
*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*
Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata : "Barangsiapa yang lebih mementingkan untuk beristirahat (di dunia), pasti akan terlewatkan untuk mendapat istirahat (di akhirat)" (Miftaah Daaaris Sa’aadah II/15)
Surga adalah tempat untuk istirahat bagi mereka yg telah lelah dalam melakukan berbagai kebaikan selama di dunia ini.
Capek dan lelah menjalankan ketaatan. Capek dan lelah dalam menjauhi dosa. Capek dan lelah berjuang untuk agama. Capek & lelah dalam menghadapi ujian dan cobaan dengan penuh kesabaran...
Saudaraku, menjalani kehidupan dunia ini tidaklah lama, tetapi hanya sebentar. Dunia bukanlah tempat utk beristirahat yang sebenarnya. Maka janganlah kita mati-matian utk mengejar sesuatu yang tidak dibawa mati, tetapi mati-matianlah mengumpulkan bekal yg dibawa mati...
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*
Gibran tahu kalau istrinya saat ini sedang mencemaskan orang tuanya. Makanya ia langsung membawa Alisha ke rumah Mbok Suminah, tanpa ingin menunda-nundanya lagi. Padahal saat itu ia juga sedang dilema memikirkan Neneknya yang sepertinya begitu kecewa dengannya. Tapi mau bagaimana lagi, tak bisa mendahului Neneknya. Karena mengingat bila Nenek sudah merajuk, akan sulit merayunya. Makanya ia memilih menyelesaikan masalah istrinya dulu. Barulah ia akan meminta maaf pada Neneknya, itulah niatnya Gibran saat ini.
Setelah menempuh perjalanan selama empat puluh lima menit. Mobil Gibran pun memasuki kawasan ruko, yang di seberang jalannya terdapat sebuah taman. Dan hari itu taman tersebut terlihat begitu ramai, karena sepertinya disana sedang ada yang menyelenggarakan pesta. Melihat itu Gibran merasa heran, karena tak pernah sekalipun ditaman tersebut dibuat untuk pesta. Makanya ia benar-benar merasa heran sekali.
"Siapa yang telah berani mengadakan pesta di taman itu sih? Jadi bikin macet saja!" gerutu Gibran, terlihat kesal. Karena mobilnya jadi tertahan ditengah-tengah perjalanannya.
"Ya mungkin yang punya taman kali mas, yang bikin pesta," balas Alisha dengan tatapannya yang mengarah ke taman tersebut.
"Eh, mana mungkin Sayang."
"Kok nggak mungkin sih Mas? Kan bisa saja, yang punya taman ingin berpesta agar taman menjadi ramai iyakan?"
"Tetap saja itu nggak mungkin Sayang. Kamu lihat aja sendiri, tadi Nenek sedang di rumah Kitakan?"
__ADS_1
"Loh apa hubungannya sama Nenek Mas? Kamu nggak nyambung deh," balas Alisha, yang kini tatapannya berpindah ke wajah suaminya.
"Ya ada dong Sayang, taman ini kan punya nenek. Masa iya sih Nenek nggak kesini, kalau memang beliau yang bikin pestanya?" Alisha langsung ternganga mendengar perkataan suaminya.
"Haaah..? Taman ini punya Nenek Mas?" tanyanya yang tampaknya ia masih belum percaya.
"Loh, kamu nggak tahu Sayang?" tanya Gibran balik Dan langsung dibalas Alisha hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Eh, Masa sih kamu nggak tahu Sayang? Emangnya Nenek, atau Mbok Suminah nggak pernah ngasih tau kamu ya?" tanya Gibran lagi
"Benaran loh Mas Icha nggak tahu! Orang nenek maupun si mbok nggak pernah kok memberitahu pada Icha," balas Alisha, yang sepertinya ia memang tidak tahu sama sekali.
"Aah.. maaf ya Sayang, Mas tidak memberitahukan kamu, karena Mas berpikir kamu sudah tahu," ucap Gibran, merasa bersalah.
"Iya nggak papa kok Mas," balas Alisha seraya ia tersenyum lembut pada Suaminya. Dan saat bersamaan.
"Aah.. iya! Terima kasih Bang Ray," balas Alisha terdengar lembut. Membuat Gibran langsung mengerenyitkan dahinya.
