JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur

JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur
WIRO SABLENG LAGI DILEMA.


__ADS_3

*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*


Kamu tidak bisa meminta orang lain untuk selalu berbuat baik kepadamu, tapi kamu selalu bisa membuat dirimu baik-baik saja, meski orang lain memperlakukanmu tidak baik. Jangan memandang rendah dirimu, karena ucapan orang lain.


Orang lain bisa menilai dirumu sesuka hati mereka, tapi kamu punya hak untuk menolak atau menerima semua penilaian itu. Tidak ada yang mengenal dirimu sebaik dirimu sendiri, jadi tetaplah bersabar dalam menuju versi terbaikmu.


“Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.” (QS. Al-Muzzammil : 10)


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*


Melihat keterkejutannya Alisha, pria itu langsung tersenyum sinis, "Heh..! ternyata Ibu tiriku, ada disini juga ya?" ucap pria tersebut, yang tak lain adalah Ramlie, anak tirinya Alisha, sekaligus temannya Gibran.


"Saya bukan ibu tiri Anda! Jadi jangan memanggilku dengan sebutan itu!" balas Alisha dengan ketus.


"Oh iya? Hum.. sebenarnya saya juga tak ingin memanggil Anda dengan sebutan seperti itu sih! Tapi yaa.. mau bagaimana lagi, orang faktanya Anda itu adalah janda ditinggal mati oleh bapak ku! Ya mau tak mau! Suka tak suka! Jadi tererimalah kenyataan kalau saya ini anak tiri Anda Nyonya.." kata Ramlie. Namun langsung di sanggah oleh Alisha.


"Peraturan dari mana itu? Kayaknya baru Anda yang mengatakan hal seperti itu deh! Karena setahu saya, Apabila seorang istri yang ditinggal mati oleh suaminya. Lalu si wanita menikah lagi, maka terputuslah semuanya! Bahkan hingga Akhirat! Karena bagi istri yang menikah lagi adalah bagian dari suaminya yang terakhir. Hal itu sesuai dengan yang dikatakan dalam sebuah hadits.


Rasulullah ﷺ bersabda “Perempuan yang ditinggal mati suaminya, lalu menikah lagi sepeninggal suaminya, maka ia (di akhirat) adalah bagian dari suami terakhirnya di dunia.” (HR At-Thabarani).


"Jadi saya rasa Anda tidak perlu lagi repot-repot memanggil saya ibu tiri karena saya sekarang telah menjadi istri orang lain!" pungkas Alisha, terdengar begitu tegas.

__ADS_1


"Aah.. baiklah, kalau begitu saya tidak perlu sungkan lagi pada Anda! Oh iya dimana suami Anda sekarang? Karena saya ingin membuat perhitungan dengannya!"


Alisha langsung mengerenyitkan dahinya, saat mendengar perkataan Ramlie, "Membuat perhitungan? Emang apa yang sudah di perbuat oleh suami saya? Kenapa Anda mau membuat perhitungan, Tuan?" tanya Alisha terlihat begitu penasaran.


"Eh, kamu tanya kenapa? Padahal kamu juga ikut, didalamnya, saat calon istriku, dipermalukannya tadikan?!" ujar Ramlie, dengan wajah yang kini terlihat sudah mulai emosi.


"Ooh.. rupanya tentang masala wanita murahan itu toh?" balas Alisha, terdengar begitu santai.


"Apa Anda bilang? Wanita murahan? Sialan! Seenaknya saja Anda mengatakan calon istri saya wanita murahan hah?! Apa Anda punya hak mencela calon istri saya seperti itu hah?! " bentak Ramlie, yang tampaknya ia benar-benar sudah tersulut dengan emosinya.


Alisha malah tersenyum kasihan, saat melihat Ramlie, yang tampaknya ia tak tahu, seperti apa calon istrinya itu, " Ck! Kasian banget Anda ya? Sampai tidak tahu seperti apa sebenarnya calon istri, Anda itu! Oke, kalau dia bukan wanita murahan, lalu apa yang pantas menurut Anda, bagi wanita, yang dengan Pakaian seksinya, lalu menggoda Suami orang? Apakah menurut Anda wanita seperti itu wanita yang baik-baik atau wanita murahan, hm?" balas Alisha, masih terlihat sangat tenang.


"Kamu! Jangan sembarang kamu memfitnah, tunanganku ya? Atau saya akan menuntut Anda! Karena telah mencemarkan nama baik tunanganku!" seru Ramlie, yang tampaknya ia semakin geram melihat Alisha, dan disaat bersamaan.


