
*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*
Pasti ada jalan bagi mereka yang mempunyai kemauan...Akan ada harapan bagi mereka yang tetap bertahan....Akan ada cara bagi mereka yang ingin berusaha...Karena setiap manusia mempunyai hak untuk sukses, hak untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Gagal adalah kata biasa bagi mereka yang mempunyai komitmen yang kuat untuk meraih kesuksesan itu. Gagal berkali-kali bukan berarti kita mempunyai nasib buruk, tetapi kegagalan mengajarkan kita untuk menghargai proses dan mengingatkan kita, bahwa kita hidup di dunia nyata bukan di dunia khayalan yang apapun keinginan kita bisa tercapai dengan mudah.
Nasib baik berpihak pada mereka yang mempunyai komitmen yang kuat dan selalu percaya bahwa tidak ada yang mustahil jika Allah yang mengizinkan.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*
Pagi itu setelah sarapan, Gibran mengajak istrinya berjalan-jalan disekitar Villa. Namun baru beberapa langkah saja mereka berjalan dari gerbang Villa. Tiba-tiba Gibran mendengar suara helikopter dari kejauhan. Dan seketika Gibran langsung menghentikan langkahnya, begitu juga dengan Alisha, yang ikut berhenti karena suaminya duluan berhenti.
"Ada apa Mas? Kok berhenti?" tanya Alisha, yang sepertinya ia belum mendengar suara helikopter tersebut.
"Sssth.. coba deh kamu diam," balas Gibran sambil meletakkan jari telunjuknya ke kebibirnya. Dan Alisha pun mengikuti keinginan suaminya, ia pun diam sambil menatap wajah suaminya yang saat ini juga sedang menatap dirinya.
"Kamu dengar suara helikopter tidak?" tanya Gibran lagi, pada Alisha. Dan langsung dianggukan oleh Alisha.
"Iya Mas, Lisha dengar kayaknya dari sana deh!" balas Alisha, sambil tangannya menunjuk kearah sumber bunyi dari helikopter tersebut. Dan benar saja, tak berapa lama Alisha menunjuk, tiba-tiba dari kejauhan muncullah helikopter, yang amat dikenali oleh Gibran.
__ADS_1
"Aah.. benar Sayang! Akhirnya, mereka ingat kita juga! Ayo sayang.. kita balik saja ke villa, sebelum mereka pergi lagi," ujar Gibran seraya ia menarik tangan istrinya untuk kembali ke vila mereka. Dan akhirnya Alisha hanya mengikuti apa yang jadi keinginan suaminya. Dan mereka pun kembali ke Villa.
Sesampainya mereka di Villa, Gibran pun meminta istrinya untuk segera berkemas. Sedangkan ia menunggu disebuah lapangan yang lumayan luas, tempat biasa helikopter milik mereka mendarat, tepatnya didepan villa mereka. Dan tak berapa lama ia menunggu, tampak helikopter mendekati lapangan tersebut. Dan dengan perlahan helikopter tersebut mulai turun dan akhirnya mendarat yang tak berapa jauh dari tempat Gibran berdiri.
Setelah baling-baling helikopter tersebut, berputarnya mulai melambat. Gibran pun langsung menghampirinya. Dan tak berapa lama juga turunlah seorang pria yang lumayan tampan dengan memakai jas hitam serta berkacamata hitam juga. Gibran pun langsung menghentikan langkahnya setelah melihat wajah pria tersebut.
"Aah.. Lo Ray? Kenapa bukan Reno yang datang?" tanya Gibran, terdengar datar.
"Maaf Pak! Pak Reno sedang melakukan perjalanan bisnis Bu Presdir Syarah, Pak!" balas Pria tersebut, yang ternyata ia adalah Ray, Asistennya Gibran.
"Cih! Alasan! Bilang saja kalau mereka kabur!" cetus Gibran, yang tampaknya ia masih kesal sama Neneknya dan juga Asisten sang Nenek, yang telah membiarkan dirinya dan juga istrinya berada di pulau itu, selama hampir tiga Mingguan. Makanya ia tadi sempat ingin memberikan pelajaran pada Reno asisten neneknya tersebut. Namun faktanya bukan Reno yang menjemput mereka.
