JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur

JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur
PASANGAN YANG KOMPAK.


__ADS_3

*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*


WAKTU. Terkadang terasa lambat bagi mereka yang menunggu, terlalu cepat bagi yang merasa kehilangan. Terasa panjang bagi yang gundah, dan terlalu pendek bagi yang sedang bahagia. Tapi bagi yang selalu saling mengasihi, waktu adalah keabadian.


Dear Readers Fillahku.


Ketika kita masih ada peluang yang diberikan oleh Allah Azza wa Jalla. Isilah setiap ruang waktu itu. Dengan hal-hal yang bermanfaat bagi kita. Agar kita kelak miliki bekal untuk kembali ke alam akhirat.


So, perbanyaklah istighfar pada Allah dan selalu memohon pertolongan-Nya agar menjadi hamba-Nya yang selamat hingga akhir waktu.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*


Setelah melakukan pernikahan di kantor KUA, Gibran kembali mengajak Alisha, kerumah sakit. Tempat Neneknya di rawat. Dan setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mobil Gibran yang dikemudikan oleh Ray. Kini, kembali terparkir di depan pintu lobiy rumah sakit. Lalu tak berapa lama Ray, pun membukakan pintu mobil untuk kedua majikannya itu. Setelah keduanya turun Ray kembali melajukan mobilnya, menuju ke perparkiran rumah sakit.


Sementara itu Gibran dan Alisha, langsung masuk ke dalam rumah sakit. Tidak seperti tadi, ketika Gibran mengajak Alisha ke KUA, yang sepanjang jalan di koridor rumah sakit itu ia selalu menggandeng Alisha. Tapi kali ini Gibran tidak lagi menggandeng tangan Alisha. Akan tetapi ia tetap mensejajarkan jalannya di samping Alisa. Di sepanjang jalan juga keduanya terlihat hanya diam saja. Hingga akhirnya mereka sampai di depan ruangannya Syarah. Dan Alisha pun langsung membuka pintu ruangan tersebut.


"Assalamu'alaikum," ucap Alisha dan Gibran secara bersamaan. Mendengar kata salam, Syarah yang terlihat sedang memejamkan matanya langsung membuka matanya.


"Wa'alaikumus salam," balas Syarah, dengan suara yang terdengar sedikit serak ciri khas orang yang bangun tidur.


"Aaah.. Akhirnya kalian datang juga! Padahal Nenek sudah sangat bosen disini! Dan ingin cepat pergi saja!" lanjut Syarah, sambil ia terlihat berusaha untuk duduk. Melihat itu Gibran pun langsung menghampirinya.


"Apaan sih Nek? Ngomongnya selalu aja Pergi! Nih sudah Yuda tepatin janji Yuda sama Nenek! Jadi Nenek juga harus tepati janji Nenek!" ujar Gibran seraya ia menyerahkan dua buku Nikah dihadapannya. Syarah. Setelah ia membetulkan bantal neneknya agar ia bisa tidur setengah duduk, bersandarkan bantal tersebut.


"Eh, bukankah ini buku Nikah?" tanya Syarah. Seraya ia membuka buku nikah tersebut. Dan setelah ia melihat isi di buku tersebut, matanya pun langsung terlihat berbinar.


"Alhamdulillah... ini benarankah Nak? Apa benar yang tertulis di buku ini, kalau kalian sudah menikah?" tanya Syarah, dengan mata yang menanar mengarah ke Alisha.

__ADS_1


"Benar Nek, kami sudah menikah," balas Alisha, seraya ia memberikan senyuman manisnya pada Syarah.


"Alhamdulillah.. akhirnya nenek memiliki cucu mantu juga. Sini Nak, peluk Nenek," ujar Syarah, seraya ia merentangkan tangannya mengarah ke Alisha. Karena tak ingin membuat sang Nenek menunggu lama, Alisha pun langsung berlari menuju ke pelukan Syarah,


"Selamat ya Nak, atas pernikahan kalian. Dan terima kasih karena sudah hadir di tengah-tengah keluarga kami," ucap Syarah lagi. Seraya ia mengecup lembut dahinya Alisha, dengan penuh kasih sayang. Setelah itu ia juga menatap kearah Gibran, lalu ia merentangkan kembali tangan kanannya.


"Sini Nak," katanya pada Gibran. Dan Gibran pun mengikuti keinginannya. Dan ia ikut memeluk Neneknya dengan posisi Alisha disebelah kiri sang Nenek, dan Gibran di sebelah kanannya. Dan otomatis wajah mereka pun saling berhadapan, dengan posisi yang amat dekat.


"Alhamdulillah, Nenek sangat bahagia sekali Nak, dan nenek berharap Allah memberikan kebahagiaan untuk kalian berdua," lanjut Syarah. Seraya ia mengecup dahi Gibran, setelah itu ia juga mengecup lembut dahinya Alisha.


