
*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*
Perhatikan setiap waktu yang kita miliki. Bahkan setiap menit yang mengiringi nafas kita. Waktu, ilmu dan amal kebaikan adalah modal yang sangat berharga.
Karena itu jangan pernah abaikan setiap kebaikan yang ada di depan mata. Cerdaslah memilih setiap bisikan hati diantara ajakan kebaikan dan rayuan keburukan. Perkaya hati dengan iman dan ilmu. Agar kita selalu tepat dalam mengisi waktu.
Segala kebaikan adalah penerang. Sedangkan keburukan adalah sumber kegelapan. Isilah setiap waktu kita dengan berbagai kebaikan yang bisa kita lakukan. Agar kita tak menyesal saat telah berada di dalam kuburan. Tempat sepi itu pasti akan kita singgahi di suatu saat nanti.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*
Hampir satu bulan lamanya mereka tak bertemu. Ditambah sang Nenek memberi jarak kepada mereka, selama hampir empat bulan. Dengan alasan usia kandungan yang masih muda sangat rentan. Dan bila melakukan hal yang ekstrim bisa berakibat keguguran. Jadi hampir lima bulan lamanya mereka sama sekali tidak bercinta. Jadi wajar saja, kalau kerinduan keduanya, kini benar-benar sudah memuncak.
Sehingga sedikit saja, Alisha melakukan pergerakan. Maka ia harus bersiap-siap untuk menerima akibatnya, yang akan dibuat oleh suaminya. Seperti saat ini, ternyata mereka baru saja menyelesaikan pertempuran untuk kalinya. Sehingga keduanya terlihat tampak kelelahan, namun ada kepuasan tersendiri yang terpancar dari wajah keduanya.
"Kamu tidak apa-apakan Sayang? Apakah kamu ada merasakan yang sakit di perut kamu, hm?" tanya Gibran dengan nafas yang masih sedikit tersengal-sengal setelah melakukan pelepasannya. Dan terlihat juga dari raut wajahnya kalau ia sedikit mencemaskan istrinya.
"Enggak sakit kok Mas, Icha baik-baik saja," balas Alisha, yang nafasnya juga terlihat masih tersengal-sengal.
"Alhamdulillah, syukurlah Sayang, Mas lega mendengarnya," kata Gibran seraya ia menyapu keringat yang membasahi wajah istrinya. "Terima kasih ya Sayang. Dan maaf karena Mas sudah terlalu kangen, jadinya kamu sampai kelelahan seperti ini," sambungnya lagi, seraya ia mengecup lembut dahi istrinya itu.
__ADS_1
"Iya, nggak papa kok Mas. Icha juga senang kok, lagiankan kita udah lama nggak melakukan itu Mas," balas Alisha, dengan wajah yang terlihat sedikit malu.
"Iyakah? Hum.. apakah kamu menginginkannya lagi sayang?" goda Gibran seraya ia mengedipkan sebelah matanya pada Alisha. Membuat mata Alisha langsung membulat sempurna.
"Eh! Tidak-tidak! Lisha nggak mau lagi! Lagian kita sudah melakukannya dua kali Mas!"
Gibran langsung tertawa melihat wajah keterkejutannya Alisha yang terlihat sangat menggemaskan baginya, "Hahaha.. itu kan masih sedikit sayang, bukankah kita pernah melakukan sampai lima kali dalam semalamkan?" katanya mengingatkan Alisa pada masa-masa saat mereka berada di pulau S.
"Iya! Tapi setelah itu Icha nggak bisa jalan sama sekali dibuatnya! Huh Mas mah ganas banget kalau sudah melakukan itu!" balas Alisha, sambil ia memasang kesal, karena teringat pada waktu itu.
Gibran malah tertawa, melihat wajah kesal istrinya. Apalagi saat melihat bibirnya yang terlihat sedang mengerucut membuat ia semakin gemas, "Hahahaha.. maaf Sayang! Udah dong jangan kesal begitu. Soalnya itu malah membuat Mas jadi gemas melihat kamu Sayang. Jadinya Mas kepingin memakan kamu lagi nih," katanya sambil memegang bibir cemberutnya Alisha. Dengan mata yang kembali ingin memburunya.
