
*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*
Bahagia itu sederhana, tak perlu harta berlimpah untuk meraih kebahagiaan. Betapa banyak mereka yang miliki harta yang berlimpah dan popularitas tinggi tapi jiwanya gersang dan merasa tidak bahagia.
Bahagia itu seserhana, sesederhana dalam menyikapi hidup ini, Meski hidup penuh kesederhanaan, bisa membuat seseorang merasa bahagia selama terus merasa bersyukur. Sederhana tak melulu berarti miskin, sederhana disini bisa diartikan dengan sikap yang menerima keadaan dirinya, dan bisa memaksimalkan potensi dirinya.
Islam mengajarkan kita hidup sederhana dan tidak berlebihan. Dalam QS Al Isra ayat 29 Allah berfirman yang artinya :
*"Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal."*
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*
Pada akhirnya Gibran berhasil membawa Ayah mertuanya ke kota. walaupun pada awalnya sedikit ada pertentangan dari sang ayah mertuanya. Karena beliau tak ingin meninggalkan rumahnya yang memiliki kenangan bahagia bersama istri pertamnya. Akan tetapi setelah Gibran memberi berbagai rayuan, kepadanya, akhirnya sang mertuapun luluh juga. Dan akhirnya ia pun bersedia di bawa ke kota.
Sesampainya mereka di kota, Gibran pun langsung membawa sang mertua ke rumah sakit yang terbaik di kotanya. Karena ia ingin Ayah mertuanya mendapatkan perawatan yang terbaik juga. Dan kini kondisi Ayah Alisha sudah terlihat lebih baik. Hal itu membuat Gibran terlihat lega. Apa lagi, saat dokter mengatakan, kalau beliau sudah diperbolehkan pulang.
"Alhamdulillah.. akhirnya Bapak sudah diperbolehkan pulang! Saya senang banget melihat wajah Bapak tidak pucat lagi," kata Gibran penuh rasa syukur, karena melihat wajah Ayah mertuanya terlihat begitu cerah.
"Alhamdulillah.. ini semua juga berkat Nak Yudakan? Jadi saya ingin mengucapkan ribuan terima kasih, pada Nak Yuda," balas Marwan, yang terlihat ia masih duduk di sisi pembaringannya. Karena mereka sedang menunggu Alisha yang sedang membereskan barang-barang ayahnya, yang hendak dibawa pulang.
__ADS_1
"Eh, Bapak..itukan memang sudah menjadi kewajiban saya, selaku anak Bapak juga. Jadi tak perlulah Bapak mengucapkan terima kasih pada Saya. Lagian, semuanya berkat Allah Pak, Dialah yang telah mengangkat penyakitnya Bapak. Jadi sudah sepatutnya kita mengucapkan rasa syukur dan erimakasih kita pada Sang pemilik kesembuhan itu, Pak," ucap Gibran, yang kini perkataan terdengar lebih bijak.
"Benar yang kamu katakan Nak? Alhamdulillah terima kasih ya Allah, atas segalanya," balas Marwan, penuh rasa syukur. Dan disaat bersamaan.
"Mas, Pak, Icha sudah siap nih. Apakah kita bisa pulang sekarang?"
Gibran yang mendengar perkataan tersebut, otomatis ia pun langsung berdiri dari duduknya.
"Alhamdulillah.. ya bisa dong sayang. Ya sudah kamu tunggu sebentar disini ya? Biar Mas ngambil kursi roda dulu untuk Bapak," katanya.
"Baiklah Mas."
Setelah mendengar jawaban dari istrinya Gibran pun langsung bergegas keluar dari ruang rawatnya Marwan. Dan tak berapa lama kemudian, Gibran pun kembali lagi sambil mendorong sebuah kursi roda. Lalu ia pun mendekati kursi roda tersebut pada Marwan.
"Eh, kok pakai kursi roda segala si Nak? Bapakkan sudah kok sehat nak. Jadi kamu tidak perlu repot-repot mendorong bapak pakai kursi roda itu. Orang Bapak sudah bisa jalan sendiri kok Nak?" balas Marwan, mulai merasa tidak enak hati pada anak mantunya itu.
"Iya Yuda tahu kok Pak, kalau bapak itu sudah sehat. Tapi emangnya nggak boleh ya, kalau Yuda Ingin memberikan perhatian sedikit buat Bapak? Bolehkan? Jadi ayolah Pak, untuk hari ini aja, biar Yuda membantu Bapak."
Mendengar perkataan anak mantu, serta melihat tatapannya yang terlihat sangat berharap, Marwan pun tak sampai untuk menolak permintaannya. Dan akhirnya ia pun menuruti keinginan anak mantunya tersebut.
"Haiiis.. ya sudah kalau begitu, bapak sesuai keinginan kamu saja," balas Marwan pasrah. Dan akhirnya ia pun duduk di kursi rodanya.
__ADS_1
"Nah gitu dong Pak, kan Yuda jadinya senang. Ya sudah sekarang, Ayo kita pulang," kata Gibran seraya ia mulai mendorong kursi rodanya Marwa. "Ayo Sayang, kita pulang," lanjutnya pada Alisha, yang sejak tadi, selalu tersenyum, karena melihat Ayah dan suami yang terlihat semakin Akrab.
"Baiklah Mas, mari kita pulang," balas Alisha dengan lembut. Lalu ia pun mengikuti langkah suaminya yang sedang mendorong kursi rodanya sang Ayah, Dan setelah mereka menelusuri koridor rumah sakit, kini mereka pun sampai didepan pintu lobiy rumah. Dan ternyata disana sudah ada mobil miliknya Gibran. Bahkan Rey juga sudah membukakan pintu-pintu mobilnya.
"Mari Pak saya bantu naik," kata Gibran saat mereka sudah berada di depan mobilnya. Dan sekali lagi Marwan mengikuti keinginan anak mantuannya. Dan akhirnya mereka semua naik ke dalam mobilnya Gibran.
Setelah semuanya masuk ke dalam mobil. Ray pun mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dan setelah melakukan perjalanan yang lumayan jauh. Akhirnya mobilnya Gibran pun memasuki sebuah gerbang rumah, yang tampak asing bagi Alisha.
"Eh, ini rumahnya siapa Mas?" tanya Alisha pada suaminya. dengan wajah yang terlihat tampak heran.
"Ya rumanya kita dong Sayang. Kamu suka nggak sama rumah baru kit, hm?" tanya Gibran.
"Hah? Rumah baru kita? Hmm.. suka sih Mas, tapi kok besar banget sih? Gimana cara membersihkanny? Bisa gempor dong Lisha setiap membersihkannya nanti?"
Mendengar kekhawatiran istrinya Gibran tersenyum lucu. karena ternyata istrinya berpikir ialah yang akan membereskan sama mereka.
"Sayang, soal itu Kamu tidak usah khawatir karena mas Sudah mempersiapkan seseorang yang akan membantu kamu. Jadi tugas kamu hanya memperhatikan suami kamu beserta bapak, oke?" balas Gibran seraya ia mengedipkan matanya pada Alisha, yang kebetulan sang Ayah sedang menatap keluar mobil. Makanya Gibran berani melakukan hal tersebut.
"Eeh! Mas! Jangan genit deh! Malu tau kalau dilihat Bapak!;
...•••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••••••••...
__ADS_1
Maaf ya guys hanya bisa segini. Soalnya hari ini Author sedang kelelahan karena ada acara di rumah guru ngajinya Author. jadi sekali Maaf ya🙏🥰.