JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur

JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur
IDE GIBRAN.


__ADS_3

*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*


Dalam kehidupan ini selalu ada dua sisi, di dalam segala hal yaitu ; kebaikan dan keburukan.


Seseorang yang bisa melihat sisi baik dalam berbagai hal berarti memiliki jiwa yang sehat, dan seseorang yang memiliki jiwa yang sehat mengundang kebaikan demi kebaikan


Dan sebaliknya bila yang kita rasakan adalah berbagai keburukan maka perbaiki jiwa kita, mungkin ada celah keikhlasan yang terkoyak karena berbagai kecewa, terimalah semua sebagai ketentuan dari-Nya.


Ingatlah bahwa orang-orang yang paling bahagia tidak selalu memiliki hal terbaik. Mereka hanya berupaya menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang telah hadir


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*


"Kenapa, kamu tidak sanggupkan?" tanya Syarah, seraya ia ingin membalikkan tubuhnya seperti tadi, yaitu membelakangi tubuh Gibran. Namun dengan sigap Gibran langsung menahan tubuh Neneknya.


"Sanggup Nek! Yuda akan menikahi janda itu hari ini juga! Tapi Nenek harus janji juga sama Yuda! Nenek harus sembuh! Dan jangan pernah berpikir untuk meninggalkan Yuda ya?" pinta Gibran dengan tatapan penuh pengharapan. Sembari tangannya menggenggam kedua tangan sang Nenek.


Mendengar perkataan Gibran, Syarah pun tersenyum tipis, "Baiklah, tapi janji itu berlaku, setelah kamu menikahi Alisha. Dan apabila bila, hari ini kamu gagal, itu artinya nenek akan..." ucap Syarah. Namun belum lagi ia menyelesaikan kata-katanya. Gibran, langsung menutup mulutnya Syarah dengan tangannya.


"Sssth..!Itu tidak akan terjadi Nek! Jadi tunggulah disini, Yuda akan menjemput Alisha. Dan akan menikahinya didepan Nenek. Jadi nggak papakan? Yuda tinggal Nenek sendiri disini?" balas Gibran, yang kini, ia sudah bangkit dari tempat tidurnya Syarah.


"In shaa Allah, Nenek tidak akan apa-apa Nak. Jadi Pergilah Nak, jemputlah, Cucu mantu Nenek itu," ujar Syarah, sembari ia memberikan senyuman lembutnya pada Gibran.


"Baik Nek, kalau begitu Yuda pamit ya? Doain Yuda juga ya?"


"Iya Nak, itu pasti doa nenek selalu menyertaimu. Kamu hati-hati juga harus hati-hati di jalan ya?" balas Syarah dengan lembut.


"Iya, kalau begitu Yuda pamit Assalamu'alaikum," ucapnya sambil mengecup tangan sang Nenek.

__ADS_1


"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatu."


Setelah mendapatkan jawaban dari neneknya, Gibran pun bergegas pergi dari ruangannya Syarah. Karena perasaan takut masih, tertanam di benaknya. Membuat langkah kakinya semakin cepat. Bahkan sesekali ia sedikit berlari kecil, agar ia segera sampai ke mobilnya Syarah.


Setibanya di mobil, ternyata Reno, masih menunggu di dalam mobilnya. Gibran pun mengetuk kaca jendelanya dan tak berapa lama Reno pun membuka pintu mobilnya, "Reno, siniin kunci mobilnya! Kamu pergilah ke ruangan Nenek! Jaga Dia, dan kabari gue kalau, ada apa-apa pada Nenek! Kamu paham?!" titahnya terdengar begitu tegas.


"Paham Tuan muda!" balas Reno, seraya ia memberikan kunci mobilnya pada Gibran. Setelah itu ia pun bergegas masuk kerumah sakit. Sedangkan Gibran langsung masuk ke dalam mobilnya. Dan tak berapa lama mobil pun mulai melaju, keluar dari area perparkiran.


Setelah mobilnya memasuki jalur jalan raya. Gibran pun langsung mempercepat laju mobilnya, bahkan dengan kecepatan tinggi. Sehingga hanya memakan waktu dua puluh menit, ia pun sampai dirukonya Mbok Suminah. Dan setelah ia memarkirkan mobilnya, Gibran pun langsung turun dari mobil dan langsung bergegas memasuki ruko tersebut.


Namun baru saja, Gibran hendak masuk, tiba-tiba ia dikejutkan oleh Mbok Suminah dan Alisha yang terlihat keduanya baru saja hendak keluar. Dan tampak juga keduanya begitu terkejut melihat kedatangan Gibran. Terutama Mbok Suminah.


"Kamu! Ada apa kamu datang ke sini?" tanya Mbok Suminah dengan wajah tak sukanya.


