
*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*
“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q.S Az Zumar :53)
Walau apa yang kita inginkan tidak kita dapatkan, dan apa yang kita dapatkan bukanlah yang kita inginkan. Inilah cara ALLAH menguji kita, menguji iman kita, menguji keikhlasan kita, menguji kelapangan hati kita. Itulah yang terbaik pilihan-NYA buat kita.
Ada saatnya kita akan merasa kuat dan bersemangat. Ada saatnya kita akan merasa lemah tidak berdaya sehingga mau menyerah.
Biasalah hidup ada naik turun, berdoalah untuk terus bertahan. Hidup ini ibarat roda berputar. "Orang cerdas bisa salah. Orang sukses bisa gagal, dan orang hebat pun bisa jatuh "
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*
Setelah menyampaikan pesan Gibran pada Mbok Suminah. Rey langsung bergegas kembali ke kantornya Gibran. Dan sesampainya di sana ia langsung menemui Bosnya itu. Bahkan ia langsung menceritakan situasi yang ia lihat tadi ketika diwarungnya Mbok Suminah. Gibran yang mendengarnya terlihat sangat kesal.
"Ooh, jadi Dia mencari dukungan dari semua pelanggannya? Hmm.. sepertinya dia tidak suka, diperlakukan dengan cara yang baik-baik saja. Baiklah kalau begitu, kita lakukan dengan cara yang kasar! pergilah bawa dua buldozer kesana. Gusur warung itu sekarang juga! Cepat lakulah sekarang!" titah Gibran, dengan tegas. Membuat Rey, terkejut mendengarnya.
"Apa! Ini tidak baik Bos! Justru ini akan menjadi pusat perhatian bagi para pelanggannya Mbok Suminah itu Bos. Dan itu bisa membuat mereka..." protes Rey. Namun belum lagi ia menyelesaikan kata-katanya. Gibran langsung menyanggahnya.
"Aaah! Persetan dengan mereka! Gue nggak perduli! Pokoknya kamu lakukan apa yang aku katakan tadi! Cepat kerjakan sekarang!" potong Gibran dengan nada suara tingginya. Membuat Rey tidak bisa membantahnya sama sekali.
__ADS_1
"Baiklah Bos! Kalau begitu saya permisi!" balas Rey, seraya ia membungkukkan tubuhnya sedikit. Lalu setelah itu ia langsung bergegas pergi dari ruangan Gibran. Sedangkan Gibran langsung bangkit dari kursi kebesarannya. Lalu ia pun berjalan menuju ke jendelanya, yang pemandangannya mengarah ke warungnya Suminah.
"Cih! Mau melawanku? Apa Dia pikir, sementang banyak yang membelanya gue akan mundur? Heh! Jangan harap! Gue pastikan dalam hitungan jam, warung sampah itu akan segera hancur!" gumam Gibran, seraya ia tersenyum sinis, sambil menatap tajam kearah warungnya Suminah.
"Aah, sebaiknya gue selesaikan dulu pekerjaan Gue, selagi menunggu buldozer penghancurnya datang deh! Karena setelah itu gue ingin menonton pertunjukannya!" gumamnya Gibran. Seraya ia kembali ke kursi kebesarannya lagi. Kemudian ia pun kembali fokus pada layar laptopnya yang berada di atas meja kerjanya.
Satu jam kemudian, sayup-sayup terdengar suara riuh dari kejauhan. Membuat konsentrasi Gibran pun langsung pecah, "Berbisik sekali sih! Bikin konsentrasi gue buyar saja!" gumam Gibran. Dan karena penasaran ia pun bangkit dari duduknya. Lalu ia kembali menghampiri jendela tempat ia berdiri tadi. Dan terlihatlah olehnya asal suara yang sudah membuatnya penasaran.
"Ooh.. ternyata dua buldoser yang aku pesan sudah datang ya? Kalau begitu gue tidak boleh melewatkan pertunjukan yang seru ini!" katanya lagi, seraya ia melangkah menuju kursi kebesarannya. Lalu ia pun mengambil baju jasnya yang tersampir di sandaran kursinya tersebut. Dan setelah memakainya ia pun langsung bergegas pergi meninggalkan ruangannya.
...🦋🦋🦋...
Sementara itu diwarungnya Mbok Suminah.
Sementara itu Alisha, yang terlihat baru pulang dari pondok tampak begitu terkejut. Tatkala melihat keramaian yang tidak seperti biasanya, "Astaghfirullah... ada apa ini? Mengapa ada benda seperti itu didepan warungnya si Mbok?" gumamnya, dan disaat ia melihat para pelanggan yang mulai merentangkan kedua tangan mereka dan saling berpegangan satu sama lainnya. Alisha langsung berlari menuju ke warung tersebut. Dan sesampainya di sana.
