JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur

JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur
KUE KLEPON.


__ADS_3

*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*


Nyatanya sesuatu yang tidak dijaga cenderung terlepas dari genggaman. Layaknya balon gas ketika genggaman kita lepas maka ia akan terbang jauh. Begitu juga hidayah dari Allah. Jangan di lepas saat Hidayah datang. Karena hidayah datangnya dari Allah kita tak pernah tahu akankah kita bisa mendapatkan hidayah itu lagi atau tidak.


Sesuatu yang membuatmu lebih dekat dengan-Nya merupakan bagian dari hidayah-Nya. Ketika kamu justru lebih memilih untuk meninggalkan masa-masa jahiliyahmu dan memulainya jalan cinta-Nya sejatinya hidayah itu dekat denganmu. Tanpa kita ketahui terkadang Allah beri kita hidayah tetapi kita justru acuh. So pasti ia akan pergi. Jemput dan sambutlah dengan baik. Semoga bisa mempererat hubungan baikmu dengan-Nya.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*


Semenjak hari itu sikap Gibran pada Alisha, telah jauh berubah. Kini tutur katanya pun lebih lembut dari biasanya. Dan kini ia juga begitu perhatian pada istri kecilnya itu. Apalagi saat kakinya juga jauh lebih baik, setelah mendapatkan perawatan dari Alisha. Hal itu juga yang membuat Gibran semakin senang berdekatan dengan Alisha.


Bahkan, bila istri tak kelihatan dalam beberapa menit saja, ia sudah langsung mencarinya.


Seperti saat ini tatkala Gibran terbangun dari tidur siangnya. Ternyata Alisha tak lagi ada dikamarnya. Membuat ia benar-benar merasa hampa, dan ia langsung bergegas mencari istri kecilnya itu,


"Aah dimana Alisha? Katanya dia tidak akan meninggalkanku? Kenapa dia malah pergi?" gumam Gibran. Seraya ia bangkit dari tempat tidurnya. Lalu ia pun langsung pergi meninggalkan kamarnya tersebut. Dan langsung menuju ke dapur, karena ia tahu kalau istrinya pasti berada disana.


Dan benar saja, dengan perkiraannya ternyata istrinya, memang sedang berkutik didapur, sepertinya ia sedang membikin seuatu cemilan. Melihat hal itu, Gibran langsung menghampirinya. Bahkan ia langsung memeluk tubuh Alisha dari belakang membuat Alisha benar-benar terkejut dibuatnya.


"Eh! Astaghfirullah...Emas! Bikin kaget aja sih?!" sentak Alisha, seraya ia melirik wajah suaminya yang sudah menengkreng di bahunya Alisha.


"Habis kamu bohongi aku sih! Katanya tadi kamu bilang tidak akan meninggalkanku! Tapi ternyata saat aku terbangun kamu tidak ada! Jadikan Akunya kesal!" protes Gibran terdengar manja.

__ADS_1


"Iikh..! Siapa yang bohong sih? Mas Lishakan masih berada di rumah ini. Nggak pergi kemana-manakan? Cuma didapur doang, karena Lisha kepingin bikin kue aja kok! Lagian kenapa Mas jadi manja begini sih?" bales Alisha, terlihat heran dengan tingkah laku suaminya yang telah berubah delapan puluh derajat itu.


"Kenapa emangnya, kalau manja sama istri sendiri? Apakah ada larangannya?" tanya Gibran, masih di posisinya semula. Mendengar pertanyaan suaminya, Alisha tampak bingung untuk memberikan jawabannya.


"Yaa.. nggak ada sih! Cuma Aneh aja, biasanyakan Mas itukan..." balas Alisha, lalu ia menggantung jawabannya karena ia takut, akan menyinggung perasaan suaminya.


"Mas itu apa? galak dan sombong gitu maksudnya kamukan?" balas Gibran menyambung jawabannya Alisha. Membuat Alisha yang mendengarnya langsung tersentak.


"Eh! Bukan Lisha ya yang ngomong!" kata Alisha, yang terlihat ia takut dipersalahkan.


"Iya iya Mas sendiri yang ngomong! Terus kenapa? Atau jangan-jangan kamu memang mau berkata seperti itukan?" balas Gibran, yang terlihat ia mulai merasa gemas melihat wajah Syafiqah, yang terlihat sedikit kebingungan.


