
*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*
Allah perintahkan kepada manusia untuk mencari pahala akhirat sebanyak-banyaknya. Tanpa melupakan bagian duniawi, pahala bisa diperoleh dengan berbagai macam perbuatan baik di dunia. Misalnya, taat ibadah kepada Allah, berbuat baik kepada sesama manusia, merawat segala sesuatu yang ada di bumi dan dilarang melakukan kerusakan.
Hidup ini ibarat sebuah ladang yang sangat lah luas, di dalamnya manusia menanamkan berbagai macam tanaman. Seperti padi, jagung, sayur-sayuran dan lain-lain, yang hasilnya nanti akan dipetik ketika waktu panennya telah tiba.
Begitupun dengan kehidupan manusia di dunia, dirinya dianjurkan untuk beribadah dan beramal semaksimal mungkin. Kemudian hasilnya akan didapatkan di akhirat kelak.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*
Tangis haru antara Alisha dan Marwan pun pecah. Apalagi keduanya memang sudah lama tak bertemu. Jadi tak heran kalau keduanya masih menangis sambil berpelukan. Bagi Gibran yang paham akan kerinduan istrinya, melihat hal itu membuat ia ikut terharu. Namun tidak bagi Santi, ia tampak sekali tidak senang saat melihat ayah dan anak yang saling melepaskan rindu itu. Sehingga rasanya ia ingin segera memisahkan pelukan keduanya. Tetapi karena tangannya masih ditahan oleh Gibran. Membuat ia tak bisa berbuat apa-apa.
"Hei Anak muda! Lepaskan tanganku cepat! Dan pergilah kalian dari sini cepat! Bawa tuh anak sial itu dari sini!! balas Santi sambil menghentakkan tangannya, agar bisa terlepas dari genggaman tangannya Gibran.
"Apa kamu bilang hah?! Kamu menyuruh kami pergi? Hei nenek sihir! Yang sepatutnya pergi dari sini itu, ya kamu tau! Emangnya lupa hah?! Kan kamu yang nupang disinikan?!" balas Gibran sambil menatap geram pada ibu tirinya Alisa itu.
__ADS_1
Mendengar perkataan Gibran Santi sempat terkejut. Karena ia tak menyangka pria yang di hadapannya itu, bisa tahu kalau dirinya bukanlah pemilik asli rumah yang sedang ia tempati saat ini.
"Eh! Sembarangan! Enak saja kamu bilang aku menumpang! He.. anak muda! Asal kamu tahu ya! Aku ini istri pria itu! Jadi yang namanya suami-istri itu tidak ada kata menumpang tau! Jadi rumah ini milik Saya! Dan kamu tidak berhak untuk mengusir saya! Kamu paham hah?!" ujar Santi tak tahu malu. Bahkan ia berani berkata menyolot pada Gibran.
"Kata siapa rumah ini milik kamu Nenek sihir? Kamu lupa ya? Walaupun kamu istrinya pak Marwan tapi tetap, kamu tidak punya hak atas rumah ini! Karena rumah ini tertulis atas nama Alisha! Jadi apakah kamu sudah ingat sekarang nenek sihir?" ungkap Gibran. Dan sekali lagi, Santi terkejut dengan kata-katanya Gibran, yang ternyata ia juga mengetahui hal tersebut.
"Eh! Dari mana dia tahu tentang ini? Padahal tidak ada yang tahu, terkecuali aku dan Mas Marwan! Bahkan Alisha sendiri juga tidak mengetahui hal ini," batin Santi, sambil ia menatap wajah Gibran dengan tatapan keheranannya.
Melihat kediamannya Santi, Gibran yang sepertinya paham atas keterkejutannya, membuat ia tersenyum tipis, "Heh..Kenapa Anda diam nenek sihir? Apakah kamu sedang merasa heran, kanapa aku bisa tahukan?" tanya Gibran, sambil menatap sinis pada ibu tirinya Alisha itu.
Disaat bersamaan seorang gadis yang umurnya, kira-kira diatasnya Alisha, tiba-tiba muncul dari dalam, ia terlihat sedang terkejut melihat wajah Gibran, "Eh, ada apa ini Mah? Siapa pria tampan ini?" tanya gadis itu, sambil menatap wajah Gibran dengan tatapan yang terlihat sedang terpesona melihat ketampanannya. Namun belum lagi Santi menjawab pertanyaannya. Gadis itu malah langsung merangkul lengannya Gibran.
