
*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*
BER-LETIH2LAH UNTUK SURGA. Tak ada kenikmatan istirahat bagi yang tak merasakan letih, dan bahkan sebesar rasa letih itulah kenikmatan istirahat itu nantinya dapat dirasakan...
Tidak ada istirahat dan kegembiraan yg total, kecuali nanti saat di akhirat kelak. Selama hidup di dunia seorang mukmin tidak akan memiliki waktu istirahat yang sebenarnya sampai ia masuk ke Surga...
Wahb bin Munabbih رحمه الله berkata :
"Seorang mukmin itu tidaklah memiliki waktu istirahat melainkan ketika ia telah memasuki Surga" (Mausuu'ah Ibnu Abid Dunya I/250)
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*
Hari-hari berlalu begitu cepat, dan tanpa terasa, sudah hampir satu bulan lebih Alisha dan Gibran berada di Singapura. Dan sesuai yang dikatakan oleh Gibran, apabila ia telah menemukan orang yang dapat dipercayainya maka ia akan Alisha kembali ke tanah air. Dan tampaknya ia sudah menemukannya. Makanya hari ini keduanya pun sudah kembali lagi ke tanah air.
Setelah tadi mereka melakukan perjalanan udara. Kini keduanya, sudah berada di dalam mobil Gibran, yang disupiri oleh Ray. Yaa begitu mereka keluar dari bandara, mereka langsung disambut oleh Ray, Asistennya Gibran. Dan kini mereka sedang dalam perjalanan menuju ke rumah mereka, yang memakan waktu sekitar satu jam dan akhirnya mereka pun sampai di rumah mereka.
"Alhamdulillah.. akhirnya sampai juga di rumah kita sendiri ya Mas?" ucap Alisha, yang tampaknya ia terlihat begitu senang tatkala ia memandangi rumah yang amat ia rindukan itu.
"Iya Sayang, Alhamdulilah akhirnya kita sampai dengan selamat. Ya sudah ayo sekarang kita turun, pasti bapak dan Nenek sudah menunggu kita," ajak Gibran, lalu ia pun langsung turun, setelah Ray, membukakan pintu mobil untuknya.
"Okay, Icha juga udah kangen sama Bapak dan Nenek," balas Alisha, seraya ia juga ikut turun dari mobilnya. Dan setelah itu ia pun langsung melangkahkan kakinya menuju pintu rumahnya tanpa menunggu suaminya terlebih dahulu.
__ADS_1
"Aah.. Sayang! Kok Mas ditinggal sih? Barengan dong Sayang?" protes Gibran, saat melihat istrinya yang terlihat hampir mencapai pintu masuk rumahnya.
"Kan sudah sampai rumah Mas! Masa harus barengan juga sih? Ichakan mau cepat-cepat nemuin Bapak dan Nenek, soalnya Icha udah kangen banget tau!" balas Alisha, yang kemudian tanpa menunggu balasan dari suaminya, ia pun langsung masuk ke rumah mereka.
"Haiis.. kalau sudah berkumpul begini, aku pasti dijadikan yang ketiga deh! Yang pertama pasti Nenek, yang kedua Bapak! Dan aku yang terakhir deh! Haee.. nggak enak banget sih jadi orang yang ketiga!" gerutu Gibran, seraya ia mulai melangkahkan kakinya menuju pintu masuk rumahnya juga.
...🍃🍃🍃...
Sementara Alisha yang lebih dulu masuk, kini terlihat ia sudah berada di ruang keluarga. Dan ia terlihat sedikit heran, karena ternyata disana tidak ada satu orangpun. Padahal setahunya, disetiap jam segini, Bapak pasti sedang menonton televisi.
"Loh, kok nggak ada orang? Kemana Bapak, sama Nenek ya?" gumam Alisha, tanpa penasaran. Dan disaat bersamaan Alisha mendengar suara pintu kamar yang sedang terbuka. Dan ia pun langsung menoleh kepalanya ke sumber suara tersebut. Dan tampaklah olehnya, seorang wanita tua yang terlihat baru saja keluar dari kamar yang tak berapa jauh dari tempat ia berdiri.
"Nenek! Icha kangen Nenek," ucap Alisha, seraya ia menghampiri wanita tua itu yang tak lain adalah Syarah.