"Eh! Nggak kok! Tadi Lisha cuma mau ngomong.." balas Alisha dengan wajah kebingungannya. Dan ia seperti sedang mencari-cari alasan yang tepat untuk memberikan jawaban untuk suaminya. Dan tanpa sengaja matanya melihat kepiring yang didalamnya terdapat kue, yang tadi ia masak. Lalu seperti memiliki ide ia pun langsung mengambil salah satu kue yang berada dipiring tersebut.


"Aakh.. iya tadi Lisha cuma ngomong, apakah Mas Yuda, suka kue cemplon? Coba deh rasanya enak loh Mas" lanjut Alisha, mengalihkan pembicaraannya. Sembari ia menyuapkan kue yang ia maksud ke mulutnya Gibran, yang kebetulan sedang terbuka. Karena sebenarnya ia bermaksud ingi membalas perkataan Alisha. Namun ia kalah cepat dengan suapan Alisha. Dan akhirnya mau tak mau ia menyambut kue tersebut, dan bahkan langsung dikunyahnya.


"Benarkah enak Mas?" tanya Alisha berpura-pura penasaran. Dan disaat itu juga ia memiliki kesempatan untuk terlepas dari pelukan Gibran. Agar Gibran kembali lengah, Alisha kembali menyuapkan kue tersebut ke mulutnya Gibran.


"Benar lisha! Emm Ini benar-benar enak Lisha!" kata Gibran sambil ia memejamkan matanya, untuk merasakan kenikmatan dari kue tersebut.


"Humm.. baru kali ini aku memakan kue seperti ini! Kue apa tadi ini Lisha?" tanyanya lagi, seraya ia memperhatikan Alisha yang sedang mengangkat kuenya yang baru mateng, lalu ia taruh kedalam baskom yang didalamnya sudah ada kelapa yang sudah diparut dan dikukus.


"Sebenarnya kue ini namanya, kue Malaka. Hanya saja, kebanyakan orang yang mengenalnya, dengan sebutan kue klepon, Mas," jelas Alisha, seraya ia memindahkan kue klepon yang sudah ditaburi kelapa tersebut kedalam piring cepernya.

__ADS_1



"Alhamdulillah, akhirnya selesai juga! Sekarang Mas bawa kue ini keruang keluarga ya? Lisha mau bikin teh dulu sebagai temannya," kata Alisha, seraya ia menyerahkan piring berisi kue klepon tersebut pada Gibran.


"Baiklah, tapi jangan lama-lama ya?" balas Gibran, seraya menyambut piring tersebut.


"Hu'um! Nggak lama kok," balas Alisha dengan lembut. Setelah mendapatkan jawaban dari istrinya, Gibran pun beranjak dari sana, tinggallah Alisha seorang diri.


"Haah! Akhirnya pergi juga! Hum.. tapi mengapa Mas Yuda jadi berubah gitu sih? Bahkan ia juga sekarang semakin berani memeluk aku sembarangan! Nggak tahu apa kalau jantungku jadi dag-dig-dug seerr! Kalau dia bersikap seperti itu!" gumam Alisha seraya ia membikinkan minuman untuk mereka. Dan baru saja ia menuangkan air panas kedalam gelas tiba-tiba.


"Kok lama banget sih kamu Lis?" tanya Gibran terlihat tidak sabaran. Namun pertanyaannya dibarengi dengan suara jeritan Alisha.


"Kyaaak!!"


PRAAANG!!!


Salah satu gelas yang telah terisikan Air panas tersebut jatuh kebawah. Ternyata pertanyaan Gibran yang secara tiba-tiba itu membuat Alisha kaget. Sehingga gelas yang sedang ia pegang langsung jatuh dan pecah. Dan otomatis air panas tersebut mengenai tubuh Alisha.


"Lisha!!" teriak Gibran dan ia pun langsung berlari menghampiri istrinya, yang terlihat sedang kepanasan.


"Aaaakh..!! Panaaas!!" pekik Alisha. Sambil ia menarik bajunya yang dibagian perutnya, agar tidak menempel di perutnya lagi. Sementara Gibran, yang kini sudah di dekat Alisha. Tanpa ragu-ragu langsung membuka resleting baju gamis Alisha dari belakang.


"Kamu harus membuka baju kamu Lisha! Kalau tidak perut kamu akan melepuh!"

__ADS_1


...•••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••...


Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 Syukron 🙏🥰


__ADS_2