JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur

JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur
APAKAH ICHA PANTAS MENJADI IBU?.


__ADS_3

*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*


Dalam QS Al Isra ayat 36 Allah berfirman yang artinya : "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya"


Ayat ini peringatan bagi kita bagaimana menjaga perbuatan kita termasuk perkataan kita agar hanya kata yang terucap yang bermanfaat yang kita katakan, jangan banyak bicara biasanya tanpa sadar kita berkata yang berlebihan bahkan bisa berghibah dan perkataan yang menyakitkan orang lain, meski dibawa bercanda.


Disini pentingnya kita menjaga lisan kita, jika memang dirasa tidak perlu bicara, maka lebih baik diam. Karena diam lebih baik dari pada bicara tapi menyakiti orang lain.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*


Alisha maupun Gibran langsung terkejut, tatkala mendengar perkataannya Mbok Suminah. Dan seketika itu juga, mereka pun langsung saling berpandangan secara singkat. Lalu keduanya kembali menatap Mbok Suminah, dengan tatapan seperti orang yang tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Suminah.


"Kok pada bengong sih! Bukannya cepat masuk! Nanti istri kamu masuk angin lagi, di jam segini masih berada di luar. Ayo sini cepat masuk!" tegur Suminah, karena melihat Alisha dan Gibran masih terlihat dalam mode ketercengangannya.


"Eh? Baiklah Mbok," kata Gibran, seraya ia merangkul pundak istrinya, "Ayo Sayang kita masuk," katanya lagi pada istrinya, seraya ia membimbingnya memasuki rukonya Suminah.


"Kalian duduklah disini sebentar biar sui Mbok persiapkan dulu bahan Gado-gadonya ya?" kata Mbok Suminah, setelah keduanya sudah berada ada didalam. Setelah keduanya duduk Suminah pun mulai meracik-racik bahan-bahan untuk membuat gado-gadonya.


Setelah semuanya terselesaikan ia pun mulai menggilingkan bumbunya. Tampak jelas ia begitu bersemangat, membikinkan gado-gadonya untuk sang anak angkatnya.

__ADS_1


Hal itu membuat Gibran yang masih belum percaya dengan perkataannya, membuat ia jadi selalu menatapnya dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Begitu juga dengan Alisha, yang terlihat ia masih belum mengerti dengan apa yang terjadi. Sehingga ia hanya bisa diam dan hanya menatap ibu angkatnya itu dengan tatapan yang membingungkan.


"Kenapa tatapan kalian seperti itu sama si Mbok? Emangnya ada perkataan si Mbok yang salah ya?" tanya Suminah. Sembari ia membawa dua piring gado-gado yang baru saja ia buat. Lalu ia letakkan kedua piring tersebut dihadapan Alsha dan juga Gibran


"Eh! Itu, saya masih belum paham dengan perkataan si Mbok tadi. Hmm.. sebenarnya dari mana si Mbok bisa tahu kalau istri saya sedang ngidam?"


Suminah langsung tersenyum mendengar pertanyaan Gibran, "Heh.. ya tahulah Nak! Melihat kalian datang di jam segini saja, si Mbok sudah curiga! Ditambah lagi di saat kamu bilang kalau Alisha kepingin makan gado-gadonya si Mbok. Ya otomatis si Mbok bisa nebak kalau istri kamu itu sedang ngidam Nak," balasnya sambil ia duduk kursi tepat dihadapan Alisha dan Gibran.


"Hmm... apakah itu artinya istri saya sedang hamil Mbok?" tanya Gibran lagi. Dengan wajah terlihat begitu tegang. Bahkan ia tampak sedang menahan nafasnya, karena ingin mendengar jawaban dari Suminah.


"In shaa Allah, iya Nak. Tapi agar lebih jelasnya lagi, sebaiknya besok pagi kalian langsung priksakan saja ke dokter kandungan ya? Biar jelas kebenarannya loh Nak," balas Suminah seraya ia tersenyum lembut pada keduanya.


