JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur

JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur
KETERKEJUTANNYA ALISHA.


__ADS_3

*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*


Jangan sampai engkau jadikan hubunganmu dengan Allah seperti hubunganmu dengan mobil Ambulance, engkau hanya menghubunginya saat darurat saja. Akan tetapi, jadikanlah hatimu selalu bergantung kepada Allah, baik saat darurat maupun saat lapang.. Ingatlah selalu kepada-Nya, baik saat sedih maupun saat bahagia.


Sungguh, ingat kepada Allah dan dekat dengan-Nya adalah sumber kebahagian.. sebagaimana dekat dengan orang-orang yang engkau cintai mendatangkan kebahagiaan.


Jika dengan mendekat kepada Allah belum menjadikan engkau bahagia, berarti engkau sebenarnya belum mencintai Allah.. Cintailah Allah sepenuh hati, niscaya akan datang kebahagiaan hakiki yang tiada tara.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*


Setelah kepergian Linda, Alisha pun langsung membuka penutup mata suaminya. Setelah mata terbuka, Gibran langsung memandang wajah istrinya, dengan tatapan penuh bangga. Namun tatkala ia teringat akan kata-kata, ia kembali ingin tertawa. Namun karena takut istri membuat istrinya marah, ia pun kembali menahan tawanya.


"Senang ya melihat istrinya, berdebat sama orang lain? Sampai-sampai sejak tadi ketawa Mulu! Huh!" ujar Alisha. Setelah ia melepaskan sal yang menutupi matanya Gibran.


"Nggak kok Sayang. Mas malah justru bangga sama kamu kok. Karena kamu telah melindungi Mas dari, fitnahnya dunia. Terima kasih ya Sayang, berkat kamu mata Mas jadi tetap terjaga," balas Gibran, seraya ia bermaksud ingin memeluk Alisha. Namun Alisha malah menghindarinya, "Loh kok malah menghindar sih Sayang? Kamu marah ya?" tanya lagi.


"Siapa juga yang marah sih Mas? Icha menghindar itu, karena kita sedang di tempat umum tau. Emangnya Mas nggak malu apa ditonton orang?"


"Ngapain malu? Orang kitakan pasangan yang halal. Jadi buat apa malu coba?" balas Gibran dengan entengnya.


"Iiiss.. walaupun begitu, tetap aja kita harus menjaga etika Mas. Karena tidak baik juga, melakukan hal, seperti itu didepan umumkan?"


"Baiklah-baiklah Mas yang salah, Mas minta maaf ya? Sekarang lebih baik kita masuk aja yuk?" balas Gibran, seraya ia meraih tangan Alisha, Lalu ia pun menggandeng istrinya memasuki pintu lobiy perusahaannya.


Setelah keduanya berada di dalam, mereka pun jadi pusat perhatian dari para karyawan dan karyawatinya. Apalagi disepanjang jalan mereka menuju lift Gibran yang tak pernah lepas dari tangannya Alisha. Membuat para Karyawati yang mengagumi Gibran menjadi penasaran. Karena mereka ingin melihat wajah yang telah menaklukkan bos tampan mereka yang super duper dingin itu, pada setiap para wanita.

__ADS_1


"Clara, apakah kamu tahu siapa wanita yang bersama Pak Presdir?" tanya salah satu karyawati yang bekerja di perusahaanya Gibran.


"Saya, juga tidak tahu Agatha. Tapi sepertinya wanita itu punya hubungan khusus deh dengan pak Presdir. Lihat saja tuh, cara Pak Presdir saat memandang wanita itu, berbeda bangetkan?" ujar Wanita yang dipanggil Clara itu.


"Eh, iya juga ya? Berarti wanita itu pasti kekasihnya Pak Presdir deh," balas Agatha lagi.


"Yaah? Patah hati dong kita?" timpal Clara.


"Hah, sudahlaj! Sebaiknya kita kembali bekerja saja! Ingat loh Kitakan selalu diawasi dengan kamera cctv. Jadi sebaiknya kita kembali fokus bekerja saja yuk!" ucap Agatha.


"Okay! Ayo kita bekerja!" balas Clara, dan akhirnya mereka pun kembali fokus pada pekerjaannya mereka masing-masing.


...*****...


Sementara itu di sisi lain.


"Masuklah, Sayang," katanya, setelah pintu terbuka lebar. Dan Alisha pun langsung masuk tanpa membalas perkataannya. Setelah istrinya masuk Gibran pun ikut masuk dan langsung menutup pintu pintunya tersebut.