"Assalamu'alaikum! Apa yang terjadi Mbok? Mengapa ada gituan, didepan warung kita Mbok?" tanya Alisha ketika ia melihat Suminah yang sedang berdiri didepan warungnya itu.
"Wa'alaikumus salam, kamu sudah pulang Nduk?" tanya Suminah balik tanpa ia menjawab pertanyaannya Alisha.
"Alhamdulillah Sudah Mbok. Tapi ini sebenarnya ada apa Mbok?" tanya Alisha yang terlihat ia masih begitu penasaran.
__ADS_1
"Alhamdulillah, apa yang telah kamu pelajaran hari ini dari Ustadzahnya kamu Nduk?" tanya Suminah balik. Lagi-lagi ia tak menghiraukan pertanyaan dari anak angkatnya itu.
"Mbok, kenapa tidak menjawab pertanyaan Lisha Mbok, ada apa ini Mbok?" tanya Alisha lagi.
"Ini bukan urusan kamu Nduk! Tugas kamu cukup belajar saja di pondok! Dan mulai besok kamu harus tinggal di pondok! Tidak boleh pulang sebelum kamu menjadi seorang Ustadzah! Kamu paham Nduk? Sekarang kamu kembalilah ke pondok! Jangan hiraukan tempat ini lagi! Pergilah sekarang juga Nduk!" ujar Suminah terdengar begitu tegas.
"Tidak Mbok, Lisha tidak mau! Lisha akan tetap disini bersama si Mbok! Jangan suruh Lisha pergi Mbok, Lisha nggak mau!" balas Alisha, dengan mata yang terlihat sudah berkaca-kaca.
"Apakah kamu sudah mulai melawan si Mbok, Nduk? Siapa yang mengajarkan kamu untuk melawan orang tua, hm?" tanya Mbok Suminah, yang kini wajahnya terlihat sudah berubah. Kini tatapannya begitu tajam, menatap Alisha. Melihat hal itu, Lisha pun langsung bersimpuh didepannya Suminah, seraya ia meraih tangan ibu angkatnya itu. Namun Suminah langsung menarik tangan.
"Maaf Mbok, Maafin Lisha! Lisha tidak bermaksud melawan pada si Mbok. Hanya saja Lisha ingin tetap tinggal bersama si Mbok! Lisha janji akan tetap belajar kok Mbok, Lisha janji akan menjadi orang yang si Mbok inginkan. Tapi jangan paksa Lisha untuk tinggal di pondok ya Mbok?" balas Lisha, seraya ia mengatupkan kedua tangannya. Mendengar janji Alisha, hati Suminah menjadi senang. Namun karena ia tak ingin anak angkatnya itu mengetahui yang sebenarnya. Membuat ia tetap memasang wajah yang terlihat tak bersahabat.
"Tidak! Keputusan si Mbok sudah bulat! Kalau kamu masih menganggap si Mbok sebagai orang tua kamu! Maka cepat pergi ke pondok sekarang juga! Tapi kalau kamu masih membantah, makanya jangan pernah menganggap si Mbok sebagai orang tua ka..." kata Suminah terdengar begitu ketus, membuat hati Alisha yang mendengarnya begitu sakit. Sehingga ia langsung memotong perkataannya.
"Tidak Mbok tidak! Jangan berkata seperti itu hiks .hiks..! Iya.. hiks..iya Lisha Pergi ke pondok sekarang hiks..tapi si Mbok tetap jadi ibu Lishakan?" kata Lisha, yang kini tangisnya langsung pecah.
"Iya Nduk, si Mbok..." balas Suminah. Namun belum lagi ia menyelesaikan kata-katanya tiba-tiba terdengar suara toa Megaphone Pengeras Suara Speaker Demo dari depan kerumunan para pelanggannya Suminah.
"Mbok Suminah apa Anda mendengar Saya! Saya sudah cukup baik menyuruh Anda pergi dengan baik-baik! Tapi Anda malah membuat saya Marah! Jadi jangan salahkan Saya, bila saya mengusir Anda dengan paksa!"
•••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 😉🙏
Serta jangan lupa berikan 👉" ⭐⭐⭐⭐⭐ " serta ulasan Oke 😉 Dan tak lupa juga Vote serta Hadiahnya ya 🤭 biar memicu Author update kembali oke guys 😉 Syukron 🥰.