"Baiklah Mbok. In shaa Allah besok Yuda akan bawa Lisha ke Dokter, seperti yang dikatakan oleh si Mbok,"


"Baiklah Mbok." balas Gibran. Laluia pun langsung memakan gado-gado yang telah tersedia di hadapannya itu. Akan tetapi, saat melihat Alisha masih terdiam, dan belum menyentuh gado-gadonya sama sekali. Membuat Gibran menghentikan suapannya.


"Loh, Sayang? Kok nggak dimakan gado-gadonya sih? Bukankah tadi, kamu bersikeras ingin makan gado-gado ya? Kok sekarang hanya dipandangin aja sih?" tanya Gibran merasa heran melihat istrinya, yang tadi begitu menggebu-gebu, kini seperti tak memiliki seleranya lagi.


"Hum.. anu, Mas.. Icha takut,"ucap Alisha terdengar lirih. Membuat dahi Gibran langsung berkerut.


"Takut? Takut apa Sayang?" tanyanya terlihat begitu penasaran.

__ADS_1


"Umm.. gimana kalau ternyata yang dikatakan si Mbok benar adanya Mas? Dan ternyata Icha benar-benar hamil? Ichakan takut Mas," jawab Alisha, sambil ia menunduk wajahnya. Tampak sekali kalau diraut wajahnya saat ini sedang ada rasa ketakutan.


Mendengar keluhan Istrinya, Gibran pun meraih dagunya Alisha, agar ia menatap dirinya, "Kenapa harus takut Sayang? Seharusnya kita bersyukur, karena kita mendapatkan kepercayaan dari Allah. Sayang, bukankah seorang anak itu adalah anugrah terindah dari Allah? Jadi bukannya seharusnya kita bahagia ya? Kalau benaran kamu hamil? Emangnya kamu tidak ingin menjadi ibu Sayang?" ujarnya, dengan penuturan yang terdengar begitu lembut.


"Hum.. ingin sih Mas. Tapi apa menurut Mas, Icha mampu jadi seorang Ibu? Maskan tahu umur Icha masih sangat muda. Apakah Icha pantas menjadi Ibu, Mas? Emangnya Mas, bisa menpercayai Lisha menjadi ibu anaknya Mas?"


Mendengar pertanyaan istrinya yang bertubi-tubi, dengan wajah yang terlihat telah dirundung kebingungan itu. Membuat Gibran merasa bersalah, karena selama ini, ia tak pernah berpikir akan secepat ini, mereka mendapatkan kepercayaan tersebut.


"Maafkan Mas ya sayang," ucap Gibran seraya ia mengecup lembut dahinya Alisha dengan penuh Sayang.


"Mas yang salah, karena tak pernah memikirkan kamu. Dan Mas tak menyangka akan secepat ini kamu hamil. Tapi Mas senang kok, karena kamulah yang akan menjadi Ibu Anak-anak, Mas Dan Mas juga percaya kalau kamu pasti mampu Sayang. Allah saja sangat mempercayai kamu, makanya ia titipkan anugerah terindahnya di perutnya kamukan? Masa Mas nggak percaya sih Sayang? Jadi kamu jangan terlalu banyak memikirkan sesuatu yang malah membuat kamu lemah, ya Sayang?'


Mendengar perkataan dari suaminya Alisha pun langsung memeluk Gibran, "Terima kasih Mas," ucapnya dengan suara yang terdengar penuh rasa haru.


"Sama-sama Sayang, justru Mas yang seharusnya berterima kasih pada kamu Sayang. Karena kamu sudah hadir di dalam kehidupan Mas," balas Gibran, seraya ia mengecup puncak kepala Istrinya dengan penuh kasih sayang.


...•••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••••••••...


Terus dukung author terus ya guys dan jangan lupa tinggalkan jejaknya juga oke.


OH iya, selagi menunggu Ramanda update, yuk mampir ke karyanya Author 💓RENI t.💓 Karyanya keren banget loh guys. Makanya cus buruan, kepoin ya. Dan jangan lupa juga berikan dukungannya juga ya guys 🙏😉

__ADS_1



Syukron 🙏😉


__ADS_2