Setelah pintu tertutup, Gibran pun menghampiri istrinya dan langsung memeluknya dari belakang, "Aaah.. Sayang, tadi Mas senang banget loh," katanya sambil mengecup puncak kepala istrinya itu.


Alisha mengerutkan dahinya mendengar perkataan sang suami, "Senang? Ooh jadi Mas senang ya, melihat wanita yang berpakaian kurang bahan tadi ya?" tebaknya, sambil melirikkan matanya kearah wajah Gibran dengan lirikkan yang terlihat jutek.


"Eh! Kok jadi ngomongin wanita murahan itu sih Sayang?" balas Gibran tampak bingung.


"Ya terus, maksudnya Mas senang tadi itu apa, hah?"


"Ay.. kok jadi semakin jutek sih? Sayang.. senangnya Mas itu, karena melihat kamu, yang dengan beraninya melindungi Suami kamu dari, wanita penggoda itu. Dan Mas juga sangat bersyukur, karena kamu juga sudah menutup mata Mas. Sehingga mata Mas terbebas dari dosa. Untuk itu Mas sangat berterima kasih banget sama kamu Sayang," balas Gibran. Seraya ia memeluk istrinya lagi, namun kali ini ia memeluknya dari depan.

__ADS_1


Mendengar penjelasan dari Suaminya, Alisha pun jadi merasa bersalah, karena ia sempat su'udzon pada Suaminya itu, "Eh, sama-sama Mas. Umm.. Icha minta Maaf ya Mas? Soalnya tadi Icha sempat su'udzon sama Mas," ucap Alisha, sambil ia meraih tangan suaminya dan kemudian langsung dikecupnya.


"Iya Sayang, Mas sudah maafin kamu kok," balas Gibran, sambil mengecup lembut dahi istrinya, "Oh iya, Sayang, kamu nggak papa ya Mas tinggal disini? Soalnya Mas harus menghadiri rapat, sekalian Mas, mau menunjuk seseorang untuk menjadi wakil Presdir. Biar Minggu depan kita sudah bisa kembali lagi ke tanah air. Kamu nggak marahkan kalau Mas tinggal di sini?" katanya lagi, sambil mengelus kepalanya Alisha.


"Iya Mas, nggak papa kok. Jadi pergilah, Icha nggak marah kok," balas Alisha dengan lembut.


"Alhamdulillah, ya sudah nanti kalau kamu lapar minta saja sama sekertaris Mas, nanti dia akan memesankan kamu makanan. Dan kalau lelah, disana ada ruangan istirahatnya kok. Jadi nanti kamu istirahat disana ya?" ujar Gibran, seraya ia jari telunjuknya ia arahkan ke sebuah pintu yang terdapat di sudut ruangannya.


"Baiklah Mas."


"Ya sudah kalau begitu Mas, rapat dulu ya? Assalamu'alaikum?"


"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatu," balas Alisha sambil menyunggingkan senyuman manisnya pada sang suami.


Setelah mendapatkan jawaban dari Alisha, Gibran pun langsung bergegas keluar dari ruangannya. Dan kini tinggallah Alisha seorang diri yang terlihat masih menatap kepergian Suaminya. Setelah pintu kembali tertutup, Alisha pun melihat-lihat ke sekeliling ruangan Gibran. Dan disaat matanya sedang mengarah ke jendela ia pun langsung melangkah menuju ke jendela tersebut.


"Maa shaa Allah, indah banget pemandangannya kalau dilihat dari sini, semuanya tampak kecil tapi , tetapi terlihat indah," gumam Alisha dengan tatapan mata yang mengarah ke luar jendela. Dan disaat bersamaan terdengar suara ketukan pintu dari luar.


"Eh! Siapa yang mengetuk pintu ya? Aah, sebaiknya aku lihat sajalah!" gumamnya lagi. Lalu ia pun langsung bergegas menuju ke pintu. Dan sesampainya di pintu, ia pun langsung membukanya. Dan betapa terkejutnya ia saat melihat seorang pria yang terlihat sedang berdiri di depan pintu ruangannya Gibran tersebut.


"Anda! Mau apa Anda datang kesini?" tanya Alisha, dengan wajah yang kini terlihat sedikit memucat.


Melihat keterkejutannya Alisha, pria itu langsung tersenyum sinis, "Heh..! ternyata Ibu tiriku, ada disini juga ya?"


...••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••...


Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2