Melihat Anaknya yang terlihat begitu genit pada Gibran, Santi langsung menarik tangannya Maya, "Eeeeh..! Apaan sih kamu! Jangan dekat-dekat sama Pria itu! Nanti kamu terkena sialnya juga! Karena dia itu suami anak pembawa sial itu!" ujar Santi dengan lantangnya. Membuat Maya langsung terkejut mendengar perkataan sang ibunya. dan seketika itu juga mata Maya langsung beralih pada Alisha yang terlihat masih duduk di lantai bersama ayahnya.
"Apa! Dia Suaminya Lisha? Bukankah suaminya sudah mati mah? Lagiankan suaminya itukan gendut dan jelek Mah! Kok bisa jadi tampan seperti ini? Mama bohongkan? Jadi biarkan pria tampan ini jadi Suaminya Maya ya Mah?" protes Maya, sambil ia kembali memeluk lengannya Gibran.
Alisha yang melihat Maya memeluk lengan suaminya yang begitu erat, sehingga buah dadanya menempel di lengan sang Suami. Membuat ia langsung melepaskan pelukannya dari sang Ayah. Lalu ia langsung mendorong tubuhnya Maya, dengan kuat hingga tubuh Maya langsung terhempas ke lantai. Lalu ia pun langsung mengambil alih lengan suaminya itu.
__ADS_1
"Tapi kenyataannya Dia memang suamiku! Jadi kamu jangan bermimpi untuk merebut Suamiku!" ujar Alisha dengan ketus. Membuat Gibran langsung tersenyum tipis. Karena sebenarnya ini yang ia tunggu dari tadi. Soalnya ia tadi sempat kecewa waktu pertama kali, Maya merangkulnya, Alisha tampak tidak meresponnya. Makanya ia membiarkan Maya kembali memeluk tangannya untuk melihat kembali reaksi istri kecilnya itu.
Melihat Maya terhempas ke lantai, Santi tampak tak terima, "He.! Kurang ajar kamu ya! Seenaknya saja kamu mendorong anakku! He Anak pembawa sial! Cepat kau minta maaf pada anakku! Atau Bapakmu yang hampir mati ini aku..." ancam Santi yang terlihat ia ingin menendang Marwan. Namun dengan sigap Gibran langsung mendorong tubuhnya Santi, sehingga tubuh Santi ikut terhempas ke lantai. Bahkan langsung menimpai putrinya sendiri.
"Hei Nenek sihir! Kau berani mengancam istriku hah?! Kau pikir aku tidak tahu kebusukan Lo selama ini hah?! Dan asal Lo tahu Aku sudah mengumpulkan semua bukti kejahatan Kau dan anakmu itu! Jadi, sudah tidak bisa di toleransi lagi kalian berdua! Jadi sekarang kau tinggal memilih! Pergi secepatanya dari sini atau, polisi yang akan menjemput kalian berdua! Sekarang tentukanlah pilihan kalian berdua, Cepat!!" bentak Gibran, yang tampaknya ia sudah sangat geram sekali melihat kedua wanita yang berada dihadapannya itu.
Bukannya merasa takut, Santi malah, tertawa seringai, "Hehe.. hei anak muda! Kamu pikir aku percaya dengan kata-katamu itu? Kau mau mengusir kami? Jangan mimpi kamu ya! Karena sekarang rumah ini adalah milikku tau kamu!" ujar Santi, yang terlihat ia sangat meremehkan perkataannya Gibran. Namun saat bersamaan.
"POLISI! Anda jangan bergerak!!"
...•••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••••••••...
Terus dukung author terus ya guys dan jangan lupa tinggalkan jejaknya juga oke.
OH iya, selagi menunggu Ramanda update, yuk mampir ke karyanya Author 💓Ria Aisyah💓 Karyanya keren banget loh guys. Makanya cus buruan, kepoin ya. Dan jangan lupa juga berikan dukungannya juga ya guys 🙏😉
__ADS_1
SYUKRON 🥰🙏