
*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*
Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata :
السعادة بثلاث شكر النعمة والصبر على البلاء والتوبة من الذنب
"Kebahagiaan akan terwujud dengan tiga perkara, yaitu mensyukuri nikmat, sabar dalam menghadapi ujian, dan taubat dari dosa" (Al-Waabil ash-Shayyib hal 11)
Ketika seseorang senantiasa mengingat Allah, hatinya lembut, mudah melakukan ketaatan, & perbuatannya sesuai dengan Sunnah Nabi ﷺ, mampu berakhlak yang mulia dll, maka itulah diantaranya tanda2 kenikmatan & kebahagiaan yang hakiki...
Selama tujuan hidupmu itu semata-mata untuk Allah, dan hidup pun untuk meraih keridhaan-Nya, maka kebahagiaan tidak akan pernah meninggalkan diri, dan rasa kegelisahan tak akan menemani, dan hal itu akan dirasakan & disaksikan sendiri...
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*
"Assalammu'alaikum," ucap seorang pria dan wanita yang baru saja masuk.
"Wa'alaikumus salam," balas mereka secara bersamaan dan dengan spontan Alisha, Gibran dan Syarah langsung menoleh ke sumber suara tersebut.
"Si Mbok, bapak! Kalian sudah datang?" tanya Gibran, sambil ia kembali meletakkan bayinya kesisi Alisha, selepas di Adzankannya tadi.
"Iya dong! Kamikan ingin melihat cucu kami!" balas Suminah, yang langsung menghampiri bayinya Alisha. Bahkan ia juga langsung menggendongnya. Sedangkan Marwan lebih memilih untuk menghampiri putrinya.
"Selamat ya Nak, akhirnya kamu menjadi ibu juga," ujar Marwan, seraya ia memberikan kecupan lembut pada dahinya Alisha.
"Bapak bahagia banget, karena pada akhirnya Bapak, masih diberikan kesempatan untuk melihat anak kalian. Dan semoga ini menjadi awal kebahagiaan untuk kalian ya anak?" lanjut Marwan lagi penuh rasa haru.
__ADS_1
"Aamiin ya Allah. Terima kasih Pak. Icha juga bahagia banget, karena yang Icha harapkan di kabulkan oleh Allah, yaitu Bapak ikut menyaksikan Kebahagiaan Icha. Dan Icha juga berharap bapak akan menyaksikan kebahagiaan Icha sampai anak-anak Icha besar nanti, iyakan Mas?" balas Alisha sambil menggenggam tangan suaminya.
"Iya Sayang, Mas juga berharap begitu, semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan buat Bapak, agar bapak bisa menyaksikan lagi, saat Lisha melahirkan anak keduanya nanti," balas Gibran membalas tatapan istrinya sejenak. Lalu ia pun kembali memandang Wajah Marwan.
"Aamiin!" ucap Mbok Suminah, Syarah dan juga Marwan secara bersamaan.
"Eh, ngomong apaan sih Mas? Kok udah ngomongin melahirkan lagi sih! Emangnya enak apa melahirkan? Ini aja masih sakit banget, eeh udah ngomongin yang kedua! Huh! Sembarang aja mah ngomongnya! Kalau emang Mas, mau yang kedua, Mas aja sana yang melahirkan! Icha nggak mau! Sakit tau!!" ujar Alisha, sambil memasang wajah cemberutnya. Membuat Gibran jadi merasa bersalah.
"Aah.. Maaf Sayang, Maskan nggak tahu rasanya. Hanya saja, Mas berpikir itu tidak seberapa sakit. Maka teman-teman Mas sampai memiliki dua anak, ada yang tiga, bahkan ada yang Lima. Makanya Mas berangan-angan ingin memiliki anak Lima Sayang," balas Gibran. Dan dengan spontan mata Alisha langsung membulat sempurna.
"Apa!! Lima? Iiikh.. nggak mau Icha nggak mau! Kalau Mas mau Lima, Mas saja yang melahirkannya sana!'' seru Alisha, sambil menarik selimutnya lalu ia pun menutup seluruh wajahnya.