"Kenapa kamu lembut banget bicara sama Ray, hm?" tanya Gibran, dengan tampang juteknya.
"Eh! Apaan sih Mas! Orang biasa aja pun! Udah akh ayo buruan! Soalnya Icha mau cepat-cepat ketemu sama Si Mbok," balas Alisha. Seraya ia turun dari mobilnya. Lalu ia pun langsung bergegas menuju ke Ruko miliknya Suminah.
"Huh! Kok jadi dia yang marah sih? Mana, main ninggalin aja lagi!" gerutu Gibran, dan baru saja ia turun dari mobilnya. Tiba-tiba Alisha kembali lagi, membuat ia langsung mengerutkan dahinya.
"Loh, Kok! Kamu balik lagi Sayang? Apa si Mboknya tidak ada ya?" tanya Gibran terlihat penasaran.
"Itu Mas, kata Mbak Arni, si Mbok sedang berada di taman Mas," balas Alisha, dengan mata yang terlihat mengarah ke taman.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu ayo kita kesana saja saja Sayang," balas Gibran seraya ia menghampiri istrinya, "Sini Mas gandeng tangan kamu biar kita nyeberang sama-sama," lanjutnya lagi, lalu ia pun langsung meraih tangannya Alisha. Setelah itu mereka menyeberangi jalanan yang menuju ketaman yang berada di seberang rukonya Suminah.
Setelah mereka berada di seberang, Gibran yang masih menggandeng tangan istrinya, ia pun langsung membawanya memasuki taman tersebut, yang terlihat lumayan ramai. Dan setelah berada di dalam mereka pun mulai mencari keberadaannya Suminah. Hingga seseorang tiba-tiba menepuk pundaknya Alisha sambil menyebut namanya.
"Alisha? Kamu lagi nyariin Mbok Suminah ya?" tanya seorang wanita yang menepuk pundaknya Alisha.
"Eh Mbak Yuni?" sentak Alisha sedikit terkejut karena memang wanita yang dipanggil Yuni itu menepuknya bergitu tiba-tiba, "Iya Mbak! Lisha memang sedang mencari si Mbok! Apakah Mbak Yuni tahu dimana si Mbok?" tanyanya lagi terlihat penasaran.
"Tahu Lis, Si Mbok disana, ditempat yang pesta itu!" balas Yuni, seraya ia menunjukkan jari telunjuknya ke sebuah tenda pesta yang di atasnya tenda berhiaskan kain berwarna putih dan ungu.
"Ooh, hmm.. tapi memangnya siapa yang pesta itu Mbak?" tanya Alisha lagi.
"Sebaiknya kamu kesana aja Lis, nanti kamu juga bakalan tahu kok,"
Mendengar perkataan Yuni, membuat Alisha, menjadi penasaran, "Ooh ya sudah kalau kami kesana saja ya Mbak? Ayo Mas kita langsung kesana" katanya, seraya ia menarik tangan Suaminya, yang kebetulan memang tangan mereka tak pernah lepas.
Setelah mendapatkan informasi dari temannya, Alisha dan Gibran pun langsung berjalan menuju ke tenda pesta. Sesampainya di depan tenda tersebut, mereka disambut oleh para wanita penjaga tamu.
"Kayaknya ini pesta pernikahan ya? Lihat saja disana, ada pelaminannya juga Sayang," ujar Gibran setelah keduanya berada di dalam tenda pesta tersebut, "Eh! Kok kayaknya Mas kenal deh pengantinnya itu Sayang, tapi di mana Mas pernah lihatnya?" lanjutnya dengan tatapan mata masih mengarah ke pelaminan.
Mendengar perkataan suaminya, Alisha langsung mengarahkan matanya ke pelaminan itu juga. Dan betapa terkejutnya ia saat melihat wajah ke dua pengantinnya itu, "Hah? Itukan Bapak dan si Mbok, Mas!" sentaknya. Membuat Gibran langsung menajamkan pandangannya.
"Hah?? Iya! Benar itu Bapak dan Mbok Suminah!!" katanya dengan mata masih terbelalak melihat ke pelaminan.
...••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••...
Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 🙏🥰
__ADS_1