JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur

JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur
SEDANG MERINDU.


__ADS_3

ㅤ*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*


Wajib bagi setiap muslim mencari ridho Allah saja dalam setiap perkataan dan perbuatan yang ia lakukan, meskipun manusia membencinya. Hal ini dikarenakan hanya Allah satu-satunya Dzat yang mampu memberikan manfaat dan kebaikan, dan mencegah mudharat dan keburukan.



Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mencari keridhoan dari Allah (saja) meskipun manusia benci kepadanya, niscaya Allah akan ridho kepadanya dan Dia akan menjadikan manusia ridho kepadanya pula. Dan barangsiapa mencari keridhoan dari manusia dengan membuat Allah murka kepadanya, niscaya Allah akan murka kepadanya dan Dia akan menjadikan manusia murka kepadanya pula." [HR. Ibnu Hibban.]



__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*


"Icha?!" sentak Gibran. Ia tampak begitu terkejut tatkala melihat istrinya sudah berdiri di depan pintu apartemennya, dengan seorang scurity yang terlihat berdiri di sampingnya.


"Maaf pak Gibran! Saya datang hanya untuk mengantarkan Istri Anda saja! Kalau begitu saya permisi Pak!" ujar security tersebut, dalam bahasa Inggrisnya.


"Ooh iya Pak! Terima kasih!" balas Gibran dalam bahasa Inggrisnya juga. Setelah kepergian security penjaga apartemen tersebut. Gibran kembali menatap wajah istrinya yang terlihat masih diam saja.


"Kamu kok bisa ada disini? Dan dari mana kamu tahu kalau Mas ada disini, hm?" tanya Gibran. Bukannya menyuruh istrinya masuk ia malah melontarkan pertanyaan yang membuat Alisha terlihat sedih. Bahkan matanya sudah terlihat berkaca-kaca. Karena ia menyangka kalau suaminya itu seperti tak menyukai kehadirannya.


Karena tak ingin air matanya terjatuh di depan suaminya. Alisha memilih pergi sambil menarik kembali kabarnya, tanpa mengucapkan sepatah katapun. Membuat Gibran yang melihatnya langsung terkejut.


"Eh! Kok malah pergi? Icha tunggu!" teriaknya, karena memang saat itu langkah Alisha terlihat begitu cepat. Dan karena Alisha tak merespon panggilannya, Gibran pun langsung mengejarnya.

__ADS_1


"Icha! Tunggu!" teriaknya lagi, sambil berlari mengejar Alisha. Dan karena Alisha harus menunggu pintu lift terbuka, membuat Gibran dengan mudah menggapainya.


"Sayang kamu kok malah pergi sih? Ayo ikut Mas!" ujar Gibran sambil menarik tangan istrinya. Namun langsung ditepis oleh Alisha.


"Nggak mau! Icha mau pulang saja! Lagian Mas nggak sukakan Icha datang ke sini?! Jadi lebih baik Icha pulang saja!" balas Alisha, yang kini air matanya sudah tumpah dan membasahi pipinya.


"Kata siapa Mas nggak suka Sayang hm?" tanya Gibran, sambil menahan bahu istrinya. Karena tampaknya Alisha, masih berusaha ingin pergi. Tatkala ia melihat pintu liftnya sudah terbuka.


"Buktinya tadi Mas bukannya menyambut kedatangan Icha dan menyuruh Icha masuk. Eh ini Mas, nanya-nanya dengan wajah kayak nggak suka gitu Icha datang! Makanya Icha lebih baik pulang saja!" balas Alisha, sambil ia menepis air matnya dengan kesal. Karena air matanya seperti tak ada habis-habisnya mengalir.


"Sayang maafin Mas! Tadi itu Mas cuma terkejut, habisnya kamu nggak ngasih kabar mau datang, tau-tau udah sampai disini aja. Ya wajar dong kalau Mas kaget," jelas Gibran, Seraya ia bermaksud ingin meraih tangan Alisha kembali. Namun lagi-lagi Alisha menepis tangannya. Tanpa berkata apapun, yang terdengar hanya tangisnya yang akhirnya pecah juga.


