
*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*
Hidup itu bagaikan koin... Di satu sisi ada kesuksesan dan di sisi lain ada kegagalan. Keduanya tidak akan bisa muncul secara bersamaan, tapi bergantian. Saat satu sisi muncul maka sisi yang lain akan menunggu untuk muncul.
Ketika kita tengah diberi nikmat berupa kesenangan, rezeki yang berlebih jangan lupa semua itu adalah ujian, supaya kita ingat bersyukur dan tidak lupa saat kekurangan, maupun pada sesama yang sedang merasakan ujian keterbatasan. Jangan berlebihan dalam menyikapi segala sesuatu dan ingatlah selalu semua yang ada pada dunia ini adalah milik Allah Ta'ala.
Apapun yang terjadi pada diri kita, senang maupun sedih, percayalah semua pasti rencana dari-Nya akan selalu menuju pada muara kebahagiaan, didunia ataupun diakhirat. Namun terkadang kita yang seolah tidak sadar akan kehadiran wujud kebahagiaan itu. Karena terhalang oleh angan yang terlalu banyak.
Sadarlah, sebagai seorang hamba yang lemah tanpa pertolonganNya, tak ada daya dan upaya selain semua karena ijinNya, maka berpasrahlah ketika kita sudah berikhtiar yang terbaik sebagai bentuk menaati perintah-Nya.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*
Mendengar perkataan sang Nenek, yang mengarah pada kematian, membuat wajah Gibran menjadi pias. Pasalnya bagi Gibran, Syarah adalah keluarganya satu-satunya yang tersisa. Walaupun ia memiliki seorang paman ataupun Bibi, tapi tetap saja ia tak mau mengakui mereka. Karena bagi Gibran, kasih sayang mereka padanya adalah palsu. Karena kebaikan mereka padanya hanya karena ia memiliki harta kekayaan. Makanya ia tak pernah mau mengakui mereka sebagai keluarganya.
"Apaan sih Nek? Ngomongnya kok kaya gitu Mulu! Selalu mengatakan ingin menyusul Kakek! Emangnya Nenek, kepingin banget ya meninggalkan Yuda?'" protes Gibran, yang terlihat ia tak suka mendengar perkataan sang nenek.
Mendengar protes cucunya, Syarah langsung tersenyum tipis, itu artinya ia telah mengetahui kelemahan Sang cucunya itu, "Ya kamu sih, datang bukannya berbasa-basi dulu kek! Lalu menemani Neneknya makan dulu gitu. Ini kok datang-datang main marah-marah nggak jelas begitu! Huh!" balasnya dengan memasang wajah yang terlihat sedikit kesal juga.
"Ya habisnya, Nenek juga sih...." kata Gibran lagi, bermaksud ia ingin protes lagi pada sang Nenek. Namun langsung disanggah oleh Syarah.
"Sssth..! Jangan protes lagi! Sekarang duduklah disini! Temanin Nenek makan dulu!" potong Syarah, seraya ia menarik tangan cucunya itu. Hingga akhirnya Gibran pun terduduk tepat disampingnya kursinya Syarah.
__ADS_1
"Nek, Yuda nggak bisa lama-lama disini, karena dikantor masih banyak yang harus dikerjakan!" kata Gibran, yang kini penuturannya sudah terdengar lebih lembut.
"Sssth..! Nenek bilangkan temanin Nenek makan dulu! Baru setelah itu kita mengobrol!" ujar Syarah terdengar tegas, membuat Gibran akhirnya terdiam.
Melihat cucunya terdiam, Syarah pun langsung menyendokkan makanan yang berada di piringnya. Setelah itu ia pun menyodorkan sendok tersebut ke mulutnya Gibran.
"Coba Buka mulut kamu Nak? Aaaa.." kata Syarah dengan lembut. Seraya ia hendak menyuapi Gibran bak seorang ibu menyuapi anak berumur tiga
"Eh, Apaan sih Nek! Gibran bukan anak kecil lagi tau!" protes Gibran, seraya ia menjauhi wajahnya dari sendok yang disodorkan oleh Neneknya itu.