"Aaah.. maaf Sayang, itukan dulu. Tapi kalau sekarang nggak lagi kok. Dan Mas, terserah kamu saja deh. Satu ini aja juga nggak papa kok, malahan Mas udah bersyukur banget. Jadi kamu jangan ngambek lagi ya Sayang?" balas Gibran. Tampak ia sedang berusaha merayu istrinya.
"Benaran nggak nyuruh Icha untuk punya anak lagi?" tanya Alisha lagi.
"Iya loh Sayang. Benaran! Mas janji deh, tidak akan memaksa kamu untuk memiliki anak lagi. Pokoknya semua tergantung keputusan kamu sendiri, oke?" balas Gibran, masih berusaha meyakinkan istrinya.
"Alhamdulillah, terima kasih sayang," balas Gibran, yang kemudian ia pun langsung memberikan kecupan pada dahi istrinya.
Melihat pertengkaran kecil antara Gibran dan Alisha. Marwan, Syarah dan juga Suminah malah tersenyum lucu, melihat keduanya. Bahkan Marwan malah mengeluarkan suara tawanya.
"Hahahaha.. kalian ini lucu banget sih! Tapi Alhamdulillah.. perdebatan ini malah hikmahkan? Karena hubungan kalian malah semakin erat bukan? Jadi hal seperti ini tidak usah di bahas lagi oke. Dan percayakan saja semuanya pada Allah. Karena yang menentukan berapanya kalian memiliki Anak hanya Dialah yang berhak untuk menentukannya. Jadi sebaiknya kalian pasrahkan saja Pada-Nya ya Nak," ujar Marwan sedikit memberikan wajangan pada Gibran.
"Baik Pak. Insya Allah Yuda akan selalu mengingat pesan Bapak," balas Gibran.
"Alhamdulillah.. oh iya Nak, ngomong-ngomong kapan rencana Syukuranny untuk pengukuhan nama bayi kalian ini?" tanya Marwan. Membuat Alisha maupun Gibran langsung saling berpandangan.
__ADS_1
"Kalau Icha, terserah sama Mas Yuda saja Pak," ujar Alisha.
"Bagaimana kalau, kita bikin Syukuran, sepulang Lisha dari rumah sakit saja. Apakah Bapak, nenek dan si Mbok setuju, kalau acaranya tunggu Alsha pulang?" sambung Gibran.
"Baiklah kami setuju!" balas Syarah dan Suminah.
"Baiklah, kalau begitu, masalah ini serahkan saja pada kami, oke?" kata Marwan.
"Oke Pak, kami sesuai dengan keinginan Bapak saja," balas Gibran.
"Ya sudah kalau begitu, kami pulang ya Nak. Biar Lisha bisa beristirahat dengan tenang. Karena pasti saat ini dia sangat kelelahan, setelah melahirkan. Untuk itu kami pamit ya Nak?" ujar Syarah sambil mengecup dahinya Alisha.
"Iya Nek, hati-hati ya dijalan," balas Gibran dan Alisha.
"Bapak sama si Mbok juga pamit ya Nak?" sambung Marwan juga.
"Iya Pak Mbok, hati-hati juga ya?" balas Gibran.
"Iya Nak, kalau begitu kami pamit Assalamu'alaikum" ucap ketiganya.
"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatu," balas Alisha dan Gibran secara bersamaan. Dan mereka pun langsung pergi meninggalkan ruangannya Alisha.
"Alhamdulillah, sekarang kamu sudah bisa Istirahat Sayang, Kamu pasti lelah bangetkan? Jadi sekarang kamu tidur ya? Biar Mas yang akan menjaga anak kita," ujar Gibran setelah melihat pintu diruangannya telah tertutup kembali.
"Baiklah Mas, Icha tidur ya? Icha memang sudah sangat lelah banget," kata Alisha, seraya ia mulai memejamkan matanya.
"Iya Sayang, tidurlah, semoga kamu bermimpi indah,"
__ADS_1
...••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••...
Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 🙏🥰