JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur

JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur
BERTEMU TEMAN LAMA.


__ADS_3

*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*


Tetaplah belajar untuk terus mensyukuri dalam segala hal, walaupun kita sedang diberikan cobaan. Dan tetaplah bersabar dalam hal apapun itu. Termasuk dengan apa yang kita belum peroleh.


Perbanyaklah bersyukur hingga kita lupa cara mengeluh. Jangan banyak mengeluh hingga kita melupakan caranya bersyukur. Dengan demikian kita akan dapat menemukan banyak hal kebaikan dalam hidup ini.


Sehingga kita tidak akan meremehkan setiap nikmat yang telah Allah berikan, kepada kita. Karena ada banyak hal yang tak pernah kita minta, Tapi Allah tak pernah alpa memberikannya kepada kita.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*


Sesuai yang direncanakan oleh Gibran, sore itu ia pun mengajak istrinya berjalan-jalan. Untuk melihat-lihat keindahan negara Singapura. Bahkan Gibran juga mengajak istrinya untuk sholat Maghrib di mesjid Sultan Singapura yang begitu indah. Sehingga keindahannya cukup dikenal di berbagai negara.



"Maa shaa Allah.. cantik banget mesjidnya Mas?" ucap Alisha merasa takjub tatkala mereka telah memasuki area halaman mesjid Sultan tersebut.


"Benar Sayang, mesjid Sultan ini memang terkenal akan keindahannya. Oh iya kamu mau nggak Mas fotokan disini? Biar jadi kenang-kenangan loh Sayang." kata Gibran, sambil ia mengambil benda pipihnya yang berada di saku celananya.


"Mau Mas, mau! Kita nanti foto berdua juga ya?" balas Alisha terlihat begitu bersemangat.


"Baiklah Sayang! Sekarang kamu berdirilah disana," balas Gibran. Dan Alisha pun mengikuti keinginan suaminya. Ia pun berdiri di posisi tempat terindah di bagian mesjid tersebut. Dan tak lama kemudian Gibran pun langsung mefotokannya.


Setelah berfoto-foto di area Mesjid, mereka pun langsung masuk. Karena tak berapa lama mereka berfoto, Adzan Maghrib pun berkumandang. Dan mereka pun ikut sholat berjamaah di masjid tersebut. Setelah usai melaksanakan kewajiban mereka terhadap Rabb nya.

__ADS_1


Gibran pun bermaksud membawa Alisha ke sebuah restoran termewah di sana. Namun saat Mereka hendak memasuki restoran tersebut tiba-tiba terdengar panggil seorang pria yang memanggil namanya.


"Gibran!"


Mendengar namanya dipanggil otomatis Gibran pun langsung menoleh ke sumber suara tersebut. Dan tampaklah olehnya seorang pria berjas hitam sedang menggandeng seorang wanita cantik. Dan keduanya terlihat sedang berjalan menghampirinya.


"Ramlie?" gumam Gibran setelah melihat wajah pria tersebut.


"Waah.. ternyata benar dugaan gue! Kalau yang gue lihat tadi ternyata benaran Gibran Prayuda! Apa kabar bro? Lama tak bersua, tapi tampak Lo semakin sukses saja ya?" ujar pria yang di panggil Ramlie tersebut. Seraya ia mengulurkan tangannya pada Gibran.


"Aah.. bisa aja Lo! Tapi kabar gue baik kok Lo sendiri gimana, bro?" tanya Gibran balik.


"Kalau kabar gue, yaa seperti yang lo lihat sekaranglah," balas Ramlie, "Oh iya, gue baru ingat, jangan-jangan perusahaan yang baru berdiri itu milik Lo ya bro? Soalnya namanya persis banget dengan nama perusahaan Lo yang ada di tanah air?" tanya Ramile lagi.


"Yap, benar! Gue memang baru mendirikan perusahaan cabang di negara ini Bro, karena gue ingin melebarkan sayap di berbagai negara. Itu yang gue rencanakan," balas Gibran, penuh percaya diri. Dan disaat kedua pria tersebut sedang asyik mengobrol tiba-tiba pasangan Ramlie buka suara.