"Tidak Pak! Mereka benar-benar sedang melakukan perjalanan bisnis, ke Singapura. Karena pengajuan kerja sama yang Anda kirim dulu, telah disetujui. Makanya Bu Presdir pergi kesana untuk mewakili Bapak," balas Ray, yang tampaknya ia berkata apa adanya.
Sementara Gibran yang kini sudah berada di dalam villanya. Langsung menuju ke kamarnya, karena ia tahu, kalau istrinya pasti berada di kamar mereka. Karena ia tadi sempat menyuruhnya untuk berkemas. Namun saat ia sudah berada di dalam kamarnya, ia malah tak melihat Alisha, yang terlihat disana hanya ada dua tas koper yang tampaknya telah siap untuk dibawa.
"Eh, kemana Lisha kok, nggak ada?" gumam Gibran, setelah ia melihat kedua tas koper, yang sudah diletakan di dekat pintu kamar mereka.
"Apa dia mandi ya? Coba ah aku lihat saja," gumamnya lagi. Seraya ia melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi. Sesampainya di pintu kamar mandi, Gibran pun langsung membukanya.
Dan benar saja, ternyata Alisha, sedang berendam di bathtubnya, sambil memejamkan matanya. Tampaknya ia sedang menikmati sensasi air hangat yang telah ia berikan sabun cair yang beraromaterapi. Membuat ia terhanyut akan segarannya. Sehingga ia tak menyadari kedatangan suaminya.
__ADS_1
"Waah.. kayaknya enak tuh, kalau berendam bersama," gumam Gibran, dengan mata yang menanar melihat tubuh istrinya yang sebagian tertutup oleh busah dan menampakkan kemulusannya yang di bagian dada ke atas saja. Namun sudah membangkitkan gairahnya.
Dan tanpa ingin menunda-nundanya lagi, Gibran pun segera membuka bajunya. Bahkan tanpa memberi aba-aba ia langsung masuk kedalam bathtub tersebut. Membuat Alisha terkejut bukan main, sehingga tanpa sadar ia pun langsug terpekik. Karena Gibran terlihat memaksakan diri untuk duduk di belakang tubuhnya.
"Kyaaak!! Aah..Mas Yuda! Kenapa kamu disini sih!" sentak Alisha, seraya ia bermaksud memajukan tubuhnya, agar tidak menempel dengan tubuh suaminya.
"Kenapa hm? Emangnya nggak boleh ya? Seorang Suami mandi bersama dengan istrinya ya? Bukankah mandi bersama juga bagian dari sunahkan?" balas Gibran, membuat Alisha, kehabisan kata-katanya. karena ia tahu, yang dikatakan suaminya itu tidaklah salah.
"Eh.. tapikan kita sudah ditunggu sam..aah..Mas.." kata Alisha, bermaksud ingin mengingatkan Gibran kalau mereka sedang ditunggu. Namun belum lagi Alisha menyelesaikan kata-katanya, ia sudah merasakan sentuhan Gibran, di bukit kembarnya yang sedang ditutupi oleh busah.
"Sssth.. jangan hiraukan mereka, karena ada yang lebih penting lagi yang harus kita selesaikan," bisik Gibran, membuat Alisha semakin bergidik. Ditambah lagi bibir Gibran sudah mulai menelusuri bagian tengkuknya Alsha, membuat lenguhan Alisha semakin terdengar jelas.
"Ukhm..Aah.. tapi ini..ukhmm..Mas, hentikan... ah..ah.." protes Alisha. Namun tubuhnya malah mengkhianatinya. Sehingga akhirnya ia pun ikut terhanyut dalam sentuhan yang diciptakan oleh Suaminya. Dan akhirnya pertempuran di bathtub pun tak bisa terhindarkan lagi.
...•••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••...
Terus dukung author terus ya guys dan jangan lupa tinggalkan jejaknya juga oke.
OH iya, selagi menunggu Ramanda update, yuk mampir ke karyanya Author ♥️Hilmiath♥️ Karyanya sangat di rekomendasikan banget loh. Makanya cus buruan, kepoin ya. Dan jangan lupa juga berikan dukungannya juga ya guys 🙏😉
__ADS_1
Syukron 🙏🥰.