
*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*
Tiada yang abadi di dunia ini. Apa yang ada, semua hanyalah pinjaman dengan ijin dan kasih sayang Allah. Jangan angkuh dan memandang tinggi kelangit jika langkah kaki kita tetap berpijak di bumi.
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman:18)
Saat kita bangga dengan sanjungan dan pujian kanan dan kiri, jangan kita lupa ada tangan yang dahulunya membantu. Jangan pula lupa bahwa tak ada daya kita tanpa pertolongan Nya
Saat ini hingga saat sebelum nyawa diambil, semoga amalan yang tidak seberapa, tidak akan terhenti dan akan terus bertambah waktu demi waktu.. sampai diri dipanggil pulang...Aamiin
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*
Keesokan harinya
Disebuah Mansion nan megah.Tampak seorang wanita tua sedang, menyirami tanaman yang tumbuh ditaman Mansion tersebut. Ia tampak terlihat begitu senang saat melihat bunga-bunganya, tumbuh begitu Indah. Dan disaat ia sedang menikmati keindahan tamannya. Tiba-tiba seorang Pria muda, datang menghampirinya.
"Selamat Pagi Bu Presdir Syarah," sapa Pria tersebut. Seraya ia membungkukkan tubuhnya sedikit.
"Pagi! Gimana Reno? Apakah kamu sudah berhasil mencari latar belakang gadis kecil itu, hm?" tanya Wanita yang dipanggil Syarah tersebut.
"Sudah Bu Presdir! Gadis itu bernama Alisha Fakhira, berusia enam belas tahun Bu, anak dari pasangan Marwan dan Rantini. Tapi ibunya sudah meninggal lima tahun yang lalu Bu, dan Bapak telah menikah lagi dengan Santi, Adek angkat Istrinya," jelas Pria yang bernama Reno.
__ADS_1
Syarah mengerenyitkan dahinya, tatkala mendengar usianya Alisha, "Tunggu dulu Reno! Kamu tadi bilang berapa umurnya?" tanyanya, yang sepertinya ia tak percaya akan pendengarannya.
"Enam belas tahun Bu!" balas Reno mengulangi perkataannya.
"Hah? Masih dibawah umur toh? Ah, hampir saja aku terkecoh dengan tubuh dan gayanya yang dewasa itu" kata Syarah. Seraya menggelengkan kepalanya.
" Benar Bu! Tapi walaupun dia masih dibawah umur, dia sudah menyandang status janda Bu!" sambung Reno, membuat Syarah, yang mendengarnya amat terkejut.
"Apa! Jandaa..? Kamu tidak salah, Reno?" tanya Syarah yang sepertinya ia tak percaya dengan perkataan Reno.
"Tidak Bu, itu benar! Dari informasi yang saya dapatkan, orang tuanya terlilit hutang pada seorang rentenir Bu. Makanya Nona Alisha dipaksa menikah oleh ibu tirinya, sebagai pelunas hutang pada rentenir itu. Tapi na'as baru sehari ia menikah, dimalam pertamanya rentenir itu meninggal karena overdosis obat kuat, Bu," jelas Reno lagi. Mendengar penjelasan dari Reno Syarah merasa kasian pada Alisha.
"Gadis yang malang! Apa itu artinya Ibu tirinya orang yang kejam?" tanya Syarah, yang terlihat ia semakin penasaran pada kehidupan Alisha.
"Benar sekali Bu! Bahkan disaat ia pulang karena diusir oleh para istri rentenir itu. Ibunya jaga malah ikut mengusirnya ketika ia bermaksud pulang. Makanya ia pergi ke kota dan saat ini dia sudah diangkat menjadi anaknya Mbok Suminah pemilik warung gado-gado, yang didepan perusahaan, Ibu" jelas Reno lagi. Membuat Syarah menjadi geram, pada Ibu tirinya Alisha.
"Benar Bu! Bahkan Mbok Suminah, membiayai Nona Alisha yang saat ini sedang belajar dipondok pesantren kecil milik Ustadzah Saudah Bu," kata Reno, membuat rasa kagum Syarah pun timbul terhadap Mbok Suminah.
"Maa shaa Allah, masih ada dijaman sekarang ya? Orang sebaik Mbok Suminah? Kalau begitu coba kamu tolong mereka Carikan tempat yang strategis untuk warung Gado-gadonya. Soal biaya biar saya yang tanggung," ujar Syarah. Tampak ia bertekad ingin membantu Mbok Suminah.
"Eh, apa Anda yakin Bu?" tanya Reno, terlihat ragu.
"Iya Saya yakin! Kamukan tahu sendiri, cucuku itu, orangnya keras kepala sekali. Jadi mau melawan seperti apapun, akan menjadi sia-sia saja! Jadi kamu bantulah mereka, ya? Dan berapapun biayanya, katakan saja pada saya. Kamu mengertikan Reno?" balas Syarah. Begitu yakin.
__ADS_1
"Baik Bu Presdir! Saya mengerti!"
"Bagus! Oh iya gimana menurut kamu, cocok tidak? Kalau gadis kecil itu menjadi istri cucuku?" tanya Syarah, membuat Reno sedikit terkejut dengan pertanyaan Bos besarnya itu.
"Ya menurut saya sih, cocok-cocok saja Bu. Cuma Nona itukan masih dibawah umur Bu. Emang sih kalau tidak salah, tiga bulan lagi, Nona itu, akan memasuki umur ke tujuh belas tahun, Bu. Tapi tetap saja, itu masih sangatlah muda, untuk menikah," balas Reno, memberikan pendapatnya.
"Iyakah? Sebentar lagi dia memasuki tujuh belas tahun?" tanya Syarah, dengan mata yang terlihat berbinar.
"Benar Bu!" balas Reno singkat.
"Baguslah! Kalau begitu, kita harus secepatnya menemui Mbok Suminah itu!" kata Syarah terlihat bersemangat.
" Tapi Bu, bukankah situasinya lagi tegang saat ini? Jadi apakah mereka akan menerima kedatangan kita Bu?" tanya Reno, mengingatkan Syarah, pada situasi yang terjadi diwarungnya Suminah.
"Aah, iya juga ya? Dalam keadaan begini mana mungkin, Mbok Suminah menerima, rencanaku, yang ingin melamar anak Angkatnya. Hmm...ya sudah begini saja, kamu carikan saja dulu tempat tinggal mereka yang baru. Nanti kalau amarah mereka sudah mulai mereda barulah kita kesana, kamu pahamkan maksudku Reno?" tanya Syarah, seraya menatap wajah Reno.
"Paham Bu Presdir!" balas Reno singkat.
"Bagus! Ya sudah kalau cepat kamu kerjakan sekarang juga! Dan saya tidak mau tahu dalam waktu tiga hari, kamu harus sudah menemukan tempat tinggal baru untuk mereka! Kamu paham!" ujar Syarah terdengar tegas.
"Paham Bu! Kalau begitu saya permisi!!"
...•••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 😉🙏
Serta jangan lupa berikan 👉" ⭐⭐⭐⭐⭐ " serta ulasan Oke 😉 Dan tak lupa juga Vote serta Hadiahnya ya 🤭 biar memicu Author update kembali oke guys 😉 Syukron 🥰.