia dari Allah ﷻ. Oleh sebab itu, pemberian yang sedikit apabila kita mampu mensyukuri, maka akan merasa cukup." kata Alisha lagi, membuat Gibran akhirnya mengikuti jari telunjuknya Alisha, yang saat ini sedang menujukan wajah-wajah orang yang sedang mengelilinginya.
Gibran terdiam, memperhatikan wajah mereka, yang saat ini, malah justru sedang memandang wajah Alisha, dengan tatapan kagumnya. Dan ternyata bukan hanya mereka saja yang terlihat sedang terkagum-kagum pada Alisha. Karena ternyata ada sepasang mata yang terlihat sedang terkesima juga dengan Alisha, didalam mobilnya.
"Siapa gadis kecil itu, Reno? Apakah kamu mengetahuinya?" tanya seorang wanita, yang terlihat sedang duduk di kursi belakang mobilnya.
"Saya kurang mengetahui Bu Presdir! Tapi sepertinya itu anak angkatnya Mbok Suminah yang belum lama datang dari kampung, Bu," balas Pria yang dipanggil Reno tersebut. Yang saat ini sedang duduk di belakang kemudinya.
"Cari tahu latar belakangnya! Dan segera laporkan pada saya! Karena sepertinya gadis itu sangat cocok untuk menjadi pendamping cucuku!" ujar wanita itu lagi.
"Baik Bu Presdir!
...•••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••...
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 😉🙏
__ADS_1
Serta jangan lupa berikan 👉" ⭐⭐⭐⭐⭐ " serta ulasan Oke 😉 Dan tak lupa juga Vote serta Hadiahnya ya 🤭 biar memicu Author update kembali oke guys 😉 Syukron 🥰.