JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur

JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur
PERMINTAAN SYARAH.


__ADS_3

*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*


PANDAILAH BERSYUKUR


Orang yang bersyukur adalah orang yang tahu berterima kasih. Bukan sekedar banyak atau sedikitnya rejeki yang kita peroleh, tapi renungkan sejenak: yang memberi kita rejeki itu adalah Sang Maha Agung, Allah Azza wa Jalla. Ini saja sudah pantas membuat kita bersyukur karena sedikit atau banyak kita masih diperhatikan dan diberi rejeki oleh Allah Azza wa Jalla. Alhamdulillah wa syukrulillah...


Orang yang pandai bersyukur akan jauh lebih produktif. Karena mereka tahu memanfaatkan kemampuan dan peluang yang dimiliki saat ini, sekecil apapun itu, sebagai bekal untuk terus maju.


Orang yang bersyukur itu lebih bahagia dan optimis. Sementara orang yang pesimis akan sibuk meratapi kegagalan dan nyinyir akan kesuksesan orang lain, orang yang pandai bersyukur emosinya akan lebih stabil, sigap mencari solusi.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*


Mendengar perkataan dari sang Dokter, seketika Gibran teringat pada Alisha. Karena seingatnya hanya dia yang telah melakukan tindakan yang tak dimengerti olehnya. Tapi entah mengapa ia jadi sedikit penasaran dengan apa yang dimaksud pertolongan pertama. Karena ia ingin mengetahui, apakah benar tindakan yang sudah di lakukan oleh Alisha.


"Maaf Dok, tapi Saya tidak mengerti apa yang Anda maksud dengan pertolongan pertama. Bisakah Dokter jelas seperti apa tindakan pertolongan pertama itu Dok?" tanya Gibran sedikit penasaran.


"Ooh, berati bukan Anda yang sudah melakukan pertolongan pertama pada pasien?" tanya sang Dokter balik.


"Benar Dok, memang bukan saya yang melakukannya. Untuk itu saya bertanya pada Anda, agar bila terjadi hal seperti ini saya bisa melakukannya Dok," ujar Gibran, memberikan alasannya, mengapa ia bertanya.


"Ooh Baklah kalau begitu. Untuk pasien yang memiliki riwayat penyakit jantung, apa bila ia tidak sadarkan diri, maka pertolongan pertama yang bisa Anda berikan:


Segera hubungi ambulans atau mintalah orang lain untuk menghubungi ambulans dan rumah sakit terdekat. Dan biasa pasien yang mengetahui ia memiliki sakit jantung dia akan selalu membawa obatnya dan berikan obat tersebut. Nah sambil menunggu bantuan datang, baringkan pasien di tempat yang datar dan lakukan RJP (resusitasi jantung paru).

__ADS_1


Bagi yang belum mendapatkan pelatihan RJP, lakukan tindak kompresi dada saja. Ini dilakukan dengan cara meletakan satu telapak tangan pada bagian tengah dada korban, lalu letakkan tangan satunya di atas tangan yang pertama.


Setelah itu, eratkan jari-jari kedua tangan dan lakukan penekanan pada dada hingga 5–6 cm ke bawah, lalu lepaskan. Lakukan tindak kompresi dada sebanyak 100-120 kali tiap menit hingga pertolongan datang atau pasien meresponsnya," jelas Sang Dokter panjang lebar. Membuat Gibran akhirnya mengakui, Kalau ternyata yang dilakukan Alisha benar adanya.


"Ooh begitu ya Dok? Berarti kita harus tetap tenang ya Dok, kalau menghadapi pasien tersebut, ya?" tanya Gibran lagi.


"Benar Pak! Tapi ngomong-ngomong siapa yang memberikan pertolongan pertama pada Pasien pak?" tanya Sang Dokter balik.


"Hmm..itu hmm..seorang teman pasien Dok!" balas Gibran tampak ragu menjawabnya.


"Ooh.. tindakan sudah benar. Kalau tidak ada orang tersebut, mungkin Nenek Anda tidak akan terselamatkan Pak!"


DEGH!! Jantung Gibran tiba-tiba berdesir, tatkala mendengar kata tak terselamatkan. Dan tiba-tiba saja timbullah perasaan takut yang menyeruak dihatinya, yaitu rasa takut kehilangan.


"Ya Sekarang Beliau sudah melewati masa kritisnya. Dan sekarang beliau sedang Istirahat saja Pak," balas sang Dokter.


"Syukurlah! Kalau begitu apakah saya sudah bisa menjenguknya Dok?"


"Sudah bisa Pak! Silahkan jika Anda ingin menjenguknya. Kalau begitu saya permisi ya Pak," pamit sang Dokter.


