JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur

JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur
LET'S GO TO KOTA.


__ADS_3

*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*


TAKDIR ITU TAK PERNAH SALAH, IA DATANG DI WAKTU YANG TEPAT


Bukan Datang Dengan Cepat Dan Berlalu Seperti Kilat, Semua Butuh Proses Dan PertimbaNgan. Sebab, Allah Tau Mana Yang Terbaik Untukmu. Tak Ingin Memberimu Tanpa Alasan, Tapi Begitu Banyak Kesan. TidakKah Kamu Tau Bahwa Waktu Bukan Mengulur Tapi Mencoba Untuk Mengukur Syukur, Sudah SiapKah Kamu Dengan Apa Yang Akan Terjadi Esok Nanti.


كل شيء ينتظير وقته، لاوردة تنفتح قبل وقتها، ولا شمس تشرق قبل وقتها، انتظرالذي لك سيأتيك .


"Segala Sesuatu Menunggu Waktunya.


Tidak Ada Mawar Yang Mekar Sebelum Waktunya. Matahari Juga Tidak Terbit Sebelum Waktunya. Tunggulah, Apa Yang Menjadi Milikmu Pasti Akan Datang Kepadamu."


Penantian Akan Berujung Sebuah Kepastian, YakinLah Semua Akan Ada SaatNya.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*


Malam semakin larut, bahkan sudah mendekati jam dua pagi. Dan itu artinya sudah empat jam Alisha berjalan kaki, dengan wajah yang masih terlihat basah. Karena memang sedari ia masih dirumahnya, air matanya tak kunjung mau berhenti. Yaa gimana mau berhenti, bila ia selalu teringat pada Sang Ayahnya, ditambah lagi, saat ini ia dalam keadaan kebingunganny, karena tidak tahu harus kemana ia pergi. Dan akhirnya ia hanya bisa pasrah, dan hanya ingin mengikuti takdir yang Allah berikan kepadanya.


Dan disaat Alisha sedang berjalan didalam kepasrahannya, tiba-tiba, sebuah mobil pakap pembawa sayuran berhenti tepat di samping Alisha. Membuat Alisha tampak terkejut melihat mobil tersebut. Dia juga sedikit heran, menapa mobil itu berhenti secara tiba-tiba itu. Dan disaat ia melihat seorang pria paruh baya yang sedang memakai lobe putih sedang duduk di belakang kemudinya, Alisha pun langsung mengenalinya.


"Neng Alisha? Kamu mau kemana malam-malam begini Neng?" ujar pria paruh baya tersebut, yang ternyata ia juga mengenal Alisha.

__ADS_1


"Eh, Mang Azis? Nggak tahu Mang, Lisha juga bingung mau kemana," balas Alisha apa adanya, pada Pria yang dipanggil Mang Azis tersebut.


"Hmm... pasti Eneng diusir sama Ibu tirinya Eneng yaa?" tanya Azis, yang sepertinya ia tahu, bagaimana tabiat ibu tirinya Alisha. Alisha tak langsung menjawab pertanyaan Azis, ia terlihat memilih diam, karena memang Alisha tak pernah mau bercerita tentang keburukan ibu tirinya itu.


"Ya sudah, sini masuk dulu Neng, ke mobil Mamang, bahaya kalau kamu berjalan sendirian di daerah sini," kata Azis, seraya ia membuka pintu mobilnya. Pada awalnya Alisha tampak ragu, namun karena kakinya memang sudah amat lelah sekali akhirnya ia memutuskan mengikuti perkataan Azis


"Baiklah Mang, terima kasih," balas Alisha, yang akhirnya ia pun naik ke mobil pekapnya milik Azis, "Oh iya Mang Azis mau kemana membawa sayuran segitu banyaknya Mang?" tanya Alisha, saat ia sudah duduk di kursi tepat disampingnya Azis.


"Mamang mau ke kota Neng, soalnya ada yang pesan sayuran Mamang," balas Azis, seraya ia mulai melajukan kembali mobil pekapnya, "Oh iya, Eneng diusir juga ya sama istri-istri juragan Bambang?" tanyanya lagi, yang ternyata ia juga mengetahui kalau alisha telah dipersunting oleh seorang rentenir yang lumayan terkenal di desa mereka.