"Lo mau menutut bini gue Lie? Silahkan saja kalau begitu, tapi sebelumnya sebaiknya Lo lihat dulu kejutan untuk Lo!" ujar seorang pria, yang terlihat ia baru saja muncul dari pintu lift, bersama seorang pria yang mengikutinya dari belakang.


"Mas Yuda?" ucapnya, dan ia pun langsung menghampiri Pria tersebut, yang tak lain adalah Gibran.


"Maaf Sayang, karena Mas datang terlambat," balas Gibran, seraya ia merangkul pundak istrinya lalu tak lupa juga ia memberikan kecupan lembut pada dahinya. Membuat Ramlie yang melihat itu terlihat muak.


"Cih! Sok memamerkan kemesraan lagi kalian?! huh! Bikin enek aja dah!" gerutu Ramlie sambil memutarian bola mata malasnya melihat adegan kemesraan antara Gibran dan Alisha.


"Heh! Siapa juga yang mau memamerkan kemesraan sama Lo! Yang ada gue rugi, tau! Karena seenaknya saja Lo menonton tanpa bayar! Padahal kalau di bioskop Lo nonton adegan kemesraan artis Lo bayarkan?" balas Gibran ngasal. Karena tampaknya ia lupa akan perselisihannya pada temannya itu.

__ADS_1


"Iiiss.. apaan sih Mas! Jangan ngawur deh! Sembarangan aja kalau ngomong!" teger Alisha, yang sepertinya ia tak suka dengan perkataan suaminya itu.


"Eh, maaf Sayang," balas Gibran, sambil mengelus puncak kepala istrinya, yang berada sebatas dadanya itu.


"Sudah selesaikah acara kemesraan kalian? Kalau begitu sekarang tunjukkan kejutan yang Lo bilang tadi?" sela Ramlie, yang sepertinya ia sudah tak sabaran ingin mengetahui kejutan, yang dimaksud oleh Gibran.


"Aah iya, sorry..sorry..gue lupa! Baiklah, tampaknya ada seseorang yang sudah tidak sabaran. Kalau begitu Wiliam, berikan kejutan tersebut pada pak Ramlie yang terhormat ini," balas Gibran, pada pria yang sejak tadi mengikuti dirunya.


"Baik Pak Presdir!" balas Wiliam, lalu ia pun menyerahkan tablet yang sejak tadi ia pegang ke Ramlie.


Ramlie pun mengerutkan dahinya tanda ia tak mengerti maksudnya Gibran, "Apa maksudnya dengan ini, Gibran?" tanyanya terlihat penasaran.


"Apa maksudnya? Ya dilihat dong! Pakai acara tanya lagi! Di buka saja, nanti kamu juga bakalan tahu kok," balas Gibran, terdengar datar.


Setelah mendengar perkataan Ramlie, pun langsung membuka tablet Android tersebut. Dan begitu tablet itu menyalah, tiba-tiba video langsung berputar di tablet tersebut. Dan tampak jelas raut wajah Ramlie seketika berubah pias saat melihat adegan di video yang sepertinya hasil dari rekaman cctv. Setelah melihat rekaman cctv tersebut, Ramlie, langsung menyerahkan tablet yang ia pegang, ke Wiliam dengan kasar! Setelah itu ia pun langsung bergegas pergi tanpa berkata apapun pada Alisha maupun Gibran.


"Eh! Main nyolonong Bae aja tuh orang! Dasar nggak punya sopan santun Yee!" protes Gibran, saat melihat Ramlie yang langsung pergi dan langsung masuk ke dalam sebuah lift.


"Eh, sebenarnya apa yang dia lihat Mas di tablet itu? Kok dia langsung pergi?" tanya Alisha dengan wajah yang terlihat begitu bingung, membuat Gibran yang melihatnya jadi gemas.


"Hehehe.. Mana Mas tahu! Mungkin di habis nonton film Suzanna kali! Makanya dia jadi seperti itu! Sudah akh ayo kita masuk saja Sayang! Nggak usah mikirin, Wiro sableng lagi dilema. Mendingan kita, indehoy aja oke!" balas Gibran, seraya ia mengedipkan sebelah matanya.


"Eh! Apaan sih Mas! Kamu genit deh!"

__ADS_1


...••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••...


Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 🙏🥰


__ADS_2