
*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*
RODA KEHIDUPAN TERUS BERPUTAR
Istilah roda itu berputar memang cukup familiar dan itu memang hal yang nyata terjadi dalam kehidupan ini, orang yang dulu terlihat sukses ternyata jatuh terpuruk di dera ujian dan cobaan hidupnya, sebaliknya orang yang dulu terlihat lemah dan tak dihargai ternyata sekarang menjulang kesuksesan.
Kesuksesan seseorang berawal dari hal sulit yang dijalani sebelumnya, kegetiran dan kepahitan perjuangan hidup seakan menjadi hidangannya. Bagi orang yang bermental kuat dan iman yang kokoh menyikapi setiap ujian dengan sabar, jatuh bangun meraih mimpi, itulah seni perjuangannya.
Perjuangan itu memang berat, butuh kekuatan dari dalam diri dan kemauan yang kuat membangun kesuksesan, meski dinilai dari merangkak, berjalan dan berlari, semua akan diraih asal mau berusaha. Dan yakinlah bahagia menantimu.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*
Keesokan paginya.
Sesuai yang sudah direncanakan oleh Gibran, setelah berpamitan pada Mbok Suminah. Ia pun langsung membawa Alisha kerumah sakit. Untuk memperiksakan dirinya dan untuk memastikan kebenaran yang dikatakan oleh Mbok Suminah. Dan sesampainya mereka di rumah sakit, Gibran langsung membawanya keruangan dokter spesialis kandungan.
Setelah keduanya berada di dalam ruangan, Alisha pun langsung diperiksa oleh dokter yang bertugas di ruangan tersebut. Setelah pemeriksaan selesai, Gibran yang sejak tadi begitu tegang dan juga penasaran, langsung bertanya tanpa berbasa-basi dulu.
"Bagaimana Dok? Apakah benar kalau istri saya saat ini sedang hamil?" tanya Gibran to the poin.
"Benar sekali Pak! Selamat Istri Anda saat ini, memang sedang hamil. Dan usia kandungannya sekarang sudah memasuki lima Minggu," balas Sang Dokter sambil tersenyum ramah pada Gibran dan Alisha. Mendengar perkataan sang Dokter mulut Alisha dan Gibran, langsung ternganga, yang artinya keduanya saat ini sedang terkejut.
"Hah? Benarkah itu Dok?" tanya Gibran yang tampaknya ia masih belum percaya dengan pendengarannya.
"Benar Pak! Atau begini saja, kita USG saja, biar Anda bisa menyaksikannya langsung, bagaimana baby Anda didalam kandungan, apakah Anda bersedia Nyonya?" balas Sang Dokter, dan langsung dianggukan oleh Alisha.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu mari ikut saya nyonya kita langsung saja," kata Sang Dokter, sambil ia bangkit dari kursi kebesarannya. Lalu mereka pun langsung menuju ke tempat tidur pemeriksaan.
Setelah Alisha berbaring di tempat tidur tersebut. Sang dokter pun mulai melakukan USG pada Alisha. Dan tak berapa lama kemudian tampaklah di layar monitor, sesuatu yang membuat Gibran dan Alisha langsung terharu melihatnya.
"Maa shaa Allah, benarkah itu anak kami dok?" tanya Gibran dengan suara yang terdengar mulai bergetar. dan dengan tatapan mata masih terfokus pada layar monitor yang ada di hadapannya. Sementara tangannya terlihat sedang menggenggam tangan istrinya.
"Benar sekali Pak! Itu memang Baby Anda. Dan kalau di dengar dari bunyi jantungnya, bayi kalian saat ini sangat sehat," jelas Sang Dokter lagi.
"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah atas anugerah terindah yang Engkau karuniakan kepada kami," ucap Gibran haru, seraya ia mengecup lembut tangan Alisha yang sejak tadi ia genggam, "Terima kasih sayang,"ucapnya lagi pada Alisha, sambil ia mengecup lembut dahinya Alisha, yang sejak tadi ia hanya terlihat diam saja. Dan hanya memperhatikan layar monitornya saja.
"Baiklah sekali lagi selamat untuk Anda berdua. Dan ini saya kasih resep vitamin, rajin di minum ya Nyonya. Oh iya, karena kandungan masih dalam trimester pertama, jadi untuk saat ini jangan melakukan sesuatu yang berat-berat dulu, ya Nyonya," ujar sang Dokter, seraya ia memberikan lembaran kertas putih pada Gibran.