"Maaf Bu, boleh saya bicara dengan dia Bu!" kata Gibran, sambil melirik ke arah Alisha.


"Mau bicara apa lagi sama dia, Tuan? Apa Anda mau menghinanya lagi hah?!" tanya Mbok Suminah terdengar ketus.


Mendengar kata "menyakut nyawa Neneknya" Alisha pun penasaran. Bahkan ada kecemasan yang terlihat dari raut wajahnya, "Mbok, izinkan Lisha bicara sama dia ya? Sebentar saja," kata Alisha dengan lembut. Membuat hati Mbok Suminah pun akhirnya luluh.


"Ya sudah, kalau begitu pergilah Nak," balas Mbok Suminah dengan lembut pada Alisha,


"Awas kamu ya! Jangan macam-macam pada anak wedokku! Kalau macam-macam tak ulek-ulek kamu kayak Gado-gado si Mbok!" ancam Suminah, pada Gibran. Sambil ia menirukan cara biasanya ia mengulek Gado-gadonya. Membuat Gibran langsung bergidik. Pasalnya cara Mbok Suminah memperagakan hal itu, matanya ikut mempelototin Gibran. Membuat Gibran otomatis ngeri melihatnya.


"Iya iya Bu! Saya nggak akan macam-macam kok, hanya bicara sebentar saja!" balas Gibran, sambil melangkah mundur satu langkah, "Jadi bolehkan saya ajak Dia sebentar Bu?" tanya Gibran lagi, untuk memastikannya lagi.


"Ya sudah pergilah! Ingat jangan lama-lama!" balas Suminah masih ketus.


"Baik Bu! Ayo ikutlah dengan Saya," kata Gibran, pada Alisha, tanpa nyebut nama Alisha. Ia hanya memberi kode saja pada Alisha. Karena rasa penasarannya terhadap Syarah, akhirnya Alisha pun mengikuti langkah Gibran, yang ternyata ia membawa ke mobilnya.

__ADS_1


"Masuklah!" kata Gibran seraya ia membuka pintu mobilnya dari dalam. Dan tanpa berkata apapun akhirnya Alisha pun memasuki mobilnya Gibran. Dan tak berapa lama ia didalam Gibran pun langsung melajukan mobilnya.


Di sepanjang perjalanan suasana di dalam mobilnya Gibran begitu hening. Tampaknya keduanya terlihat begitu enggan untuk mengeluarkan suaranya. Hingga akhirnya mobil Gibran, memasuki area di perparkiran rumah sakit. Namun Gibran tak langsung turun, dari mobilnya, hal itu membuat Alisha heran melihatnya. Pasalnya ia yang tadi bermaksud hendak turun, pintunya tak bisa dibuka.


"Apakah kita akan terus berada disini?" tanya Alisha, tanpa memandang Gibran.


"Kita bicara dulu sebentar disini!" balas Gibran tanpa menoleh juga pada Alisha, ia hanya menatap kedepan saja.


"Apa yang mau Anda bicarakan Tuan?" tanya Alisha, yang kini ia mulai berani menatap wajah Gibran. Namun hanya singkat saja, lalu ia kembali menatap kaca didepannya.


"Saya mau bertanya, benarkah Nenek saya memaksa kamu, untuk berjanji menerima perjodohan kita?" tanya Gibran, yang kini tatapannya sekarang mengarah ke Alisha dengan tatapan penasarannya.


"Iya Benar!" jawab Alisha dengan singkat.


"Dan sebenarnya kamu tidak menginginkan perjodohan ini bukan?" tanya Gibran lagi.


"Iya!" balas Alisha, masih singkat.


"Baiklah kalau begitu, karena kamu sudah terlanjur berjanji dan Saya juga sudah terlanjur berjanji. Jadi tidak mungkinkan kita mengingkarinya pada Nenek?" ujar Gibran lagi membuat Alisha terlihat bingung.


"Maksudnya Anda?" tanya Alisha terlihat penasaran.


"Saya juga sudah berjanji Pada Nenek untuk menikahi kamu! Sedangkan kamu juga samakan?" jelas Gibran. Dan dibalas anggukan kepala oleh Alisha.


"Nah karena kita sama-sama tidak ingin mengingkari janji. Dan kita juga sama-sama tak saling menyukaikan? Untuk itu saya punya ide. Bagaimana kalau kita Nikah kontak saja! Apa kamu setuju?" ujar Gibran. Mendengar ide Gibran, Alisha langsung terkejut.


"Apa! Nikah kontrak?"


...•••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 😉🙏


Serta jangan lupa berikan 👉" ⭐⭐⭐⭐⭐ " serta ulasan Oke 😉 Dan tak lupa juga Vote serta Hadiahnya ya 🤭 biar memicu Author update kembali oke guys 😉 Syukron


__ADS_2