Melihat hal itu, Alisha langsung mendorong wajah suaminya, yang sudah mulai mendekati wajahnya, "Iiik.. apaan sih Mas! Sana aakh! Nanti ujung-ujungnya gituan lagi! Icha lelah tau!" bentaknya sambil ia bangkit dari tidurnya.
"Iiis.. ngomong apaan sih Mas! Udah akh Icha mau mandi aja! Dari pada disini terus yang ada Bayi Icha bakalan lahir sebelum waktunya lagi!" kata Alisha terdengar ketus. Lalu ia pun langsung turun dari ranjangnya Gibran dan langsung menuju ke kamar mandinya.
Sedangkan Gibran langsung tersentak, saat mendengar perkataan istrinya, "Aah! Astaghfirullah.. iya juga ya? Bukankah bagi wanita hamil bila sering-sering berhubungan akan membuat jalan lahir melebar? Aakh kenapa aku sampai lupa sih! Kesannya aku egois banget ya?" gumam Gibran, seraya matanya menatap pintu kamar mandi yang kini terlihat sedang tertutup.
"Aah.. tapi gimana dong? Habisnya tindakanbdia selalu membuat juniorku langsung bereaksi sih. Jadinya kan sulit untuk menahannya. Aah.. kalau dipikir-pikir tindakan yang dilakukan Nenek benar. Karena kalau dia tidak melakukan hal itu, mungkin saat ini kami sudah kehilangan bayi kami kali ya? Tapi kenapa aku malah marah banget sama Nenek! Padahal Nenek melakukan itu karena beliau tahu kalau aku bukan tipe yang suka menahan diri!" gumamnya lagi yang akhirnya ia sadar atas kesalahannya.
"Huuft... sudahlah, sekarang Aku harus lebih berhati-hati lagi. Pokoknya jangan sampai membuat Nenek kecewa lagi. Aaah.. ya sudah sebaiknya aku mandi dulu deh. Setelah itu aku akan mengajak Icha jalan-jalan sambil cari makan," gumam Gibran lagi. Seraya ia turun dari ranjangnya. Lalu ia pun langsung bergegas keluar dari kamarnya. Karena sepertinya ia akan mandi di kamar mandi yang lainnya.
__ADS_1
Selang beberapa menit Gibran pergi, Alisha pun keluar dari kamar mandinya dengan memakai handuk kimono berwarna putih, dan ia tampak heran saat melihat tempat tidur mereka terlihat kosong.
"Loh.. mana Mas Yuda? Kok nggak ada? Hmm.. apa dia marah ya? Karena tadi Aku langsung pergi?" gumam Alisha tampak bingung, "Hmm.. sebaiknya aku pakai baju dulu deh," lanjutnya lagi. Setelah itu ia pun langsung menghampiri tas kopernya yang sepertinya belum belum ia rapihkan.
Setelah mengambil baju disana, ia langsung memakainya. Dan setelah selesai Alisha pun bermaksud keluar dari kamarnya. Namun baru saja ia membuka pintunya, ternyata Gibran juga bermaksud ingin masuk ke kamarnya.
"Aaah.. Mas Yuda!" sentak Alisha terlihat terkejut.
"Ada apa Sayang? Kok wajah kamu terlihat cemas begitu?" tanya Gibran, memang jelas banget ada kecemasan di raut wajah Alisha.
"Hum.. Icha pikir Mas marah lagi sama Icha! Makanya Icha berpikir Mas pergi lagi ninggalin Icha," balas Alisha dengan mata yang terlihat sudah berkaca-kaca. Mendengar hal itu Gibran merasa bersalah dan ia pun langsung memeluknya.
"Aaah Sayang, Maafin Mas ya? Karena kebodohan Mas, kamu yang jadi korbannya," katanya sambil mengecup puncak kepala istrinya.
...••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••...
Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 🙏🥰
Oh iya selagi menunggu Author update yuk mampir ke karyanya temannya Ramanda ya🙏🥰
Dan jangan lupa kasih dukungannya juga ya🥰
__ADS_1
SYUKRON 🥰🙏