"Terima kasih Dok, silahkan!"


Setelah mendapatkan jawaban dari Gibran, sang Dokter pun berlalu pergi. Sedangkan Gibran langsung bergegas menuju ke ruang rawatnya Syarah. Sesampainya Gibran di sana ternyata ia melihat Neneknya sudah sadarkan diri. Namun ketika sang Nenek melihat dirinya, ia langsung mengalihkan pandangannya. Bahkan ia juga membelakangi Gibran.


"Nek? Kok malah buang muka sih Nek? Apa Nenek sudah tak mau melihat wajah Yuda lagi?" tanya Gibran, yang wajahnya terlihat sedih tatkala melihat Neneknya seperti tak ingin melihat dirinya lagi.

__ADS_1


"Benar! Nenek sudah tak ingin melihat wajah kamu lagi! Seharusnya kamu biarkan saja Nenek meninggal? Karena Nenek sudah tak ingin hidup lagi! Buat apa Nenek hidup berlama-lama coba? Kalau hanya melihat keegoisan kamu saja! Mungkin kalau saja kamu punya istri dan anak, nenek masih ingin hidup lama lagi! Tapi ini, nenek sudah memohon pun tidak ada gunanya! Jadi Nenek lebih baik menyusul Kakek kamu saja!" ujar Syarah, dengan nada suaranya yang masih terdengar lemah.


"Nenek.. jangan berkata seperti itu!" balas Gibran terdengar manja. Sambil ia naik ke atas tempat tidur, tempat Syarah dirawat. Lalu ia memeluk tubuh Neneknya yang masih membelakangi dirinya.


"Maafn Yuda, Nek! Yuda janji tidak akan melakukan hal seperti tadi lagi. Dan Yuda juga Janji akan menuruti keinginan Nenek. Tapi Nenek jangan tinggalkan Yuda ya? Yuda tidak akan sanggup kalau harus kehilangan Nenek!'' kata Gibran lagi, bak seorang anak kecil, sedang merengek-rengek pada ibunya. Bahkan ia mempererat pelukannya pada tubuh sang Nenek, sambil membenamkan wajahnya di punggung sang Nenek.


Walaupun tak terdengar suara Isak, Syarah tahu kalau saat ini Cucunya sedang menangis. Karena ia dapat merasakan sesuatu yang hangat di punggungnya. Sebenarnya ia tak tega berkata seperti itu. Namun karena ia ingin memberikan pembelajaran padanya. Ia pun berusaha menahan dirinya untuk tidak menunjukkan rasa Ibanya pada sang cucu.


"Nenek sudah tidak percaya lagi dengan perkataan kamu, Yuda! Bukankah tadi kamu juga berkata seperti itukan? tapi apa kenyataannya hm? Kamu hanya memberikan Nenek janji palsu sajakan? Jadi, Sekarang Nenek suda tidak percaya sama kamu lagi! Dan nenek juga sudah capek, melakukan banyak hal untuk kamukan? Dan mulai hari ini kamu Nenek bebaskan. Jadi sekarang biarkan Nenek menyusul Kakek kamu ya Nak?" tutur Syarah lagi, membuat Gibran semakin mempererat pelukannya.


"Tidak Nek! Tidak! Yuda mohon Jangan tinggalkan Yuda Nek, hiks..hiks.. please percaya sama Yuda untuk kali ini aja Nek! Yuda janji, akan melakukan apapun keinginan Nenek hiks.. tapi jangan tinggalkan Yuda Nek," rengek Gibran, yang kali ini Syarah dapat mendengar Isakan tangisannya Gibran.


"Baiklah kalau begitu buktikanlah pada Nenek sekarang!" balas Syarah seraya ia membalikkan tubuhnya menghadap ke Gibran.


"Baiklah Yuda akan buktikan sekarang juga, apa yang Nenek inginkan dari Yuda Nek?" balas Gibran, yang terlihat ia mulai bersemangat saat melihat wajah Neneknya kembali.


"Nikahin Alisha sekarang juga! Apa kamu bersedia Nak?" tanya Syarah membuat mata Gibran langsung membulat, menandakan ia amat terkejut mendengarnya. Melihat Gibran hanya Diam Syarah pun bermaksud membalikkan tubuhnya lagi, seraya berkata..


"Kenapa kamu tidak sanggupkan?"


...•••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••...


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 😉🙏


Serta jangan lupa berikan 👉" ⭐⭐⭐⭐⭐ " serta ulasan Oke 😉 Dan tak lupa juga Vote serta Hadiahnya ya 🤭 biar memicu Author update kembali oke guys 😉 Syukron

__ADS_1


__ADS_2