"Iya Mang, mereka sangat marah pada Lisha. Dan mereka bilang Lisha pembawa sial Mang. Oh iya, Mang Azis nggak takut, mengajak Lisha? Kalau Lisha membawa sial juga gimana Mang?" balas Alisha, yang berkata apa adanya.


"Astaghfirullah.. tega sekali mereka berkata seperti itu Neng. Mana ada manusia pembawa sial Neng. anggapan sial karena adanya pertanda buruk pada sesuatu adalah salah satu tradisi kaum jahiliyah. Tradisi ini dihapuskan dan terlarang di dalam Islam, Neng.


Sama halnya, ketika Firaun dan pengikutnya yang pernah menuding Nabi Musa sebagai pembawa sial. Tudingan itu disampaikan saat Allah mencabut kebaikan berupa kesuburan, kelapangan, dan kesehatan. Saat itu, Mesir dilanda musim kemarau yang panjang. Paceklik terjadi dan tumbuh-tumbuhan tak mau menghasilkan pangan.


Rasulullah memang pernah bersabda tentang adanya kesialan pada tiga hal. Hanya, hadis itu harus ditempatkan pada konteksnya.


لا عدوى ولا صفر ولا طيرة، وإنما الشؤم في ثلاثة: المرأة والفرس والدار


"Tidak ada penularan penyakit dan tidak ada ramalan sial, tapi terdapat kesialan pada tiga: kuda, perempuan, dan rumah." (Muttafaq alaih).


Dalam hadits ini, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa maksud kesialan di sini adalah kesialan yang dapat mendatangkan permusuhan dan bencana. Bukan anggapan sebagian orang yang meyakini bahwa ketiga hal tersebut dapat membawa sial," jelas Mang Azis yang sepertinya ia orang yang sedikit paham tentang agama.

__ADS_1


"Jadi Neng Lisha sudah pahamkan?" tanya Azis lagi dan Alisha pun langsung mengangguk tanda ia paham, "Alhamdulilah.... kalau begitu mulai sekarang berhentilah menganggap diri Neng itu pembawa sial, oke?" lanjut mang Azis lagi.


"Iya Mang, In shaa Allah, terima kasih ya Mang," balas Alisha, seraya ia menyunggingkan senyuman manisnya pada Azis.


"Sama-sama. Nah gitu dong selalu tersenyum. kan manis Neng. Oh iya tadi Eneng kata bingung mau kemanakan?" tanya Azis lagi.


"Iya Mang, saya memang bingung mau kemana," balas Alisha, berkata jujur.


"Eneng mau kerja nggak? Ini loh, Mamang, kemarin itu dikasih Amanah, oleh ibu yang biasa memesan sayuran sama Mamang. Nah beliau itu meminta Mamang untuk mencarikan orang yang bisa membantunya, Neng. Karena ibu itu pedagang gado-gado yang biasa mangkal di daerah perkantoran. Makanya gado-gado sangat laris, tapi ya itu, dia suka kewalahan kalau sudah jam istirahat Neng. Nah Eneng mau nggak kerja sama Mbok Sum...?"


Mendengar perkataan Azis, Alisha pun langsung bersemangat, sehingga belum lagi Azis menyelesaikan perkataannya, Alisha sudah langsung menjawabnya, "Mau, Mang! Mau! Lisha mau kerja sama Mbok Sum-sum itu Mang," ujarnya, membuat Azis langsung tertawa mendengar kata Sum-sum.


"Hahahaha..Neng-neng.. bukan Sum-sum. Tapi Mbok Suminah Neng," terang Azis, membuat Alisha langsung malu.


"Hehehe, Maaf Mang," katanya seraya ia memutar-mutarkan ujung hijab, untuk menutupi rasa malunya.


"Nggak papa kok Neng! Oke kalau begitu apakah sekarang Neng sudah siap ikut ke kota sama Mamang?"


"SIAP MANG!!" balas Alisha penuh semangat.


"Oke kalau begitu kita, let's go to kota Neng!"


"Oke Mang let's go!!"

__ADS_1


...•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••••...


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 😉🙏.


__ADS_2