"Lisha? Kamu sudah pulang Nak?" balas Syarah, sambil merentangkan kedua tangannya. Karena Alisha seperti ingin memeluknya.
"Eh, Sayang, jangan terlalu erat banget meluknya! Nanti anak kamu kejepit loh Sayang!" tegur Syarah sambil merenggangkan pelukannya Alisha.
"Eh! Maaf Nek Lisha lupa!" balas Alisha, sambil cengengesan.
"Hah? Ada-ada saja sih kamu Nak? Perutnya sudah segini gedenya kok dibisa lupa sih?" protes Syarah. Seraya ia mengelus perut Alisha yang tampaknya semakin membesar itu.
"Hehehe..Ya maaf Nek! Mungkin ini efek karena Icha kangen banget kali sama Nenek dan Bapak. Jadi wajar dong kalau Icha lupa Nek," balas Alisha terdengar manja, "Oh iya, ngomong-ngomong bapak Icha di mana Nek? Kok nggak kelihatan sih?" tanyanya lagi saraya matanya berkeliaran seperti sedang mencari sesuatu.
__ADS_1
"Bapak kamu sudah tidak tinggal disini lagi Nak."
DEGH!!
Jantung Anisa langsung berdebu kencang setelah mendengar pernyataan sang nenek. Dan disaat bersamaan, Gibran langsung merangkul pundak istrinya. Sambil menatap wajah sang Nenek dengan pandangan yang tampaknya sedang penasaran.
"Apa maksudnya Nenek, mengatakan Bapak sudah tidak tinggal disini lagi? Atau apakah Nenek sudah..." tanya Gibran sambil menatap wajah sang nenek dengan tatapan penuh kecurigaan. Mendapatkan tatapan serta mendengar pertanyaan Gibran yang seakan hendak menuduhnya, sang Nenek pun langsung menyelanya.
"Mengusirnya gitukan maksudnya kamu hm? Apakah di mata kamu Nenek sejahat itukah Yuda? Sampai-sampai kamu mencurigai Nenek iya kan?" tanya Syarah balik, dengan raut wajah yang tampak ada kekecewaan disana.
"Maaf bukan maksud Yuda mencurigai Nenek. Hanya saja Yuda, sangat penasaran. Kenapa Bapak tiba-tiba pergi dari sini? Pasti ada penyebabnya kan Nek? Makanya itu Yuda bertanya apa yang menyebabkan bapak pergi dari rumah ini?" tanya Gibran lagi, dengan penuturan yang kini terlihat lebih berhati-hati sekali.
"Nenek nggak tahu! Tapi kalau kalian penasaran tanyakan saja sana, pada ibu angkatnya Alisha!" balas Syarah terdengar begitu ketus. Lalu dengan wajah yang masih terlihat kecewa ia pun langsung bergegas masuk ke kamarnya lagi dan langsung menutup pintunya dengan keras. Membuat Alisha jadi sedikit terkejut.
"Astaghfirullah! Iis ini gara-gara Mas Yuda! Datang-datang udah bikin Maslah saja sih? Lihat tuh gara-gara Mas asal tuduh, Nenek jadi marahkan?" tegur Alisha, jadi merasa bersalah.
"Maaf, Sayang Mas tidak bermaksud begitu tadi.." balas Gibran, yang tampaknya ia juga merasa bersalah pada Sang Neneknya. Padahal ketika ia masih di Singapura ia bermaksud ingin meminta maaf padanya. Namun belum sempat ia melakukan hal itu. Ia malah sudah membuat Neneknya kecewa.
"Bukan sama Icha Mas minta maafnya! Tapi sama Nenek! Karena yang sudah kecewa saat ini adalah Nenek!" potong Alisha.
"Baiklah Mas akan minta maaf sama Nenek Sayang. Tapi tidak sekarang, karena saat ini, pasti Nenek akan sulit ditemui. Jadi untuk sekarang kita sebaiknya kerumahnya Mbok Suminah dulu ya? Biar kita tahu penyebab Bapak pergi oke?" balas Gibran, terdengar lembut. Karena ia juga tahu kalau Alisha saat ini pasti sedang mencemaskan Bapaknya.
"Baiklah Mas! Kalau begitu ayo kita kerumahnya Mbok Suminah."
__ADS_1
...••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••...
Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 🙏🥰