"Iya Nenek tahu, kamu bukan anak kecil lagi. Tapi apa salahnya kalau Nenek ingin menyuapi kamu Nak? Siapa tahu sajakan ini suapan terakhir dari Nenek," kata Syarah, yang lagi-lagi perkataannya mengarah ke perpisahan. Dan itu membuat Gibran sekali lagi tersentak mendengarnya.
"Hah..! Nenek kebiasaan banget sih berkata seperti itu! Ya sudah Gibran makan!" katanya dengan kesal. Namun tetap saja ia mengikuti keinginan sang Neneknya dan akhirnya ia pun membuka mulutnya, "Humm...enak!" katanya, seraya ia mengunyah makanan yang tadi disuapi oleh Syarah.
"Hu'um Nek, Enak banget! Yuda mau makan sendiri saja akh," katanya seraya ia membuka piring yang masih telungkup di meja tepat di hadapannya. Lalu ia pun langsung mengambil nasi serta lauk pauknya. Setelah itu ia langsung melahapnya, dengan penuh semangat. Membuat Syarah yang melihatnya langsung tersenyum penuh kemenangan.
Saking senangnya melihat cucunya yang bersemangat dengan makanannya. Membuat ia lupa pada makanannya sendiri. Hal itu malah membuat Gibran heran melihatnya.
"Loh, kok Nenek malah nggak makan sih? Tadi katanya minta ditemani? Udah Yuda temanin Nenek malah asyik melihat Yuda makan sih?" protes Gibran, dengan mulut, yang terlihat masih dipenuhi makanannya.
"Hehehe.. Melihat kamu makan Nenek, sampai lupa, sama makanan Nenek. Ya sudah ini Nenek juga makan, kok," balas Syarah, seraya ia mulai menyendokan makanannya. Dan kali ini langsung memasuki kedalam mulutnya sendiri.
Suasana, ruang makan pun menjadi hening. Karena keduanya terlihat begitu menikmati makanannya dengan penuh hikmah. Syarah kembali tersenyum tipis, saat melihat Gibran yang makannya sampai tambah-tambah.
__ADS_1
"Enak ya Nak Gado-gadonya? Kamu makannya sampai tambah-tambah?" tanya Syarah. Yang tampaknya ia telah menyelesaikan makanannya.
"Hu'um, enak, Nek! Oooh.. jadi ini yang namanya gado-gado ya Nek?" tanya Gibran balik. Seraya ia kembali menyuapi makanannya kedalam mulutnya.
"Iya Nak, benar, ini yang namanya gado-gado," balas Syarah apa adanya.
"Wah, tenyata Nenek juga bisa ya, bikin gado-gado seenak ini?" tanya Gibran, masih terlihat bersemangat makan.
"Eh, mana sempat Nenek masak kayak ginian, Nak. Lagian mana bisa Nenek bikin gado-gado, seenak ini Nak," balas Syarah. Membuat Gibran langsung menghentikan kunyahannya.
"Eh! Lalu siapa yang membuat gado-gado ini Nek? Bu Ijah ya Nek?" tanya Gibran, lagi terlihat ia begitu penasaran.
"Bukan juga Nak," balas Syarah dengan singkat. Membuat, Gibran semakin penasaran.
"Aah, lalu siapa yang membuat gado-gado ini Nek?" tanyanya lagi.
"Mbok Suminah! Enakkan gado-gadonya Mbok Suminah?" tanya Syarah balik. mendengar perkataan Syarah dengan spontan Gibran pun langsung terseda.
" Apa?! Hukg..Hukg..Hukg Hukg..!"
...•••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••...
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 😉🙏
__ADS_1
Serta jangan lupa berikan 👉" ⭐⭐⭐⭐⭐ " serta ulasan Oke 😉 Dan tak lupa juga Vote serta Hadiahnya ya 🤭 biar memicu Author update kembali oke guys 😉 Syukron