"Huhuhu..hiks..hueheu hiks..hiks.."


Mendengar kata kangen Alisa berlangsung memeluk Gibran, sambil berkata, "Icha kangen juga tau! Makanya Icha datang kesini! Tapi Mas selalu jahat sama Icha..hiks..hiks.." katanya sambil memukul-mukul dada bidang suaminya itu.


"Maafin Mas Sayang, ya sudah kita masuk dulu ya? Kamu pasti capekkan habis melakukan perjalanan jauh?" Gibran pun langsung merangkul pundak istrinya dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya menarik tas kopernya Alisha. Lalu ia pun membimbing istrinya dan membawanya ke apartemennya.


Sesampainya di dalam, Gibran pun menyuruh istrinya untuk duduk di sofa yang berada di ruang tamunya, "Kamu duduk sini dulu ya? Mas ngambil air minum untuk kamu," katanya dan langsung di anggukan oleh Alisha. Dan Gibran pun langsung bergegas kedapur untuk mengambilkan air minum untuk istrinya. dan tak berapa lama kemudian ia pun kembali lagi.


"Minumlah Sayang, biar kamu sedikit tenang," katanya sambil menyodorkan gelas yang berisi air putih langsung ke mulutnya Alisha. Setelah isi di gelas tersebut kosong. Alisha tampak jauh lebih tenang membuat Gibran bernafas lega.


"Gimana Sayang? Sekarang kamu sudah tenangkan?" tanyanya berbasa-basi. Dan hanya dibalas Alisha dengan anggukan kepalanya saja.


"Alhamdulillah, ya sudah sekarang kamu istirahat dulu yuk," kata Gibran lagi, seraya ia menarik tangan istrinya. Dan Alisha pun mengikuti langkah Gibran yang tampaknya ia akan dibawa ke kamarnya. Dan benar saja, setelah Gibran membuka pintu yang berada di sana, terlihatlah oleh Alisha sebuah ranjang yang cukup besar dan rapih, dengan nuansa yang terlihat serba putih didalamnya.

__ADS_1


Gibran pun langsung membawanya ke tempat tidurnya, "Sekarang kamu istirahat ya Sayang," katanya lagi sambil ia mendudukkan Alisha disisi ranjangnya, setelah itu ia menyuruh istrinya untuk berbaring di sana.


"Sekarang tidurlah Sayang," kata Gibran i, sambil menyelimuti tubuh istrinya, "Ya sudah Mas tinggal dulu ya?" katanya seraya ia bermaksud hendak pergi. Namun Alisha langsung menahan tangannya.


"Jangan pergi lagi Mas,' kata Alisha terdengar lirih, dengan tatapan mata yang terlihat mulai berkaca-kaca lagi. Melihat hal itu, Gibran pun langsung paham, kalau saat ini istrinya sedang merindukan dirinya. Dan ia pun langsung membaringkan tubuhnya tepat di samping istrinya.


"Mas tidak akan pergi lagi kok Sayang," ucapnya sambil memberikan kecupan lembut pada dahinya Alisha.


"Janji ya? Mas tidak akan pernah meninggalkan Icha lagi?" tanya Alisha sambil menatap wajah suaminya.


"Iya Sayang, Mas janji, tidak akan pernah meninggalkan kamu lagi," balas Gibran. Dan langsung dipeluk oleh Alisha dengan erat. Bahkan ia juga mengecupi dada Gibran yang kebetulan kancing kemeja bagian atasnya sedang terbuka. Membuat tubuh Gibran langsung beraksi.


"Aah..Sayang? Jangan menggoda Mas! Nanti kamu tidak bisa beristirahat loh,"


...••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••...


Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 🙏🥰


Oh iya selagi menunggu Author update yuk mampir ke karyanya temannya Ramanda ya🙏🥰


Dan jangan lupa kasih dukungannya juga ya🥰



SYUKRON 🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2