"Aah.. maaf Honey, aku lupa," balas Ramlie, yang kemudian ia pun melingkarkan tangannya di pinggang wanita tersebut Lalu ia bermaksud memperkenalkannya pada Gibran.


"Oh iya Gib, kenalkan ini calon bini gue, Dona Berlinda. Cantikkan calon bini gue?" kata Ramile, tampak bangga karena telah memiliki calon istri yang terlihat cantik dan seksi. Merasa namanya disebut, Wanita itu pun langsung beraksi.


"Hai, perkenalkan, Aku Dona Berlinda, panggil saja dengan sebutan Linda," ucap wanita itu Seraya iya mengulurkan tangannya kepada Gibran.


"Ooh, Saya Gibran!" balas Gibran seraya ia mengatupkan kedua tangannya saja. Membuat Linda tampak kecewa karena Gibran tak menyambut uluran tangannya. Namun tak dihiraukan oleh Gibran, dan ia malah langsung melingkari tangannya ke pinggangnya Alisha.


"Oh iya ini Istri Gue, Alisha Fakhira," sambung Gibran, yang ikut memperkenalkan istrinya kepada teman yang baru ia jumpai itu.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum," ucap Alisha, seraya ia mengatupkan kedua tangannya juga.


"Hah? Benaran ini bini Lo Bro? Sejak kapan Lo menyukai wanita? Bukankah setau gue Lo anti banget ya sama yang namanya wanita?" tanya Ramli seperti tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Gibran.


"Eh, sialan Lo ngomong sembarangan aja!" balas Gibran dengan spontan.


"Eh, tapi tunggu dulu deh, kayaknya kok Gue seperti pernah melihat bini Lo deh. Tapi dimana ya?" kata Ramlie, dengan wajah yang terlihat seperti sedang mengingat-ingat sesuatu. "Aaah.. Sebentar! Kayaknya aku belum lama ini deh gue melihatnya," katanya lagi seraya ia mengambil benda pipihnya yang berada di dalam sakunya.


Mendengar perkataan Ramli seketika dahi Gibran pun berkerut, "Apa maksud Lo belum lama melihat bini hah? Lo jangan mengada-ada ya? Bini gue aja memijakkan kakinya di negara ini aja baru tadi siang! Gimana ceritanya Lo bisa lihat Dia hah?!" tanyanya, dengan nada suara yang terdengar sedikit ketus.


"Eh, Sabar bro, jangan marah dulu! Tunggu sebentar gue mau memastikannya dulu nih!" kata Ramile, sambil ia membuka kunci layar handphonenya, lalu ia langsung membuka aplikasi galerynya.


"Hah, benarkan yang gue katakan tadi. Mungkin karena gue habis lihat foto. Nih lihat, ini bini Lokan?" tanya Ramlie. Seraya Iya menunjukkan sebuah foto yang ada di layar hpnya.


Gibran pun langsung mengambil handphonenya Ramlie. Dan ia pun langsung melihat foto tersebut dengan seksama, begitu juga dengan Alisha, yang ikut penasaran pada foto tersebut.


"Eh, Mas, ini benaran Foto Icha. Kok bisa foto ini sama temannya Mas sih?" tanya Alisha yang akhirnya ia buka suara. Mendengar pengakuan istrinya tiba-tiba jantung Gibran berdegup kencang.


"Mas juga nggak tahu Sayang," balas Gibran, yang tampaknya ia juga sangat penasaran, "Benar ini foto bini gue! Tapi Dari mana Lo mendapatkan foto ini, hah?!" tanya Gibran dengan nada suara yang terdengar mulai tinggi.


"Hah? Itu benaran bini Lo? Berarti Dia jandanya bokap gue dong!"


DEGH!!


...••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••...

__ADS_1


Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 🙏🥰


__ADS_2