
*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*
BERSABAR UNTUK KEBERHASILAN MULIA
Allah Subhanahu Wa Ta'ala ada kalanya memberikan suatu ujian kepada kita dengan merasakan beratnya suatu beban dipundak kita!
Tapi Allah juga mengetahui dan memberi kekuatan bahwa betapa kita masih mampu untuk menghadapinya, dan Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan seorang hambanya. (Jika bersabar sungguh pahala yang besar)
Ada saat nya jika kita merasakan lelahnya perjuangan kebaikan dijalan Allah !
•Maka ingatlah ! Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjanjikan bahwa dengan lelahnya perjuangan itu kita akan mendapat derajad yg tinggi dan keberhasilan suatu keberkahan kelak di Akhirat.
Kesabaran mungkin tidak dapat merubah ujian, tetapi dengan kesabaran In Syaa Allah kita semua akan mampu melewati ujian untuk sampai pada tujuan mulia keberhasilan menuju jannah-Nya Allah diakhirat nanti.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*
Gibran terlihat berada didalam Mobilnya. Dan matanya masih terlihat menatap punggung Alisha, yang semakin lama semakin menjauh. Hingga akhirnya hilang dari pandangannya karena ia telah masuk ke dalam rumah sakit. Dan ia juga terlihat masih menggerutu di dalam mobilnya. Karena ia juga merasa ada keanehan pada dirinya.
"Huh! Kenapa ya? Setiap janda itu berceramah Aku juga nggak bisa membantahnya ya? Bahkan aku seperti terhipnotis olehnya! Sebenarnya Ada apa dengan diriku ya?" gumam Gibran, setelah Alisha tak terlihat lagi, "Hah! Sudahlah sebaiknya aku cepat menyusulnya, sebelum Dia sampai ke ruangan Nenek!" lanjut Gibran, seraya ia membuka pintu mobilnya.
__ADS_1
Setelah ia turun dari mobilnya, Gibran pun langsung berjalan cepat, menyusul Alisha. Bahkan ia selingi dengan berlari-lari kecil. Agar secepatnya ia bisa berjalan sejajar, sebelum sampai ke ruangan sang Neneknya. Dan tak berapa lama terlihatlah olehnya, Alisha yang terlihat hendak membuka pintu kamarnya Syarah. Melihat hal itu, Gibran langsung berlari agak kencang.
"Tunggu Jamur!" teriak Gibran, yang terlihat ia semakin mendekat pada Alisha, yang terlihat wajahnya terlihat tidak suka saat, Gibran memanggilnya Jamur.
"Namanya saya Alisha Tuan! Bukan Jamur!" protes Alisha ketus, dengan tatapan datarnya.
"Eh! Kenapa sama Saya kamu protes dipanggil Jamur? Bukankah pelanggan gado-gado kamu juga pada manggil itu ya?" balas Gibran dengan wajah terlihat heran.
"Itu bukan urusan Anda! Yang pasti saya tidak suka kalau Tuan memanggil saya seperti itu!" pungkas Alisha, yang kemudian ia langsung membuka pintu ruang rawatnya Syarah. Lalu ia pun langsung bergegas masuk. Meninggalkan Gibran yang masih didepan pintu ruangan tersebut.
"Dasar janda Aneh! Giliran orang-orang memanggil dia seperti itu, dia malah tersenyum! Giliran gue aja langsung jutek tuh muka! gumam Gibran, yang terlihat ia masih berada di posisinya yang tadi. "Aah.. tau akh! Bodo amat sama Dia! Emang gua pikirin! Lebih baik gue segera nemuin Nenek deh! Dari pada dia berbicara macam-macam pada Nenek! Bisa gawat gue!' gumamnya lagi, lalu ia pun bergegas masuk.
...*****...
"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatu. Oh Alisha akhirnya kamu datang juga Nak?" balas Syarah, yang terlihat ia begitu senang melihat kedatangannya Alisha.
"Iya Nek, Lisha datang. Gimana keadaan Nenek sekarang? Apakah sudah baikan?" tanya Alisha begitu lembut. Seraya ia meraih tangan Syarah lalu mengecupnya.
"Alhamdulillah, sekarang keadaan nenek semakin membaik kok Nak. Apalagi setelah melihat kamu datang membuat tubuh nenek terasa ringan deh," balas Syarah. Seraya ia bangkit dari tidurnya dan langsung, duduk. Lalu ia pun menarik tangan Alisha. Dan otomatis tubuh Alisha pun mendekat padanya, Dan ia pun langsung memeluk tubuh Alisha.
"Aah, Nenek sangat bahagia kamu datang Nak," katanya didalam pelukannya. Dan disaat bersamaan, Gibran pun masuk.
__ADS_1
"Assalammu'alaikum Nek?" ucapnya, seraya ia menghampiri pembaringannya Syarah.
"Wa'alaikumus salam," balas Syarah dan Alisha secara bersamaan, dengan posisi masih saling berpelukan. Dan bahkan keduanya terlihat sama-sama melirik Gibran secara singkat saja membuat Gibran yang melihat keduanya langsung tercengang.
"Kenapa jadi bisa kompak begitu? Lagian yang cucu Nenek sebenarnya siapa sih? Dia apa Yuda sih?" tanya Gibran dengan tatapan yang terlihat begitu heran karena melihat keakraban mereka berdua.
"Yaa maunya Nenek sih, Alisha yang menjadi cucu Nenek! Sudah cantik, sholehah lagi. Nggak kayak kamu, yang hanya memikirkan diri sendiri saja, tanpa memikirkan Nenek!" balas Syarah, yang terlihat pada awalnya saat ia mengatakan tentang Alisha ia menatapnya penuh kasih sayang dan penuh kelembutan. Namun disaat ia mengatakan tentang Gibran, tatapan matanya langsung berubah, menjadi jutek hal itu membuat Gibran menjadi kesal.
"Apaan sih Nek! Nenek berkata seperti itu, sama saja Nenek, menentang takdir! Terima kenyataan Nek! Kalau cucu Nenek sebenarnya adalah Yuda tau!" protes Gibran, terlihat amat kesal.
"Benar sih kalau saat ini cucu nenek adalah kamu! Tapiian sebentar lagi, kamu akan menikahi Alisha, jadi otomatis sebentar lagi dia jadi cucu Nenek juga dong, iyakan Lisha?" balas Syarah, yang tatapannya langsung berpindah pada Alisha. Membuat Alisha tampak bingung saat mendengar pertanyaannya Syarah. Dan seketika ia menatap wajah Gibran, seakan ia ingin meminta bantuan darinya.
"Kenapa Lisha? Apakah Yuda belum..." tanya Syarah terlihat penasaran. Namun belum lagi ia menyelesaikan kata-katanya. Gibran sudah langsung menyelanya.
"Sabar dong Nek! Lagiankan Nenek belum sembuhkan? Jadi tunggu Nenek sembuh dulu ya? Baru kita memikirkan tentang pernikahan kami," selanya, berharap sang Nenek mau menyetujui dengan perkataannya.
"Tidak! Nenek tidak setuju! Pokoknya kamu harus menikah sekarang juga! Bukankah kamu sudah berjanji, sama nenekkan?" protes Syarah. membuat Alisha yang mendengarnya begitu terkejut.
"Apa! Nikah sekarang?'
...•••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••••••••...
__ADS_1
Jangan lupa dukung author terus ya guys 🙏😉