"Baiklah Dok, kami akan mengingatnya," balas Gibran. Karena entah mengapa, semenjak dokter menyatakan istrinya hamil, sejak itu juga Alisha jadi pendiam, tatapan matanya juga terlihat kosong, entah apa yang sedang ia pikirkan.
Setelah berpamitan pada Dokter, Gibran pun langsung merangkul pundak istrinya. Dan membawanya ke mobilnya. Sesampainya di dalam mobil Alisha saja diam. Tampaknya ia masih enggan mengeluarkan suaranya. Hal itu justru membuat Gibran, menjadi cemas melihatnya.
"Hmm..?!" sentak Alisha, yang tampaknya sejak tadi ia dalam mode melamun. Makanya ia tak begitu mendengar pertanyaan suaminya.
"Eh, Maaf tadi Mas ngomong apa ya?" tanya Alisha, tampak bingung.
"Haiiis.. jadi dari tadi kamu melamun ya Sayang?" tanya Gibran, sambil menaikkan sebelah alisnya, itu menandakan ia sedang penasaran.
"Hmm.. maaf Mas. Soalnya Lisha masih terbayang-bayang saat melihat Bayi kita di tv tadi Mas. Jadi Lisha nggak dengar deh, Mas ngomong apa?" balas Alisha berkata jujur.
Mendengar Alisha menyebut tv, Gibran pun langsung tersenyum lucu, "Tv? Hfft.." gumamannya seraya ia menahan tawanya.
"Iiiss.. kok malah ketawa sih? Kan emang benar itu tv kan? Orang bentuknya sama pun, sama tv!" protes Alisha, terlihat kesal. Tampaknya ia tak suka melihat suaminya mentertawakan dirinya.
__ADS_1
"Maaf Sayang, Mas nggak ketawa lagi kok! Emang sih itu mirip sama tv, tapi itu bukan tv Sayang. Tapi itu adalah USG transvaginal, dan itu merupakan metode pemeriksaan internal dengan alat bernama transduser sepanjang 2-3 inci yang dimasukkan langsung ke dalam **** *. Dengan alat ini, dokter akan memperoleh gambar nyata yang lebih detail dari organ reproduksi wanita, rahim, indung telur, saluran telur, dan leher rahim," jelas Gibran, sedikit detail.
"Aaah.. tau akh! Pokoknya bagi Icha itu tv titik! Udah akh cepatan jalan! Soalnya Icha kepingin cepat sampai rumah!" cetusnya seraya ia melipatkan kedua tangannya di bawah dadanya. Lalu ia pun langsung membuang wajahnya ke jendela sampingnya.
Gibran kembali ingin tertawa, namun ia tahan. Karena ia takut kalau istri kembali marah. Apalagi sekarang ia telah tahu, penyebab mengapa istrinya agak sensitif, itu ternyata karena ia sedang mengandung. Jadi mulai sekarang ia bertekad harus ekstra sabar menghadapinya.
"Baiklah Nyonya! Sekarang kita pulang," balas Gibran yang akhirnya, ia pun mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dan baru beberapa menit saja mobilnya melaju, tiba-tiba...
"Mas Berhenti!!" teriak Alisha, sehingga dengan spontan Gibran pun langsung mengerem mobilnya secara mendadak.
CIIIIIIIKKT!!!!!.. dan segitiga mobil pun berhenti.
"Ada apa sayang?!" tanya Gibran dengan panik.
"Mas Icha ingin itu!" pintanya sambil tangannya menunjuk pedagang sate, yang sedang mangkal di pinggir jalan. Hal itu membuat Gibran langsung terperangah.
"Haaa? kamu ingin itu Sayang?"
...•••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••••••••...
Terus dukung author terus ya guys dan jangan lupa tinggalkan jejaknya juga oke.
OH iya, selagi menunggu Ramanda update, yuk mampir ke karyanya Author 🦋ENI PUA🦋 Karyanya keren banget loh guys. Makanya cus buruan, kepoin ya. Dan jangan lupa juga berikan dukungannya juga ya guys 🙏😉
SYUKRON 🥰🙏
__ADS_1