"Aamiin, in syaa Allah Nek," balas Alisha, seraya ia melepaskan pelukannya pada sang Nenek, karena ia merasa risi, saat Gibran menatapnya dari jarak yang sangat dekat.


"Baiklah, karena kalian sudah menikah, sekarang giliran Nenek untuk mempersiapkan pesta pernikahan yang megah untuk kalian. Nanti apa kata orang, masa CEO perusahaan SGY, menikah tanpa diketahui orang sih," ujar Syarah, terlihat begitu bersemangat.


"Nek, kayaknya acara seperti itu tidak penting deh! Karena..." protes Gibran, yang sepertinya ia tak setuju dengan rencana dari neneknya itu. Namun belum lagi ia menyelesaikan kata-kata protesnya, Syarah sudah langsung menyelanya.


"Nek, mungkin maksud Tuan..." kata Alisha, yang sepertinya ia hendak mengklarifikasikan maksudnya Gibran. Namun Syarah kembali menyela, setelah Alisha menyebut kata Tuan pada Gibran.


"Kok Tuan sih Nak? Dia itu sekarang Suami kamu Loh! Seharusnya panggil Emas dong Nak," protes Syarah, membuat Alisha jadi salah tingkah dan ia pun menatap ke arah Gibran, seperti meminta persetujuan darinya. Gibran yang sepertinya paham, ia pun memejamkan matanya dengan singkat, sambil mengangguk sekali.


Setelah mendapatkan izin dari Suaminya, tatapan Alisha kembali mengarah ke Syarah, "Baiklah, Lisha panggil Mas Yudakan?" balas Alisha terdengar lembut.


"Nah gitu dong! Kan yang mendengarnya juga enak," kata Syarah, sambil tersenyum senang, "Nah sekarang kamu boleh meneruskan perkataan kamu tadi," lanjut Syarah lagi.


"Baiklah Nek, kalau begitu Lisha lanjutkan ya?'' tanya Alisha dengan lembut lagi.


"Iya, lanjutkanlah Nak," balas Syarah.


"Begini loh Nek, maksudnya Mas Yuda, itu. Kesehatan Nenekkan masih belum stabil. Jadi Mas Yuda berharap, Nenek, jangan memikirkan hal yang seperti itu. Karena bagi Mas Yuda kesehatan Nenek yang paling terpenting. Lagian Lisha juga nggak suka dengan acara-acara seperti itu kok Nek. Jadi Nenek jangan memikirkan hal seperti itu lagi ya?" ujar Alisha, dengan penuturan yang terdengar begitu lembut. Membuat Syarah langsung menatap wajah Gibran.

__ADS_1


"Apakah benar yang dikatakan istri kamu Nak?" tanyanya pada Gibran.


"Benar Nek! Karena Yuda tahu acara seperti itu, sangat melelahkan. Makanya Yuda tidak setuju kalau nenek mengadakan acara seperti itu. Karena Yuda nggak mau Nenek sakit lagi, hanya karena kelelahan," balas Gibran, malah membuat Syarah tersenyum puas.


"Maa shaa Allah, ternyata kalian bisa satu hati juga ya?" kata Syarah, membuat dahi Gibran langsung mengerenyit.


"Maksudnya Nenek apa?" tanya Gibran yang sepertinya ia tak Paham maksud dari perkataan sang Neneknya.


"Bukan apa-apa kok! Nenek hanya senang saja, ternyata kalian sangat kompak ya?" balas Syarah, membuat Alisha maupun Gibran, langsung saling bertatapan, "Ciee ileeh langsung bertatap lagi, aduh Nenek jadi gemas deh! Melihat kekompakan kalian," lanjut Syarah lagi, membuat keduanya jadi salah tingkah.


"Eh! Apaan sih Nek...." ucap Alisha dan Gibran secara bersamaan, membuat Syarah langsung tertawa lucu.


"Hahahaha... sungguh pasangan yang kompak ya!" katanya sambil tertawa begitu senangnya. Sedangkan Alisha dan Gibran, tampak semakin salah tingkah.


"Udah akh Nek! Jangan bikin kami malu deh!" protes Gibran.


"Baiklah-baiklah..! Karena kalian tidak mau, Nenek menyiapkan pesta untuk kalian. Kalau begitu sebagai gantinya, kalian harus mau pergi berbulan madu, titik tidak boleh protes!" ujar Syarah terdengar tegas. Membuat Gibran maupun Alisha begitu terkejut mendengarnya.


"Apa?!!" ucap keduanya secara bersamaan.


...••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••••...


Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 Syukron 🙏🥰


Oh iya guys, selagi menunggu Author update yuk mampir ke karyanya Author ♥️ LichaLika♥️ Ya..Cus Akh kepoin, oke guys 😉👇



Terima kasih 🙏😘

__ADS_1


__ADS_2